Keyakinan Konsumen Indonesia untuk bulan Agustus 2026 berada di 118,5 yang lebih tinggi dari 116,8 pada bulan Juli. Indeks tetap berada di level optimis karena di atas 100, seperti dicatat oleh Bank Indonesia.
Peningkatan dalam Keyakinan Konsumen ini ditopang oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) di 109,4 yang lebih tinggi dari sebelumnya 107,9. Selain itu, Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) di 127,6 juga lebih tinggi dari sebelumnya 125,7.
Reaksi Pasar
Rupiah berada di 17.564 terhadap Dolar AS, yang tidak menunjukkan reaksi signifikan terhadap data. Pada basis harian, mata uang ini menguat 0,35% dari penutupan hari sebelumnya dan sempat meraih level tertinggi sejak 18 Mei 2026 di 17.536 di perdagangan sesi Asia hari ini.
Indikator Ekonomi
Keyakinan Konsumen
Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia mencerminkan perubahan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya. Laporan tersebut mencakup Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk menggambarkan gambaran akurat terkait sentimen konsumen di negara ini.
Baca lebih lanjutInformasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Dolar Australia Tetap Unggul versus USD yang Lemah setelah Data Inflasi Tiongkok
Yen Jepang Menguat saat Spekulasi Kenaikan Suku Bunga BoJ Meningkat
Emas Tampak dalam Mode ‘Jual saat Memantul’ di Tengah Konflik Timur Tengah yang semakin Meluas
Dolar Australia Tetap Unggul versus USD yang Lemah setelah Data Inflasi Tiongkok