- Reserve Bank of Australia diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah di 4,35% pada bulan Agustus.
- Perhatian tertuju pada Gubernur RBA, Bullock, dan prakiraan terbaru untuk mencari petunjuk mengenai langkah kebijakan berikutnya.
- Dolar Australia bersiap menghadapi volatilitas menjelang pengumuman kebijakan RBA.
Reserve Bank of Australia (RBA) berada di jalur untuk mempertahankan Official Cash Rate (OCR) stabil di 4,35% untuk pertemuan kedua berturut-turut pada hari Selasa.
Keputusan tersebut akan diumumkan pada 04:30 GMT (11:30 WIB), disertai dengan Pernyataan Kebijakan Moneter (Monetary Policy Statement/MPS) dan prakiraan ekonomi terbaru. Konferensi pers Gubernur RBA Michele Bullock akan menyusul pada 05:30 GMT (12:30 WIB).
Dolar Australia (AUD) diprakirakan akan mengalami volatilitas di sekitar pengumuman kebijakan RBA dan konferensi pers Bullock, dengan pasar kurang fokus pada keputusan mempertahankan suku bunga yang secara luas sudah diprakirakan dan lebih pada sinyal mengenai langkah kebijakan bank sentral berikutnya, karena data inflasi yang lebih lemah dari prakiraan dapat mengaburkan prospek suku bunga bank sentral.
RBA Bersiap untuk Jeda Lagi, Apa Selanjutnya?
Meski pasar sebelumnya telah memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga lainnya pada bulan Agustus, ekspektasi telah berubah drastis setelah laporan inflasi kuartal II yang lebih lemah dari prakiraan, sehingga mengurangi urgensi bagi RBA untuk mengetatkan kebijakan lagi.
Titik baliknya datang dengan laporan Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) terbaru Australia, yang menunjukkan inflasi inti melambat lebih dari yang diprakirakan.
IHK Rata-Rata Dipangkas yang disukai RBA naik 0,8% secara kuartalan (QoQ) pada kuartal II, di bawah ekspektasi pasar yaitu naik 0,9%. Inflasi Rata-Rata Dipangkas tahunan hanya naik tipis menjadi 3,6% dari 3,5%, tetap di bawah prakiraan bank sentral sendiri sebesar 3,8%.
Setelah rilis IHK, data Bloomberg menunjukkan bahwa probabilitas tersirat kenaikan suku bunga pada bulan Agustus anjlok menjadi hanya 4%, turun dari lebih dari 20% sebelum data dirilis.
Ekspektasi untuk kenaikan suku bunga keempat pada akhir tahun ini juga turun tajam, dengan penilaian pasar jatuh di bawah 50%, dibandingkan dengan sekitar 84% sebelum data dirilis.
Penilaian ulang yang cepat ini mengindikasikan pasar semakin percaya bahwa RBA masih punya ruang untuk bersabar, sambil menilai apakah tanda-tanda terbaru meredanya inflasi sudah cukup untuk menghentikan siklus pengetatan.
Meskipun inflasi umum mendapat dukungan dari harga bahan bakar yang lebih rendah selama bulan Juni, harga minyak kembali naik setelah pecahnya kembali konflik yang melibatkan Iran selama bulan Juli.
Selain itu, diskon cukai bahan bakar temporer di Australia berakhir pada 2 Agustus, menghapus sumber temporer tekanan ke bawah pada harga bahan bakar dan berpotensi menambah risiko kenaikan baru bagi inflasi dalam beberapa bulan ke depan.
Dengan latar belakang ini, RBA kemungkinan akan mengadopsi nada yang hati-hati, mempertahankan pendekatan yang bergantung pada data, karena para pengambil kebijakan terus menyeimbangkan momentum ekonomi yang melambat dengan tekanan harga yang masih tinggi.
Selain itu, RBA dapat mempertimbangkan proyeksi inflasi dan pertumbuhan yang diperbarui serta apakah kemungkinan dibukanya kembali Selat Hormuz cukup untuk meredakan kekhawatiran inflasi dan memberi sinyal jeda dalam siklus pengetatan saat ini.
RBA Diprakirakan Menahan Suku Bunga saat Jeda Musim Panas Membuat Fokus Tetap pada Data
Para analis di Rabobank mencatat bahwa perhatian beralih ke Australia pada hari Selasa, ketika "Reserve Bank of Australia menetapkan suku bunga." Mereka mengakui bahwa mereka "belum sepenuhnya yakin bahwa tiga kenaikan suku bunga yang diberikan sejak awal tahun cukup untuk menyerap kelebihan permintaan dalam ekonomi Australia, tetapi RBA tampaknya berharap demikian." Meski begitu, Rabobank memprakirakan para pengambil kebijakan akan "mempertahankan suku bunga tidak berubah pekan ini," pandangan yang menurut mereka juga dianut oleh "31 ekonom lain yang disurvei oleh Bloomberg." Secara lebih luas, bank menyoroti bahwa "ini adalah puncak musim panas, dengan kalender data yang ringan dan sebagian besar bank sentral sedang berlibur," seraya menambahkan bahwa "Pejabat The Fed, Hammack, adalah pengecualian."
Bagaimana Keputusan Reserve Bank of Australia akan Berdampak pada AUD/USD?
AUD bertahan dekat level tertinggi tujuh minggu terhadap Dolar AS (USD) menjelang pengumuman kebijakan RBA pada hari Selasa.
Dengan penahanan suku bunga yang sebagian besar sudah diprakirakan, pernyataan kebijakan dan proyeksi yang diperbarui, bersama dengan pesan Gubernur Bullock, kemungkinan akan lebih penting daripada keputusan suku bunga itu sendiri.
Jika Bullock dan MPS mengakui inflasi lebih lemah sambil menekankan kesabaran dan ketergantungan pada data, hal itu dapat memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga telah mencapai puncaknya, yang berpotensi membebani Dolar Australia dan pasangan mata uang AUD/USD.
Sebaliknya, jika proyeksi inflasi direvisi lebih tinggi, diikuti oleh komentar Bullock yang masih mengkhawatirkan soal inflasi, hal itu dapat membuat kenaikan suku bunga lebih lanjut tetap terbuka, memberikan dukungan baru bagi AUD/USD.
Dhwani Mehta, Analis Utama Sesi Asia di FXStreet, menyoroti level-level teknis utama untuk memperdagangkan AUD/USD setelah pengumuman kebijakan.
"Pasangan mata uang AUD/USD diperdagangkan dengan kuat di atas moving average jangka pendek dan menengah. Bullish crossover pada Simple Moving Average (SMA) 21 hari dan 50 hari menopang kenaikan, sementara SMA 200 hari di 0,6926 memperkuat struktur bullish yang lebih luas. Relative Strength Index (RSI) di dekat 60 condong lebih tinggi tetapi masih belum memasuki wilayah jenuh beli, mengindikasikan momentum ke atas tetap konstruktif pada grafik harian."
"Di sisi atas, resistance terdekat berada di level psikologis 0,7100, yang dapat bertindak sebagai pivot berikutnya untuk kelanjutan tren. Lebih jauh ke atas, tertinggi 5 Juni di dekat 0,7145 dapat diuji. Di sisi bawah, support awal terlihat di sekitar 0,7000, zona pertemuan SMA 21 hari dan SMA 50 hari. Di bawah itu, SMA 200 hari di 0,6926 dapat bertindak sebagai garis pertahanan yang lebih dalam," tambah Dhwani.
Indikator Ekonomi
Keputusan Suku Bunga RBA
Bank Sentral Australia (Reserve Bank of Australia/RBA) mengumumkan keputusannya mengenai suku bunga di akhir delapan pertemuan terjadwalnya per tahun. Jika RBA bersikap agresif terhadap prospek inflasi ekonomi dan menaikkan suku bunga, biasanya hal itu akan berdampak positif terhadap Dolar Australia (AUD). Demikian pula, jika RBA memiliki pandangan yang positif terhadap ekonomi Australia dan mempertahankan suku bunga tidak berubah, atau memangkasnya, hal itu dianggap berdampak negatif terhadap AUD.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Sel Agu 11, 2026 04.30
Frekuensi: Tidak teratur
Konsensus: 4.35%
Sebelumnya: 4.35%
Sumber: Reserve Bank of Australia
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
RBA Diprakirakan Menahan Suku Bunga di 4,35% saat Inflasi yang Lebih Lemah Redam Prakiraan Kenaikan Suku Bunga
Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah Tunggu Data Penjualan Ritel
Emas Tekan Level-Level Tertinggi Baru-Baru Ini, Incar US$4.400
RBA Diperkirakan Tahan Suku Bunga di 4,35% saat Inflasi yang Lebih Lemah Meredakan Taruhan Kenaikan Suku Bunga
Reserve Bank of Australia diperkirakan akan mempertahankan Official Cash Rate (OCR) tetap di 4,35% untuk pertemuan kedua berturut-turut pada hari Selasa. Keputusan tersebut akan diumumkan pada 04:30 GMT, disertai dengan Pernyataan Kebijakan Moneter dan prakiraan ekonomi terbaru. Konferensi pers Gubernur RBA Michele Bullock akan menyusul pada 05:30 GMT.