Harga emas melemah - meninggalkan level $4000 per ons, setelah laporan Dolar, Imbal hasil AS dan Harga minyak menguat - menjadi emas semakin terpuruk dan ditinggalkan karena tidak memberikan imbal hasil yang pasti.

Pelemahan dipimpin oleh rangkaian data ekonomi AS yang mengecewakan pada Kamis (16/7) dan gejolak geopolitik yang masih tinggi.

*Key Highlights*

- Harga emas meninggalkan level $4,000 dan mencatatkan titik terendah baru pada selama bulan Juli. Sementara Dolar menguat sekitar 22 pips berakhir pada level 100.73.

- Klaim Pengangguran AS dilaporkan naik sekitar 208K klaim baru selama sepekan terakhir, angka ini dirilis lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya pada 216K.

- Penjualan ritel AS dilaporlkan naik hanya sebanyak 0.2% angka ini melambat dari perkiraan dan data sebelumnya pada 0.2% (F) dan 1.0% (P).

- Setelah serangkaian laporan inflasi hingga tenaga kerja minggu ini, Pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah pada pertemuan Juli mendatang, dengan probabilitas sekitar 73% bank akan  mempertahankan suku bunga di level saat ini.

- Namun, peluang kenaikan suku bunga pada bulan Oktober tetap tinggi, yaitu sekitar 57%, menurut data Prime Terminal.

- Di Timur Tengah, ketegangan masih berlangsung dan Selat Hormuz masih ditutup. Saat ini  ketegangan antara AS dan Iran memicu kekhawatiran akan kemungkinan gangguan pasokan minyak, mendorong harga energi lebih tinggi dan berpotensi memicu putaran inflasi lainnya.

- Pada Jumat (16/7), pasar akan menyaksikan laporan Inflasi Eropa dan data perumahan AS. Diluar dari faktor data ekonomi, Pasar juga akan terus mencermati perkembangan seputar konflik AS-Iran.

*Market Movement*

Hingga akhir perdagangan Kamis (16/7), Harga emas diperdagangkan anjlok - turun dibawah $4,000  karena faktor geopolitik dan kekuatan Dolar, membebani kenaikan Harga emas.

Dipasar gulir, harga emas berakhir turun sekitar $83.31 atau 2.05% berakhir pada level $3,976.07 per ons, setelah uji terendah $3,969.

Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Agustus berakhir turun sekitar $59.70 atau 1.47% berakhir pada level $3,992.10 per ons.

Harga minyak bergerak stabil pada level tertinggi minggu ini. Ketegangan geopolitik yang meningkat mengancam kenaikan harga minyak lebih lanjut. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada kamis (16/7) pada pukul 04:00 WIB:

• OIL (SPOT) : $78.95 ,  -$0.71 /  -0.89%
WTI : $78.95 ,  -$0.65 /  -0.82%
• BRENT : $84.23 ,  -$0.72 /  -0.85%
• NGAS : $2.8250 , -$0.039 / +1.36%

Indeks Dolar AS rebound - mencatatkan kenaikan sekitar 22 pips atau 0.22% berakhir pada level 100.73, setelah sempat uji tertinggi 100.83 dan terendah 100.43. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Kamis (16/7) pada pukul 04:00 WIB:

• AUDUSD : 0.69946 ,  -9 /  -0.13%
• EURUSD : 1.14399 , +24 / +0.21%
• GBPUSD : 1.34763 ,  -61 /  -0.45%
• NZDUSD : 0.58420 ,  -5 /  -0.09%
• USDJPY : 162.354 , +14 / +0.08%
• USDCAD : 1.40404 , +3 / +0.02%
• USDCHF : 0.80845 , +34 / +0.42%
• USDCNH : 6.77207 , +33 / +0.05%

*Sentimen*

Pada Jumat (16/7), pasar akan menyaksikan laporan Inflasi Eropa dan data perumahan AS. Diluar dari faktor data ekonomi, Pasar juga akan terus mencermati perkembangan seputar konflik AS-Iran.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua analisa

Gabung Telegram

Analisis Terkini


Analisa Terkini

Pilihan Editor

Emas Tergelincir di Bawah $4.000, Taruhan Suku Bunga Fed Terjaga akibat Inflasi Energi

Emas Tergelincir di Bawah $4.000, Taruhan Suku Bunga Fed Terjaga akibat Inflasi Energi

Emas (XAU/USD) bergerak lebih rendah pada hari Kamis karena para pedagang mengabaikan laporan inflasi AS berturut-turut yang lebih lemah dari prakiraan dan tetap fokus pada ketegangan Timur Tengah yang kembali meningkat, yang memicu kekhawatiran bahwa harga energi yang lebih tinggi dapat kembali memicu tekanan inflasi.
Minyak Mentah Mengamati Houthi Membidik Rute Ekspor Terakhir yang Masih Berfungsi

Minyak Mentah Mengamati Houthi Membidik Rute Ekspor Terakhir yang Masih Berfungsi

Minyak West Texas Intermediate (WTI) menghabiskan pagi Eropa pada hari Kamis dengan merosot ke 78,37 sebelum melonjak hampir dua dolar ke 80,29 ketika Houthi mengancam akan menargetkan semua lokasi Minyak Saudi dan fasilitas utama jika Arab Saudi meningkatkan tindakannya terhadap Yaman. Dorongan beli itu tidak bertahan di atas Exponential Moving Average (EMA) 50-hari di 80,21.
Indeks Dolar AS: Indeks Dolar Melemah karena Data Inflasi yang Lebih Rendah dari yang Diprakirakan

Indeks Dolar AS: Indeks Dolar Melemah karena Data Inflasi yang Lebih Rendah dari yang Diprakirakan

Indeks dolar kembali mendapatkan traksi setelah mengalami kerugian dalam dua hari terakhir, dipicu oleh data inflasi AS Juni (CPI, PPI) yang lebih rendah dari prakiraan sehingga meredan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed.
Valas Hari Ini: Mata Uang Utama Stabil saat Aksi Jual USD Kehilangan Tenaga

Valas Hari Ini: Mata Uang Utama Stabil saat Aksi Jual USD Kehilangan Tenaga

Pasangan mata uang utama tetap relatif tenang di sesi Eropa pada hari Kamis karena Dolar AS (USD) menemukan pijakannya setelah aksi jual selama dua hari. Pada paruh kedua hari ini, data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan dan Penjualan Ritel bulan Juni akan menjadi sorotan dalam kalender ekonomi AS.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

BERITA