Aktivitas manufaktur Indonesia semakin menggeliat pada awal kuartal terakhir 2026. Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers' Index/PMI) Manufaktur S&P Global meningkat menjadi 54,0 pada Oktober dari 52,4 pada September. Kenaikan tersebut menandai ekspansi selama dua bulan berturut-turut, dengan laju pertumbuhan tercepat sejak Maret 2024.
Penguatan sektor manufaktur terutama didorong oleh lonjakan permintaan. Pesanan baru mencatatkan salah satu peningkatan terbesar sepanjang sejarah survei, memicu percepatan produksi yang signifikan. Permintaan dari luar negeri juga menunjukkan kinerja luar biasa, dengan pertumbuhan penjualan ekspor mencapai rekor tertinggi sejak survei dimulai.
Usamah Bhatti, Ekonom S&P Global Market Intelligence, mengatakan bahwa lonjakan pesanan baru dan permintaan ekspor mendorong perusahaan meningkatkan produksi, pembelian, serta persediaan bahan baku. "Sebagai respons, perusahaan meningkatkan pembelian dan persediaan bahan baku secara tajam, sekaligus memanfaatkan stok barang jadi yang tersedia untuk membantu memenuhi pesanan," ujarnya.
Meski prospek manufaktur tetap positif, Bhatti mengingatkan bahwa kuatnya permintaan mulai menekan kapasitas produksi, tercermin dari meningkatnya tumpukan pekerjaan yang belum terselesaikan. Sementara itu, pertumbuhan tenaga kerja masih marginal, menunjukkan bahwa pemulihan aktivitas industri belum sepenuhnya diikuti peningkatan perekrutan.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Dolar Australia Melemah di Bawah 0,7050 akibat Risk-Off, Pasar Tunggu PMI Manufaktur Tiongkok
Forex Hari Ini di Indonesia: Rupiah di Sekitar Rp18.120, Inflasi dan Neraca Perdagangan Jadi Sorotan
Prakiraan Mingguan Emas: Penjual Mendominasi meskipun Imbal Hasil AS Turun jelang Pemilu Sela
Prakiraan Harga Ripple: Para pembeli XRP mempertahankan US$1,20 saat tekanan sisi jual memicu likuidasi
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 30 Oktober:
Pasar mengalami volatilitas yang sedikit lebih tinggi pada Jumat pagi saat para investor menilai keputusan bank sentral terbaru, rilis data makroekonomi, sambil terus mengamati pergerakan indeks saham berjangka AS. Di akhir sesi, data inflasi awal Oktober dari Jerman, pembacaan Produk Domestik Bruto kuartal ketiga dari Zona Euro dan data Indeks Biaya Ketenagakerjaan kuartal ketiga dari AS akan ditampilkan dalam kalender ekonomi. Selain itu, pengambil kebijakan dari Bank Sentral Eropa dan Federal Reserve dijadwalkan akan menyampaikan pidato.