- Utang luar negeri Indonesia tumbuh 1,9% secara tahunan pada April 2026, lebih cepat dari 1,0% pada Maret.
- Kenaikan berasal dari sektor publik, sementara utang swasta masih menyusut.
- Bank Indonesia menilai struktur utang tetap sehat karena didominasi kewajiban jangka panjang.
Utang luar negeri (ULN) Indonesia meningkat pada April 2026. Bank Indonesia mencatat total ULN mencapai US$439,8 miliar, tumbuh 1,9% secara tahunan, lebih cepat dibandingkan kenaikan 1,0% pada Maret.
Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh sektor publik, sementara utang swasta masih menyusut. Meski nilai keseluruhan bertambah, BI menilai struktur ULN Indonesia tetap terjaga.
Utang Pemerintah Tumbuh, Swasta Masih Berkontraksi
ULN pemerintah tercatat sebesar US$216,4 miliar, naik 3,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laju pertumbuhannya sedikit melambat dari 3,8% pada Maret, seiring kenaikan pinjaman luar negeri yang lebih terbatas. Di sisi lain, aliran modal asing ke Surat Berharga Negara masih membukukan arus masuk bersih.
Sementara itu, ULN swasta turun 0,7% secara tahunan menjadi US$193,2 miliar. Penurunannya mulai mengecil dari kontraksi 1,4% pada Maret, meski tekanan masih terlihat pada kelompok perusahaan keuangan.
Rasio terhadap PDB Bertahan di 29,6%
BI menilai posisi ULN Indonesia masih berada dalam batas yang sehat. Rasio ULN terhadap produk domestik bruto tetap sebesar 29,6%, sementara 84,5% dari total kewajiban merupakan utang jangka panjang.
Bagi pasar, kenaikan ULN tetap perlu dicermati meski Rupiah tengah menguat. Dominasi utang jangka panjang membantu membatasi tekanan pembayaran dalam waktu dekat, tetapi kemampuan Indonesia menjaga arus devisa dan stabilitas nilai tukar tetap penting agar beban utang dalam mata uang asing tidak membesar ketika kurs kembali berfluktuasi.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Naik Didukung Kesepakatan Kerangka AS-Iran dan Pelemahan Dolar yang Mendukung Pemulihan
Perak Menguat saat Dolar AS Tergelincir karena Kerangka Kerja AS-Iran, Keputusan The Fed Mendekat
MoU AS-Iran Disepakati
Bitcoin mengkonsolidasikan keuntungan, Ethereum mempertahankan support, XRP mendekati pemicu breakout
Bitcoin, Ethereum dan Ripple memulai pekan dengan catatan konstruktif saat tiga mata uang kripto (cryptocurrencies) teratas berusaha memperpanjang rebound setelah pulih hampir 4%, 2% dan 2,6%, secara berurutan. BTC stabil di sekitar $65.600, ETH terus bertahan kuat di atas support kunci $1.700, sementara XRP mendekati batas atas pola falling channel.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 15 Juni
Pasar menyambut baik berita Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan kerangka untuk mengakhiri perang di awal minggu. Di kemudian hari, Survei Manufaktur Empire State Federal Reserve Bank of New York untuk bulan Juni dan data Produksi Industri bulan Mei akan ditampilkan dalam kalender ekonomi AS.