Pasar keuangan global tampak diperdagangkan tenang, sejak awal pekan dengan indeks Dolar AS bertahan didekat level 99 dan Emas bergerak pada kisaran yang sempit.
AUD/USD bertahan pada titik tertinggi sejak Mei - dengan focus pasar tertuju pada laporan inflasi Tiongkok yang akan dirilis hari ini.
*Key Highlights*
- Dolar bertahan didekat level 99, dengan sedikit tekanan turun karena antisipasi trader jelang pelaksanaan buyback obligasi Departemen AS yang akan dimulai hari ini.
- Dolar bahkan bertahan meski Yen Jepang menguat secara brutal mencapai titik 152.80 menyusul ekspektasi kenaikan suku bunga BoJ pekan depan.
- Disisi lain, Harga emas terkoreksi dibawah $4,400 per ons, melemah selama tiga sesi perdagangan berturut-turut. Terlihat mencoba menyempurnakan pola Head and Shoulder.
- Pada Selasa (8/9), Pasar Amerika akan Kembali dibuka. Volatilitas pasar diperkirakan akan Kembali ramai.
- Pada Rabu (9/9) focus pasar akan tertuju pada laporan Inflasi Tiongkok. Laporan ini diperkirakan akan sangat mempengaruhi volatilitas AUSDUSD.
- Minggu ini, focus akan tertuju dua hari paling krusial. yakni pengumunan Keputusan Suku Bunga ECB dan laporan Inflasi Amerika pada Kamis dan Jumat.
- Euro diperkeirakan akan mengalami volatilitas tinggi. Europena Central Bank diperkirakan akan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 2.50%.
*Market Movement*
Hingga akhir perdagangan Selasa (8/9), Harga emas berakhir melemah ditengah sepinya volatilitas
Dipasar gulir, Harga emas turun - sekitar $50.76 atau 1.15% berakhir pada level $4,355.38 per ons, setelah capai terendah $4,345.
Pada Selasa (8/9), emas berjangka kontrak Desember berakhir terkoreksi sebesar $37.60 atau 0.84% berakhir pada level $4,439.00 per ons.
Harga minyak berakhir menguat dipasar spot, karena dorongan geopolitik. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Selasa (8/9) pada pukul 04:00 WIB:
• OIL (SPOT) : $92.19 , +$1.51 / +1.67%
• WTI : $93.03 , +$1.55 / +1.69%
• BRENT : $97.92 , +$0.92 / +0.95%
• NGAS : $2.9440 , -$0.053 / -1.77%
Indeks Dolar AS terkoreksi dibawah level 99, fokus dollar tertuju pada yield AS dan probabilitas suku bunga the Fed. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Selasa (8/9) pada pukul 04:00 WIB:
• AUDUSD : 0.72147 , -3 / -0.04%
• EURUSD : 1.16221 , +0 / +0.00%
• GBPUSD : 1.35398 , +0 / +0.00%
• NZDUSD : 0.58547 , -23 / -0.39%
• USDJPY : 153.967 , -38 / -0.25%
• USDCAD : 1.37807 , -31 / -0.22%
• USDCHF : 0.80949 , +1 / +0.01%
• USDCNH : 6.70575 , -17 / -0.03%
*Sentimen*
Pada Rabu (9/9) focus pasar akan tertuju pada laporan Inflasi Tiongkok. Laporan ini diperkirakan akan sangat mempengaruhi volatilitas AUSDUSD.
Minggu ini, focus akan tertuju dua hari paling krusial. yakni pengumunan Keputusan Suku Bunga ECB dan laporan Inflasi Amerika pada Kamis dan Jumat.
Analisa Terkini
Pilihan Editor
Dolar Australia Tetap Unggul versus USD yang Lemah setelah Data Inflasi Tiongkok
Yen Jepang Menguat saat Spekulasi Kenaikan Suku Bunga BoJ Meningkat
Emas Tampak dalam Mode ‘Jual saat Memantul’ di Tengah Konflik Timur Tengah yang semakin Meluas
Dolar Australia Tetap Unggul versus USD yang Lemah setelah Data Inflasi Tiongkok
Valas Hari Ini: Inflasi Tiongkok Membayangi dengan Pernyataan Lagarde Jelang Keputusan ECB
Pasar Valas tetap lesu sejak awal pekan, dengan Dolar AS (USD) bertahan di dekat 99,00 pada hari Selasa, sebagaimana digambarkan oleh Indeks Dolar AS (DXY). Perkembangan geopolitik di Timur Tengah, lonjakan harga energi, dan naiknya imbal hasil AS menempatkan data inflasi di garis depan, dengan sebagian besar investor menyoroti laporan IHP dan IHK di Amerika Serikat pada hari Kamis dan Jumat.