Fokus Hari Ini di Indonesia: Rupiah Tertekan Pasca-FOMC, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BI


Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Kamis, 18 Juni:

Dolar AS melepas sebagian penguatannya pada Kamis pagi, tetapi masih berada dekat level tertinggi dalam hampir tiga bulan. Indeks Dolar AS (DXY) turun tipis 0,09% ke 100,30 setelah semalam mencapai 100,57 menyusul keputusan Federal Open Market Committee (FOMC).

The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%-3,75%. Kejutan justru datang dari proyeksi terbarunya. Prakiraan inflasi PCE 2026 dinaikkan menjadi 3,6% dari 2,7%, sedangkan median suku bunga akhir tahun bergeser ke 3,8% dari 3,4%.

Dalam konferensi pers pertamanya sebagai Ketua The Fed, Kevin Warsh kembali menempatkan inflasi sebagai perhatian utama. Ia menegaskan komitmen membawa inflasi kembali ke target 2% dan mengumumkan peninjauan terhadap komunikasi, neraca, data, produktivitas, pasar tenaga kerja, serta kerangka inflasi bank sentral. Format Summary of Economic Projections juga berpeluang diubah sebelum akhir tahun.

Rupiah Terpukul, Pasar Menunggu Respons BI

Nada hawkish The Fed langsung menekan Rupiah. USD/IDR naik 120,6 poin atau 0,68% ke 17.850,6 dan sempat menyentuh area 17.900-an. Koreksi tipis DXY pada sesi Asia belum banyak mengubah posisi Dolar AS setelah proyeksi inflasi dan suku bunga The Fed dinaikkan.

Sorotan kini beralih ke rapat Bank Indonesia pada Kamis siang. Konsensus pasar memprakirakan BI kembali menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 5,75%, hanya sepekan setelah kenaikan mendadak ke 5,50%. Deposit Facility diproyeksikan naik menjadi 4,75%, sementara Lending Facility menjadi 6,50%.

Christopher Wong, analis OCBC, menilai keputusan kenaikan suku bunga yang tidak terduga serta berbagai langkah stabilisasi pasar Valas oleh Bank Indonesia telah membantu memperbaiki sentimen terhadap Rupiah. Namun, penguatan tersebut berpotensi tertahan jika BI tidak memberikan sinyal kebijakan yang cukup tegas, terutama setelah proyeksi terbaru The Fed kembali memperkuat posisi Dolar AS.

Nada hawkish BI dan meredanya tekanan eksternal dapat membuka ruang penurunan USD/IDR menuju support 17.620, kemudian 17.430-17.450. Di sisi atas, resistance terdekat berada di sekitar 17.838 dan 17.950.

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Jun 18, 2026 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: 5.75%

Sebelumnya: 5.5%

Sumber: Bank Indonesia

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Perak Naik di Atas $69,00, namun Tetap Terbatas di Bawah SMA 100 Hari

Perak Naik di Atas $69,00, namun Tetap Terbatas di Bawah SMA 100 Hari

Harga Perak naik mendekati $69,15 selama perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Logam putih menarik beberapa pembeli setelah perkembangan positif terkait kesepakatan damai AS-Iran. Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, keduanya menandatangani secara digital nota kesepahaman dalam bahasa Inggris dan Farsi yang bertujuan mengakhiri perang dengan Iran.
Fokus Hari Ini di Indonesia: Rupiah Tertekan Pasca-FOMC, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BI

Fokus Hari Ini di Indonesia: Rupiah Tertekan Pasca-FOMC, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BI

USD/IDR naik 120,6 poin atau 0,68% ke 17.850,6 dan sempat menyentuh area 17.900-an setelah proyeksi inflasi dan suku bunga The Fed dinaikkan. Sorotan kini beralih ke rapat Bank Indonesia pada Kamis siang. Konsensus pasar memprakirakan BI kembali menaikkan suku bunga 25 basis poin.

$4.300 Direbut Kembali: Emas Memantul saat Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Iran Imbangi Kebijakan The Fed

$4.300 Direbut Kembali: Emas Memantul saat Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Iran Imbangi Kebijakan The Fed

Emas memulihkan penurunan di atas $4.300 dalam perdagangan sesi Asia hari Kamis saat keadaan mulai mereda setelah keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) AS dan penandatanganan kesepakatan damai AS-Iran.
Bitcoin kehilangan $65.000 sementara Ethena dan Stellar maju

Bitcoin kehilangan $65.000 sementara Ethena dan Stellar maju

Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas tetap terbagi dengan Bitcoin turun di bawah $65.000 pada hari Kamis setelah pidato hawkish Kevin Warsh pada hari sebelumnya, sementara altcoin seperti Ethena dan Stellar naik. Permintaan untuk altcoin dengan utilitas dunia nyata, yang terkait dengan stablecoin atau saham atau obligasi yang ditokenisasi, memicu tekanan beli jangka pendek.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 18 Juni

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 18 Juni

Indeks Dolar AS (DXY) melonjak menuju level 100,40 pada hari Rabu setelah keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed) bulan Juni, di mana bank sentral mempertahankan suku bunga tidak berubah pada 3,50%-3,75%, seperti yang telah diprakirakan secara luas, dalam pertemuan pertama Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA