USD/IDR: Rupiah Sedikit Pulih ke 17.730 usai BI Naikkan Suku Bunga ke 5,75%


  • Rupiah menguat ke 17.730 per Dolar AS dari 17.799 sesaat setelah keputusan BI diumumkan.
  • BI menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 5,75%, membawa total kenaikan sejak Mei menjadi 100 basis poin.
  • Pelemahan Dolar AS dan penurunan harga minyak membantu meredakan tekanan terhadap Rupiah.

Rupiah memangkas sebagian pelemahannya setelah Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan pada Kamis. USD/IDR turun ke 17.730 pada saat berita ini ditulis, dari 17.799 sesaat setelah keputusan diumumkan, tetapi masih sedikit di atas level pembukaan 17.715.

USD/IDR sempat mendekati level psikologis 18.000 sebelum berbalik turun. Sepanjang perdagangan, pasangan mata uang tersebut bergerak dalam kisaran 17.715-17.900. Kurs transaksi BI menempatkan Dolar AS di Rp17.841,76 untuk kurs jual dan Rp17.664,24 untuk kurs beli, sedangkan JISDOR pada Rabu tercatat di Rp17.753.

BI Telah Naikkan Suku Bunga 100 Basis Poin sejak Mei

Pada hari ini, Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% dari 5,50%, sesuai konsensus pasar. Dengan langkah ini, total kenaikan sejak Mei mencapai 100 basis poin.

BI menyebut kenaikan tersebut diperlukan untuk memperkuat stabilisasi Rupiah dan menjaga inflasi 2026-2027 tetap dalam sasaran 2,5±1%. Bank sentral juga akan meningkatkan intervensi di pasar NDF, spot, dan DNDF serta menjaga imbal hasil SRBI tetap menarik bagi aliran modal asing. Deposit Facility dinaikkan menjadi 4,75%, sementara Lending Facility menjadi 6,50%.

BI juga memperketat transaksi valas dengan menurunkan batas pembelian valas tunai terhadap Rupiah tanpa underlying dari US$25.000 menjadi US$10.000 per pelaku per bulan, berlaku mulai 1 Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat stabilisasi Rupiah dan kehati-hatian di pasar valas.

Dolar AS Terkoreksi setelah Melonjak usai FOMC

Dolar AS berbalik turun pada Kamis siang, meski masih dekat level tertinggi hampir tiga bulan. Indeks Dolar AS (DXY) melemah 0,16% ke 100,23 setelah semalam menyentuh 100,57 menyusul keputusan Federal Open Market Committee (FOMC).

The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%, tetapi proyeksi ekonominya cenderung hawkish. Prakiraan inflasi PCE 2026 dinaikkan menjadi 3,6% dari 2,7%, sedangkan median suku bunga akhir tahun bergeser ke 3,8% dari 3,4%. Dalam konferensi pers perdananya sebagai Ketua The Fed, Kevin Warsh kembali menempatkan inflasi sebagai perhatian utama.

Penurunan Minyak Redakan Tekanan

Kesepakatan gencatan senjata AS-Iran turut menekan harga minyak, meski belum menghapus risiko geopolitik sepenuhnya. Berdasarkan data Bloomberg, Brent turun 1,81% ke US$78,11 per barel, sementara WTI melemah 2,11% ke US$75,17. Pasar mulai memperhitungkan pulihnya ekspor Iran dan arus pasokan melalui Selat Hormuz.

Perhatian pasar malam ini beralih ke Klaim Tunjangan Pengangguran Awal AS dan Survei Manufaktur The Fed Philadelphia dengan pasar masih mencerna hasil FOMC semalam. Klaim Pengangguran diprakirakan turun menjadi 225 ribu dari 229 ribu, sedangkan indeks manufaktur Philadelphia diproyeksikan naik ke 10 dari -0,4.

Indikator Ekonomi

Survei Manufaktur The Fed Philadelphia

Survei Manufaktur Fed Philadelphia adalah indeks penyebaran kondisi manufaktur (gerakan manufaktur) dalam Federal Reserve Bank of Philadelphia. Survei ini, disajikan sebagai indikator manufaktur tren sektor, yang terkait dengan manufaktur ISM Index (Institute for Supply Management) dan indeks produksi industri. Hal ini juga digunakan sebagai perkiraan Indeks ISM. Umumnya, pembacaan di atas harapan dipandang sebagai positif bagi USD.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Jun 18, 2026 12.30

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 10

Sebelumnya: -0.4

Sumber: Federal Reserve Bank of Philadelphia

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Turun di Bawah $4.300, Taruhan The Fed Kalahkan Harapan Kesepakatan Iran

Emas Turun di Bawah $4.300, Taruhan The Fed Kalahkan Harapan Kesepakatan Iran

Emas (XAU/USD) memangkas sebagian kenaikan moderat dalam perdagangan harian dan kembali turun di bawah level $4.300 selama paruh pertama sesi Eropa pada hari Kamis. Sikap hawkish Federal Reserve AS (The Fed) membantu Dolar AS (USD) menarik pembeli baru setelah pullback korektif yang dipicu oleh kesepakatan damai AS-Iran dari level tertinggi sejak akhir Maret.
IHSG Turun 0,78% ke 6.172 usai BI-Rate Naik, Saham Bank Tertekan

IHSG Turun 0,78% ke 6.172 usai BI-Rate Naik, Saham Bank Tertekan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan selama dua hari berturut-turut pada Kamis, turun 0,78% atau 48 poin ke 6.172 setelah Bank Indonesia kembali menaikkan suku bunga. Indeks dibuka di 6.191 dan sempat merosot hingga 6.073 sebelum memangkas sebagian tekanan. Level tertinggi harian tercatat di 6.197. Koreksi terutama melanda saham perbankan dan kelompok berkapitalisasi besar.
$4.300 Direbut Kembali: Emas Memantul saat Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Iran Imbangi Kebijakan The Fed

$4.300 Direbut Kembali: Emas Memantul saat Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Iran Imbangi Kebijakan The Fed

Emas memulihkan penurunan di atas $4.300 dalam perdagangan sesi Asia hari Kamis saat keadaan mulai mereda setelah keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) AS dan penandatanganan kesepakatan damai AS-Iran.
Bitcoin turun di bawah $64.000 karena sikap hawkish The Fed membebani selera risiko

Bitcoin turun di bawah $64.000 karena sikap hawkish The Fed membebani selera risiko

Bitcoin tetap berada di bawah tekanan, memperpanjang koreksinya, diperdagangkan di bawah $64.000. Federal Reserve AS mempertahankan suku bunga tidak berubah tetapi menyampaikan nada hawkish pada hari Rabu, yang melemahkan sentimen risiko.

Bank of England diperkirakan akan mempertahankan kebijakan tanpa perubahan setelah pertemuan Juni

Bank of England diperkirakan akan mempertahankan kebijakan tanpa perubahan setelah pertemuan Juni

BoE diperkirakan akan mempertahankan Bank Rate acuan tidak berubah di 3,75% untuk keempat kalinya secara berturut-turut pada hari Kamis, karena kesepakatan damai AS-Iran dan angka inflasi konsumen yang lebih rendah dari perkiraan yang terlihat awal pekan ini telah meredakan tekanan untuk mengetatkan kebijakan moneter.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA