Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Selasa, 11 Agustus:
Indeks Dolar AS bergerak di 99,76 yang turun 0,05% pada basis harian setelah naik 0,22% pada Senin lalu dalam upaya untuk memulihkan penurunan ke level terendah baru sejak 18 Juni 2026 pasca data Nonfarm Payrolls Juli yang turun 23 ribu, di bawah prakiraan penambahan 80 ribu lapangan kerja.
Namun demikian, Greenback masih dalam kisaran yang terbentuk sejak akhir Juli. Ke depan, para pedagang akan memperhatikan data tenaga kerja lainnya yang akan dirilis hari ini dalam bentuk Perubahan Ketenagakerjaan ADP Rata-Rata 4-Minggu pada pukul 12:15 GMT (19:15 WIB). Data tersebut diikuti oleh data tingkat menengah lainnya yaitu Perubahan Penjualan Rumah Lama pada pukul 14:00 GMT (21:00 WIB).
Sementara itu dari sisi Rupiah, mata uang ini sempat menguat ke 17.737 per Dolar AS Senin lalu di tengah pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia yang menekan ketidakpastian atas pucuk pimpinan bank sentral Indonesia selanjutnya.
Dari dalam negeri, perhatian pasar pada Selasa, 11 Agustus, tertuju pada data Penjualan Ritel Indonesia bulan Juni yang akan dirilis oleh Bank Indonesia pada pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Tidak ada prakiraan untuk data ini setelah Penjualan Ritel Mei -3,9%.
Indikator Ekonomi
Penjualan Ritel (Thn/Thn)
Data Penjualan Ritel, dirilis oleh Statistik Indonesia, mewakili total pembelian konsumen dari toko ritel. Ini memberikan informasi berharga tentang pengeluaran konsumen yang merupakan bagian konsumsi dari PDB. Meningkatnya penjualan ritel menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat. Namun, jika kenaikannya lebih besar dari perkiraan, mungkin inflasi.
Baca lebih lanjutInformasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
RBA Diprakirakan Menahan Suku Bunga di 4,35% saat Inflasi yang Lebih Lemah Redam Prakiraan Kenaikan Suku Bunga
Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah Tunggu Data Penjualan Ritel
Emas Tekan Level-Level Tertinggi Baru-Baru Ini, Incar US$4.400
RBA Diperkirakan Tahan Suku Bunga di 4,35% saat Inflasi yang Lebih Lemah Meredakan Taruhan Kenaikan Suku Bunga
Reserve Bank of Australia diperkirakan akan mempertahankan Official Cash Rate (OCR) tetap di 4,35% untuk pertemuan kedua berturut-turut pada hari Selasa. Keputusan tersebut akan diumumkan pada 04:30 GMT, disertai dengan Pernyataan Kebijakan Moneter dan prakiraan ekonomi terbaru. Konferensi pers Gubernur RBA Michele Bullock akan menyusul pada 05:30 GMT.