Ahli Strategi Valas Senior Rabobank, Jane Foley, mengatakan bahwa spekulasi mengenai pergeseran struktural dalam valuasi Yen Jepang (JPY) menantang asumsi carry trade tradisional dan selera investor Jepang terhadap aset asing. Kenaikan imbal hasil JGB, pertumbuhan yang tangguh, dan upah riil yang lebih kuat semakin mendukung Yen, terutama jika BoJ menjadi lebih hawkish.

Data yang Tangguh dan Risiko BoJ Mendukung Yen

"Faktor kedua yang memengaruhi sentimen berkaitan dengan spekulasi pasar mengenai apakah akhirnya telah terjadi perubahan besar dalam nilai JPY. Hal ini memiliki implikasi terhadap pandangan lama tentang carry trade dan juga apakah investor domestik Jepang mungkin memiliki insentif yang lebih kecil untuk memegang aset asing, termasuk obligasi pemerintah AS."

"Masalah yang jelas berkaitan dengan penggunaan JPY sebagai mata uang pendanaan dan khususnya apakah masih ada ruang bagi pembalikan cepat posisi jual JPY baru-baru ini untuk semakin cepat dalam jangka pendek. Selain itu, JPY yang menguat akan membawa ketidakpastian baru mengenai apakah investor domestik Jepang akan memiliki insentif yang lebih kecil untuk mencari peluang di luar negeri."

"Kenaikan imbal hasil JGB telah menjadikan tema ini semakin hangat. Memang, pasar telah menduga bahwa Departemen Keuangan AS telah khawatir selama beberapa waktu bahwa perusahaan asuransi besar Jepang berpotensi menjual utang pemerintah AS untuk membeli JGB."

"Meskipun ada beberapa kecurigaan yang belum terkonfirmasi mengenai price checking pada USD/JPY oleh otoritas Jepang pekan lalu, lonjakan nilai JPY yang lebih baru tampaknya terjadi tanpa bantuan otoritas. Ini lebih kuat daripada pergerakan yang dipicu oleh intervensi karena menandakan bahwa pasar mungkin mencerminkan perubahan dalam fundamental Jepang."

"Bukti yang lebih besar mengenai inflasi yang dihasilkan secara domestik yang berasal dari data upah riil, ekonomi yang tangguh yang didukung oleh keterlibatan korporasi Jepang dalam rantai pasokan semikonduktor dan reformasi pasar saham semuanya merupakan faktor yang mendukung JPY. Meskipun JPY akan rentan terhadap apa pun selain nada hawkish dari BoJ bulan ini, kami tetap konstruktif terhadap JPY dalam jangka menengah."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Lanjut Pulih dari Terendah Satu Pekan, Rebut Kembali US$4.400 saat Dolar AS Tertekan

Emas Lanjut Pulih dari Terendah Satu Pekan, Rebut Kembali US$4.400 saat Dolar AS Tertekan

Emas (XAU/USD) melanjutkan pemulihan dalam perdagangan harian dari level terendah satu pekan dan kembali merebut level US$4.400 menjelang sesi Eropa pada hari Rabu.
Rupiah Indonesia Menguat di Tengah Meningkatnya Keyakinan Konsumen, Melemahnya Dolar AS

Rupiah Indonesia Menguat di Tengah Meningkatnya Keyakinan Konsumen, Melemahnya Dolar AS

USD/IDR melanjutkan pelemahannya untuk dua hari berturut-turut, diperdagangkan di sekitar 17.570 selama awal sesi perdagangan Eropa pada hari Rabu.
Valas Harian: Aksi Harga Dolar Cukup Buruk

Valas Harian: Aksi Harga Dolar Cukup Buruk

Meskipun harga energi lebih tinggi dan suku bunga AS jangka pendek yang kuat, dolar tetap lemah. Pergerakan liar pada USD/JPY tetap menjadi sorotan utama, tetapi lingkungan investasi yang jinak dan bervolatilitas rendah juga menjadi faktor penting lain yang mendorong arus keluar dari dolar. Kalender hari ini sepi dan fokus kemungkinan akan kembali ke Treasury AS menjelang lelang.
Emas Lanjut Pulih dari Terendah Satu Pekan, Rebut Kembali US$4.400 saat Dolar AS Tertekan

Emas Lanjut Pulih dari Terendah Satu Pekan, Rebut Kembali US$4.400 saat Dolar AS Tertekan

Emas (XAU/USD) melanjutkan pemulihan dalam perdagangan harian dari level terendah satu pekan dan kembali merebut level US$4.400 menjelang sesi Eropa pada hari Rabu.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 9 September:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 9 September:

Dolar AS berusaha keras untuk tetap tangguh terhadap mata uang utama lainnya di pertengahan pekan, dengan Indeks USD turun ke level terendah dalam lebih dari dua minggu di bawah 98,70. Kalender ekonomi AS akan menampilkan Perubahan Ketenagakerjaan ADP mingguan dan data Perubahan Stok Minyak Mentah dari Energy Information Administration. Yang lebih penting, Bank Sentral Eropa akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada hari Kamis dan Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis angka Indeks Harga Konsumen bulan Juli pada hari Jumat.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA