• Harga Emas pulih ke dekat $4.240 di awal perdagangan sesi Asia hari Jumat. 
  • Trump mengatakan dia membatalkan serangan militer yang direncanakan terhadap Iran, memicu harapan kesepakatan damai AS-Iran. 
  • Kekhawatiran terhadap inflasi dan suku bunga AS yang lebih tinggi dapat membatasi kenaikan harga emas. 

Harga Emas (XAU/USD) diperdagangkan di wilayah positif dekat $4.240 selama awal perdagangan sesi Asia hari Jumat. Logam mulia ini rebound dari level terendah enam bulan setelah Presiden AS, Donald Trump, mengatakan dia membatalkan serangan militer yang direncanakan terhadap Iran, memicu harapan bahwa kesepakatan gencatan senjata AS-Iran sudah dekat. 

BBC melaporkan pada hari Kamis bahwa Trump mengatakan dia telah membatalkan serangan terhadap Iran, mengatakan negosiasi dengan Teheran telah "dibawa ke tingkat tertinggi pimpinan Iran dan disetujui." Namun demikian, Iran menyatakan bahwa Teheran "belum mencapai kesimpulan akhir mengenai sebuah kesepakatan."

Harapan akan jalan diplomatik keluar dari perang yang mengguncang pasar global menarik imbal hasil obligasi Pemerintah AS dan Dolar AS (USD) lebih rendah, mendukung harga komoditas berdenominasi USD. 

"Emas jelas saat ini sangat jenuh jual, dan masih harus dilihat apakah ini merupakan pemulihan atau sekadar posisi short yang melakukan profit taking," kata analis independen Ross Norman. 

Kenaikan logam kuning ini mungkin terbatas karena harga minyak mentah yang tinggi dapat mempercepat inflasi dan menjaga suku bunga tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama. Perlu dicatat bahwa Emas sering digunakan di tengah ketidakpastian geopolitik tetapi tidak memberikan imbal hasil, sehingga kurang menarik saat suku bunga tinggi.

Federal Reserve (The Fed) diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah dalam pertemuan pertama Kevin Warsh sebagai ketua The Fed minggu depan. Para pedagang kini memprakirakan probabilitas hampir 67% kenaikan suku bunga AS pada bulan Desember, menurut CME FedWatch tool.

(Berita ini dikoreksi pada 12 Juni pukul 00:10 GMT/07:10 WIB pada paragraf pertama, menjadi Harga Emas (XAU/USD) diperdagangkan di wilayah positif dekat $4.240 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Jumat, bukan sesi Eropa.)

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.


 

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Mengapa Harga Emas Rebound di Tengah Meredanya Ketegangan AS-Iran?

Mengapa Harga Emas Rebound di Tengah Meredanya Ketegangan AS-Iran?

Harga Emas (XAU/USD) diperdagangkan di wilayah positif dekat $4.240 selama awal perdagangan sesi Asia hari Jumat. Logam mulia ini rebound dari level terendah enam bulan setelah Presiden AS, Donald Trump, mengatakan dia membatalkan serangan militer yang direncanakan terhadap Iran, memicu harapan bahwa kesepakatan gencatan senjata AS-Iran sudah dekat.
Valas Hari Ini: Dolar AS Mundur dari Puncak Sepuluh Minggu, Prospek ECB Membebani Euro

Valas Hari Ini: Dolar AS Mundur dari Puncak Sepuluh Minggu, Prospek ECB Membebani Euro

Indeks Dolar AS (DXY) merosot tajam ke level 99,60 setelah naik ke level tertinggi tiga bulan sebelumnya dalam sesi ini, saat para investor melakukan aksi profit taking meskipun Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) Inti AS naik 0,4% MoM pada bulan Mei dan tetap di 4,9% YoY.

Emas berkonsolidasi di atas $4.200 saat risiko Hormuz dan taruhan The Fed mendukung USD

Emas berkonsolidasi di atas $4.200 saat risiko Hormuz dan taruhan The Fed mendukung USD

Emas terlihat mengkonsolidasikan pemulihan kuat hari sebelumnya dari level terendah tahun berjalan dan diperdagangkan dengan nyaman di atas $4.200 selama sesi Asia pada hari Jumat. Meskipun klaim Trump bahwa kesepakatan damai dengan Iran telah disetujui, kebuntuan atas Selat Hormuz dan dana beku Teheran membatasi optimisme terbaru. Selain itu, para pedagang masih memperhitungkan peluang lebih besar kenaikan suku bunga oleh The Fed pada tahun 2026 di tengah inflasi yang membandel, yang membantu menghidupkan kembali permintaan Dolar AS dan membatasi kenaikan emas batangan.

Dilema ECB: Inflasi Lebih Tinggi, Pertumbuhan Lebih Lemah dan Tidak Ada Jalur Suku Bunga yang Jelas

Dilema ECB: Inflasi Lebih Tinggi, Pertumbuhan Lebih Lemah dan Tidak Ada Jalur Suku Bunga yang Jelas

Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) menaikkan suku bunga pada hari Kamis saat perang di Iran dan gangguan energi menghidupkan kembali tekanan inflasi di Zona Euro.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 12 Juni

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 12 Juni

Indeks Dolar AS (DXY) turun tajam ke level 99,60 setelah naik ke level tertinggi tiga bulan sebelumnya dalam sesi tersebut, karena para investor mengunci laba meskipun Indeks Harga Produsen Inti (IHP) Amerika Serikat (USD) naik 0,4% MoM pada Mei dan bertahan di 4,9% YoY. Pullback pada Dolar AS (USD) memberikan sedikit kelegaan di seluruh pasangan mata uang utama.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA