XAU/USD anjlok pada penghujung sesi AS karena pasar lebih mengkhawatirkan dampak inflasi dari lonjakan harga minyak daripada membeli emas sebagai aset safe haven. Kenaikan harga minyak Brent yang mendekati US$100 per barel akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah memicu kekhawatiran bahwa biaya energi akan mendorong inflasi AS kembali naik dan membuat The Fed mempertahankan kebijakan hawkish atau menaikkan suku bunga pada pertemuan FOMC tanggal 15-16 September.
Penguatan yang terjadi pada Yen Jepang, yang ditopang oleh ekspektasi kebijakan moneter lebih ketat dari Bank of Japan (BoJ), mendorong Indeks Dolar AS melemah hingga mendekati level terendah dalam lebih dari dua minggu. Akan tetapi penguatan Emas masih terbatas karena prospek kebijakan moneter global yang cenderung hawkish mempertahankan daya tarik instrumen berbunga sekaligus mengurangi minat terhadap emas yang tidak menawarkan imbal hasil.
Meski demikian, ruang pelemahan Dolar AS berpotensi tetap terbatas seiring eskalasi konflik di Timur Tengah yang menopang harga minyak pada level tinggi dan mempertahankan risiko tekanan inflasi. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar memperkirakan bahwa Federal Reserve masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga lebih dari sekali hingga akhir tahun.
Menjelang publikasi data Indeks Harga Konsumen (IHK/CPI) AS, pergerakan emas berpotensi berlangsung volatil dengan peluang yang relatif terbuka ke kedua arah. Namun, bias jangka pendek masih cenderung bearish sehingga pelaku pasar kemungkinan memanfaatkan setiap rebound sebagai peluang jual, terutama setelah inflasi Tiongkok tercatat melampaui ekspektasi.
Harga emas kembali mencoba bangkit pada perdagangan Rabu pagi, melanjutkan pola pemulihan yang sempat terbentuk di sesi Asia. Emas beranjak dari level terendah dalam sepekan di kisaran 4350.00, tetapi ruang penguatannya masih terbatas karena pasar cenderung menahan posisi agresif di tengah eskalasi konflik Timur Tengah.
Fokus pasar masih tetap terfokus pada perkembangan konflik AS-Iran serta meningkatnya resiko geopolitik di kawasan Timur Tengah yang terus menjadi pendorong utama sentimen global. Pasar menanti rilis data Inflasi yang akan dikeluarkan di penghujung minggu ini.

Analisa Teknikal XAU/USD

Analisa teknikal menunjukkan bahwa hari ini XAU/USD rebound dan mengalami penguatan dalam perdagangannya walaupun potensi bearish secara teknikal masih sangat berpeluang selama perdagangan hari ini. Pergerakan diperkirakan bervolatilitas tinggi dan berusaha untuk mencoba menembus level 4400.00.
XAU/USD diperkirakan masih tetap menyimpan peluang untuk mencatatkan rebound jangka pendek dan menjaga stabilitas pergerakan harga ditengah tendensi pelemahan yang terjadi sejak jumat lalu. Pasar saat ini berada dalam tendensi “Soft Bearish” walaupun masih tetap berada dalam posisi “wait and see”, dimana pelaku pasar cenderung menahan posisi sambil menunggu kejelasan arah. Potensi pembalikan tetap terbuka, terutama saat likuiditas meningkat di sesi Amerika, meskipun pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada perkembangan terbaru yang mampu menjadi katalis bagi pasar.
Pada pembukaan perdagangan hari ini, XAU/USD memulai sesi di level 4353.60 dan mengalami pelemahan hingga menembus level 4340.71, XAU/USD mencoba rebound dan mencoba menguat serta menembus level 4387.27. Diprediksi bahwa XAU/USD akan terus berflutuatif sengan tinggi tapi tendensi penguatan diperkirakan akan terjadi saat memasuki pasar Eropa nanti
Arah XAU/USD masih sangat sensitif terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah dan perubahan ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve. Meskipun volatilitas pasar tetap tinggi, emas masih memperlihatkan kecenderungan positif sehingga peluang pemulihan dalam perdagangan intraday belum sepenuhnya tertutup. Namun, pelaku pasar tampaknya belum berani mengambil posisi secara agresif. Pergerakan yang lebih kuat kemungkinan baru terbentuk setelah munculnya sentimen baru yang mampu memberikan kepastian arah pada sesi hari ini.
Menurut perkiraan kami, titik terendah dari XAU/USD hari ini akan berada di level 4349.27 walaupun tidak tertutup kemungkinan akan menuju ke titik terendah harian dan berada di level 4335.11. Akan tetapi, sebelum mencapai level tersebut, aset ini harus melewati level 4357.89.
Akan tetapi, potensi penguatan masih akan terjadi pada XAU/USD, kami memproyeksikan bahwa penguatan harga emas bisa mencapai titik tertinggi di level 4428.00. Namun, untuk mencapai level tersebut, XAU/USD harus melewati level 4400.00 dan terus menguat hingga menembus level 4412.41
Trading Plan
Range XAU/USD: 4340.89 - 4411.49
S1 = 4349.27
S2 = 4335.11
R1 = 4412.41
R2 = 4428.00
Informasi serta prediksi yang terkandung dalam artikel ini adalah opini yang kami berikan untuk Anda, oleh karena itu diharapkan agar Anda tetap melakukan analisa dan menjadikan opini ini sebagai landasan untuk menganalisa serta melakukan transaksi dalam setiap perdagangan yang dilakukan. Kami tidak bertanggung jawab atas kerugian serta kesalahan perdagangan yang timbul dari penggunaan artikel ini. Harap diperhatikan bahwa analisa yang paling terbaik adalah analisa yang dimiliki oleh Anda sendiri. Salam Profit Indonesia
Analisa Terkini
Pilihan Editor
Emas Lanjut Pulih dari Terendah Satu Pekan, Rebut Kembali US$4.400 saat Dolar AS Tertekan
Rupiah Indonesia Menguat di Tengah Meningkatnya Keyakinan Konsumen, Melemahnya Dolar AS
Emas Tampak dalam Mode ‘Jual saat Memantul’ di Tengah Konflik Timur Tengah yang semakin Meluas
Emas Lanjut Pulih dari Terendah Satu Pekan, Rebut Kembali US$4.400 saat Dolar AS Tertekan
Valas Hari Ini: Inflasi Tiongkok Membayangi dengan Pernyataan Lagarde Jelang Keputusan ECB
Pasar Valas tetap lesu sejak awal pekan, dengan Dolar AS (USD) bertahan di dekat 99,00 pada hari Selasa, sebagaimana digambarkan oleh Indeks Dolar AS (DXY). Perkembangan geopolitik di Timur Tengah, lonjakan harga energi, dan naiknya imbal hasil AS menempatkan data inflasi di garis depan, dengan sebagian besar investor menyoroti laporan IHP dan IHK di Amerika Serikat pada hari Kamis dan Jumat.