• GBP/USD membalikkan kenaikan Rabu dan menyentuh level terendah baru tiga bulan di 1,3193 pada hari Kamis.
  • PMI Manufaktur S&P Global Inggris telah direvisi lebih rendah, di tengah pertumbuhan output yang lemah.
  • Dolar AS mengungguli mata uang lainnya saat imbal hasil obligasi Pemerintah AS jangka panjang menyentuh level tertinggi baru 24 tahun.


Pound Inggris (GBP) bergerak lebih rendah terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu, dengan pasangan mata uang GBP/USD menyentuh level terendah tiga bulan tepat di bawah 1,3200 menjelang pembukaan perdagangan sesi AS. Sentimen pasar yang suram, dengan harga Minyak Brent kembali di atas US$100 ditambah melonjaknya imbal hasil obligasi Pemerintah AS, menopang Dolar AS, sementara data aktivitas manufaktur Inggris yang lemah gagal mendukung Pound.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS merangkak lebih tinggi pada hari Kamis, dengan imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun acuan menyentuh level tertinggi 24 tahun di atas 5,30% saat kebuntuan dalam konflik Timur Tengah terus mendorong harga energi dan mengerek inflasi global lebih tinggi.

Imbal hasil obligasi bertenor 30 tahun menyentuh level tertinggi multi-dekade lainnya, di 5,68&, sementara imbal hasil bertenor 2 tahun, yang erat terkait dengan suku bunga Federal Reserve (The Fed), tetap stabil di sekitar 4,90% meskipun harapan akan kenaikan suku bunga pada bulan Oktober mereda.

Data Inflasi AS yang Lemah Gagal Redam Reli Dolar AS

Data Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) dari AS yang dirilis pada hari Rabu menunjukkan bahwa tekanan inflasi naik lebih kecil dari yang diprakirakan pada bulan Agustus, sementara angka bulan Juli direvisi lebih rendah. Hal ini mendorong pasar memangkas prakiraan kenaikan suku bunga lagi pada bulan Oktober menjadi peluang 37%, dari hampir 70% satu minggu lalu, menurut data dari FedWatch Tool CME.

Di Inggris, pembacaan akhir Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) S&P Global, yang dirilis sebelumnya pada hari Kamis, telah direvisi sedikit lebih rendah, menjadi 51,9 pada bulan September, dari estimasi pendahuluan 52,0. Laporan tersebut menyoroti pertumbuhan output terlemah dalam enam bulan terakhir, dengan pesanan dan ekspor tumbuh moderat tetapi permintaan melambat di tengah harga energi yang lebih tinggi

Para analis di Rabobank menunjuk pada penurunan tajam dalam posisi spekulatif terhadap Pound, seraya mencatat bahwa "posisi short bersih GBP juga meningkat lebih dari 40% ke level tertinggi sejak Agustus." Rabobank menambahkan bahwa "GBP melemah sejalan dengan reli USD yang baru-baru ini didorong oleh minyak," yang menggarisbawahi sentimen spekulatif negatif terhadap Pound.

(Berita ini dikoreksi pada 1 Oktober pukul 11:15 GMT/18:15 WIB pada paragraf keempat menjadi laporan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/PCE AS yang dirilis pada hari Rabu adalah untuk bulan Agustus, dan bukan September, seperti yang sebelumnya dilaporkan.)

Indikator Ekonomi

PMI Manufaktur S&P Global

Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur, yang dirilis setiap bulan oleh S&P Global, adalah indikator utama yang mengukur aktivitas bisnis di sektor manufaktur Inggris. Data ini berasal dari survei para eksekutif senior di perusahaan sektor swasta. Tanggapan survei mencerminkan perubahan, jika ada, di bulan ini dibandingkan dengan bulan sebelumnya dan dapat memprediksi perubahan tren dalam serangkaian data resmi seperti Produk Domestik Bruto (PDB), produksi industri, ketenagakerjaan, dan inflasi. Indeks ini bervariasi antara 0 dan 100, dengan level 50,0 menandakan tidak ada perubahan dibandingkan bulan sebelumnya. Pembacaan di atas 50 menunjukkan bahwa ekonomi manufaktur umumnya sedang berkembang, yang merupakan tanda bullish untuk Pound Sterling (GBP). Sementara itu, pembacaan di bawah 50 menandakan bahwa aktivitas di antara produsen barang umumnya sedang menurun, yang dianggap sebagai bearish untuk GBP.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Kam Okt 01, 2026 08.30

Frekuensi: Bulanan

Aktual: 51.9

Konsensus: 52

Sebelumnya: 52

Sumber: S&P Global


Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Tertekan saat Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS Tutupi Prakiraan Dovish The Fed

Emas Tertekan saat Kenaikan Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS Tutupi Prakiraan Dovish The Fed

Emas (XAU/USD) tidak membuat kemajuan pada hari Kamis saat Dolar AS (USD) yang lebih kuat dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang melonjak membatasi kenaikan. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.167, naik 0,26% pada hari ini, saat logam mulia kesulitan untuk melanjutkan pemulihan sebelumnya.
USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp17.940 meski Data Domestik Positif, DXY Melonjak Jelang NFP AS

USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp17.940 meski Data Domestik Positif, DXY Melonjak Jelang NFP AS

Rupiah Indonesia (IDR) kembali melemah terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Kamis, 1 Oktober 2026, meski sejumlah data ekonomi domestik menunjukkan hasil yang relatif positif. Pasangan mata uang USD/IDR ditutup naik 70 poin atau sekitar 0,39% ke Rp17.940, dari Rp17.870 pada Rabu. Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia juga naik ke Rp17.937 dari Rp17.877 sehari sebelumnya.
Kenaikan The Fed pada Oktober Menyusut Seiring Inflasi yang Menjadi Dasarnya

Kenaikan The Fed pada Oktober Menyusut Seiring Inflasi yang Menjadi Dasarnya

Para pedagang telah memindahkan kenaikan Federal Reserve (The Fed) berikutnya dari 28 Oktober ke 9 Desember, dan laporan inflasi yang menambah pergerakan tersebut lebih banyak berbicara tentang Juli daripada Agustus.
Hyperliquid Pangkas Kenaikan saat Arus Keluar ETF Membatasi Pemulihan Bullish yang Masih Ragu-ragu

Hyperliquid Pangkas Kenaikan saat Arus Keluar ETF Membatasi Pemulihan Bullish yang Masih Ragu-ragu

Hyperliquid (HYPE) turun 2% pada saat berita ini ditulis pada hari Kamis, memangkas kenaikan 5% dari hari sebelumnya. Permintaan institusional mulai mereda, dengan arus keluar sebesar $5 Juta pada hari Rabu, membebani sentimen investor jangka pendek. Prospek teknis untuk HYPE menunjukkan nada beragam dalam jangka pendek karena harga tetap dibatasi di bawah $90.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 1 Oktober:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 1 Oktober:

Setelah pergerakan yang bergejolak pada hari terakhir kuartal ketiga, Dolar AS mempertahankan posisinya terhadap mata uang-mata uang rivalnya pada pagi hari sesi Eropa, Kamis. Kalender ekonomi AS akan menampilkan data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan dan laporan Indeks Manajer Pembelian Manufaktur Institute for Supply Management untuk bulan September.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA