USD/IDR: Rupiah Ditutup di Rp18.080, Kenaikan Cadangan Devisa Dihadang Penguatan Dolar AS Jelang NFP


  • Kurs Rupiah ditutup di level Rp18.080 per Dolar AS pada Jumat, melemah tipis Rp5 atau 0,03% dibandingkan penutupan sebelumnya.
  • Cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi US$146,8 miliar pada Oktober, sementara pertumbuhan PDB kuartal III mencapai 5,47%.
  • Dolar AS kembali menguat di tengah penghindaran risiko menjelang laporan ketenagakerjaan AS (NFP) malam ini.

Rupiah mengakhiri perdagangan Jumat (6/11) di level Rp18.080 per Dolar AS, terkoreksi tipis dari Rp18.075 pada penutupan Kamis. Mata uang Indonesia bergerak relatif stabil menjelang akhir pekan, ketika kenaikan Cadangan Devisa dan pertumbuhan ekonomi domestik yang lebih kuat berhadapan dengan kebangkitan Dolar AS serta kehati-hatian investor menjelang laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS).

Di sesi Asia, Bank Indonesia (BI) melaporkan Cadangan Devisa bulan Oktober meningkat menjadi US$146,8 miliar dari US$146,3 miliar pada September. Perkembangan ini menyusul laporan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sebesar 5,47% secara tahunan pada kuartal III, melampaui ekspektasi pasar 5,2%. Kedua indikator tersebut memberikan gambaran ketahanan ekonomi domestik, meskipun tekanan eksternal masih membatasi kemampuan Rupiah untuk melanjutkan pemulihan.

Cadangan Devisa Meningkat, Fundamental Domestik Tetap Solid

Menurut BI, kenaikan Cadangan Devisa sebesar US$500 juta terutama dipengaruhi penarikan pinjaman luar negeri pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah pembayaran utang luar negeri yang jatuh tempo dan langkah stabilisasi Rupiah. Posisi tersebut setara dengan pembiayaan 5,3 bulan impor atau 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, jauh di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor. Cadangan yang memadai memberi BI kapasitas untuk menjaga stabilitas nilai tukar, tetapi belum sepenuhnya menghilangkan kerentanan Rupiah terhadap perubahan sentimen global.

Ketahanan ekonomi Indonesia juga tercermin dari pertumbuhan PDB kuartal III yang meningkat dari 5,29% pada kuartal sebelumnya. Konsumsi rumah tangga bertambah 5,04% secara tahunan, sedangkan investasi tumbuh 6,06%. Perkembangan tersebut memperkuat prospek ekonomi nasional di tengah ketidakpastian eksternal, sekaligus memberikan alasan fundamental bagi investor untuk mempertahankan eksposur terhadap aset Indonesia.

Dolar AS Bangkit, Pasar Menanti Laporan NFP

Di AS, klaim awal tunjangan pengangguran turun menjadi 189.000 pada pekan lalu, lebih rendah daripada prakiraan 196.000. Produktivitas tenaga kerja kuartal III meningkat 3,6% secara tahunan yang disetahunkan, melampaui ekspektasi 2,5%, sementara biaya tenaga kerja per unit turun 0,7%. Sementara itu, Dolar AS kembali mendapat dukungan dari penghindaran risiko akibat aksi jual saham teknologi global. Indeks Dolar AS (DXY) naik 0,32% ke 101,87 pada awal sesi Eropa Jumat. Kemenangan Partai Demokrat dalam pemilu sela AS turut menambah ketidakpastian kebijakan Presiden Donald Trump, meskipun penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS membatasi kenaikan Dolar.

Di pasar energi, WTI kontrak Desember naik 0,54% ke US$91,01 per barel, sedangkan Brent kontrak Januari 2027 menguat 0,64% menjadi US$98,92. Kekhawatiran terhadap gangguan pasokan di Selat Hormuz menopang harga, sekaligus meningkatkan risiko tekanan terhadap kebutuhan valuta asing dan inflasi Indonesia.

Perhatian investor kini beralih ke laporan Nonfarm Payrolls (NFP) AS periode Oktober yang dijadwalkan Jumat malam pukul 20.30 WIB. Konsensus pasar memperkirakan penambahan 65.000 pekerjaan, meningkat dari 29.000 pada September, dengan tingkat pengangguran diprakirakan bertahan di 4,2%.

USD/IDR Pulih di Atas 18.090, Resistance 18.183 Jadi Penentu

Grafik Harian USD/IDR
Grafik Harian USD/IDR

Berdasarkan grafik harian ICE, USD/IDR kembali menunjukkan momentum bullish setelah naik ke 18.103 dari pembukaan 18.049, dengan level tertinggi 18.133. Pemulihan di atas support 18.090 dan garis tren menurun sejak Juni menjaga prospek kenaikan, didukung oleh Relative Strength Index (RSI) yang meningkat ke 58,67 dan belum mencapai area jenuh beli.

Keberhasilan bertahan di atas 18.090 membuka peluang kenaikan menuju 18.133 dan resistance utama 18.183 (tertinggi 29 Oktober), sebelum ke level angka bulat18.200. Sebaliknya, penurunan kembali di bawah 18.090 berisiko membawa USD/IDR menuju support penting 18.000, disusul 17.943 (pembatas pada 16–23 Oktober) dan Simple Moving Average (SMA) 100 hari di sekitar 17.898.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi yang terdapat pada halaman-halaman ini mencakup pernyataan berwawasan ke depan yang mengandung risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen keuangan yang dibahas pada halaman ini hanya ditujukan untuk tujuan informasi dan sama sekali tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tersebut. Anda harus melakukan riset menyeluruh secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini sepenuhnya bebas dari kekeliruan, kesalahan, atau pernyataan keliru yang bersifat material. FXStreet juga tidak menjamin bahwa informasi ini selalu terkini. Berinvestasi di pasar terbuka melibatkan risiko yang sangat besar, termasuk kehilangan sebagian atau seluruh modal investasi Anda, serta tekanan emosional. Seluruh risiko, kerugian, dan biaya yang berkaitan dengan investasi, termasuk kehilangan seluruh modal pokok, sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda. Pandangan dan opini yang diungkapkan dalam artikel ini merupakan pendapat penulis dan tidak selalu mencerminkan kebijakan atau posisi resmi FXStreet maupun para pengiklannya. Penulis tidak bertanggung jawab atas informasi yang terdapat pada tautan-tautan yang dicantumkan di halaman ini.

Kecuali dinyatakan secara tegas dalam isi artikel, pada saat penulisan, penulis tidak memiliki posisi investasi pada saham apa pun yang disebutkan dalam artikel ini dan tidak memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan mana pun yang disebutkan. Penulis tidak menerima kompensasi atas penulisan artikel ini selain dari FXStreet.

FXStreet dan penulis tidak memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi. Penulis tidak memberikan jaminan atau pernyataan mengenai keakuratan, kelengkapan, maupun kesesuaian informasi ini. FXStreet dan penulis tidak bertanggung jawab atas kesalahan, kelalaian, maupun kerugian, cedera, atau kerusakan apa pun yang timbul akibat informasi ini serta penyajian atau penggunaannya. Segala kesalahan dan kelalaian yang mungkin terjadi dikecualikan dari tanggung jawab.

Penulis dan FXStreet bukan penasihat investasi terdaftar, dan tidak ada satu pun bagian dari artikel ini yang dimaksudkan sebagai nasihat investasi.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Nonfarm Payrolls AS Diprakirakan Meningkat pada Oktober

Nonfarm Payrolls AS Diprakirakan Meningkat pada Oktober

Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Amerika Serikat (AS) dijadwalkan merilis data Nonfarm Payrolls (NFP) bulan Oktober pada hari Jumat pukul 13:30 GMT (20:30 WIB). Laporan tersebut diprakirakan menunjukkan peningkatan sebesar 65 ribu lapangan pekerjaan, naik dari 29 ribu pada bulan sebelumnya.
Emas Pangkas Penurunan Harian; Turun Sedikit di Bawah US$4.100 karena Fokus Tetap pada NFP AS

Emas Pangkas Penurunan Harian; Turun Sedikit di Bawah US$4.100 karena Fokus Tetap pada NFP AS

Emas (XAU/USD) memulihkan sebagian besar pelemahannya dalam perdagangan harian di awal, diperdagangkan dengan bias negatif ringan di dekat US$4.070-US$4.075 selama paruh pertama sesi Eropa hari Jumat. Dolar AS (USD) melanjutkan pemulihan pada hari Kamis dari level terendah sejak akhir September, memberikan tekanan ke bawah pada komoditas.
Risk-Off Membuat Seluruh Fokus Tertuju pada Laporan Ketenagakerjaan AS

Risk-Off Membuat Seluruh Fokus Tertuju pada Laporan Ketenagakerjaan AS

Dalam komoditas, minyak mentah Brent bergerak di atas US$100/barel. semalam, membalikkan sebagian penurunan hari Rabu, di tengah sentimen risk-off yang meluas di seluruh pasar. Dari sisi pasokan, Garda Revolusi Iran melaporkan bahwa dua kapal tanker minyak dan sebuah kapal tunda terbakar setelah diduga mencoba rute yang tidak sah melalui Selat Hormuz.
Tingkat Pengangguran Kanada Diperkirakan Bertahan di 6,5% seiring Perekrutan Pulih

Tingkat Pengangguran Kanada Diperkirakan Bertahan di 6,5% seiring Perekrutan Pulih

Statistik Kanada akan merilis Survei Angkatan Kerja Oktober pada hari Jumat pada pukul 13:30 GMT (20:30 WIB), dengan pasar mengantisipasi pemulihan moderat dalam ketenagakerjaan setelah penurunan tajam pada bulan September. Tingkat Pengangguran juga akan diawasi dengan ketat, karena angka terbaru dapat mempengaruhi Dolar Kanada.

Bagaimana Nonfarm Payrolls Oktober akan memengaruhi prospek suku bunga The Fed?

Bagaimana Nonfarm Payrolls Oktober akan memengaruhi prospek suku bunga The Fed?

Laporan tersebut diprakirakan menunjukkan peningkatan 65 Ribu lapangan pekerjaan, naik dari 29 Ribu pada bulan sebelumnya. Para ahli kami akan menganalisis reaksi pasar terhadap peristiwa ini hari ini pada pukul 13:00 GMT (20:00 WIB)

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA