- Pasangan mata uang NZD/USD gagal mempertahankan kenaikan karena pejabat Fed mempertahankan sikap hati-hati terhadap inflasi dan suku bunga.
- Ketidakpastian geopolitik seputar Iran mendukung permintaan terhadap Dolar AS dalam sesi Amerika.
- Pasar menantikan laporan Nonfarm Payrolls AS, yang akan dirilis nanti hari ini, untuk petunjuk baru mengenai prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed).
Pasangan mata uang NZD/USD diperdagangkan di dekat level 0,5870 pada hari Jumat, sementara Dolar Amerika Serikat (USD) tetap didukung oleh komentar hati-hati dari Federal Reserve (The Fed) dan permintaan safe-haven di tengah ketidakpastian yang berlanjut seputar Iran.
Presiden Fed Kansas City, Jeff Schmid, mengatakan bahwa inflasi tetap menjadi risiko terbesar yang dihadapi ekonomi AS dan mengangkat kemungkinan bahwa The Fed mungkin perlu mempertimbangkan kenaikan suku bunga jika tekanan harga gagal kembali ke target. Sementara itu, Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, menegaskan kembali bahwa mengembalikan inflasi ke 2% tetap menjadi prioritas utama bank sentral, memperkuat ekspektasi bahwa para pengambil kebijakan akan tetap bersabar sebelum mempertimbangkan pemotongan suku bunga.
Analisis teknis jangka pendek:
Pada grafik 4 jam, NZD/USD diperdagangkan di 0,5867, mempertahankan bias bearish jangka pendek karena tetap berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 20-periode dan 100-periode masing-masing di 0,5901 dan 0,5888. Pasangan mata uang ini juga berada di bawah rentang resistance horizontal yang ketat yang terkonsentrasi antara 0,5878 dan 0,5888, sementara Relative Strength Index (RSI) sekitar 35 menunjukkan tekanan penurunan yang tersisa daripada pemulihan yang tegas.
Di sisi atas, resistance awal terlihat di 0,5878, diikuti oleh 0,5881, dengan SMA 100-periode dan batas horizontal yang bertemu di sekitar 0,5888 membentuk penghalang yang lebih kuat, sebelum SMA 20-periode di 0,5901. Hanya penembusan di atas zona ini yang akan meredakan nada bearish saat ini. Di sisi bawah, support langsung muncul di 0,5865, di mana level horizontal mendukung pasangan mata uang ini, dan penembusan jelas di bawah level ini akan membuka jalan bagi pelemahan lebih lanjut dalam jangka pendek.
(Analisis teknis dari berita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Menguat karena Harapan Kesepakatan AS-Iran Meningkat Setelah Gencatan Senjata Israel-Lebanon
Emas (XAU/USD) naik sedikit seiring melemahnya Dolar AS (USD) pasca gencatan senjata antara Israel dan Lebanon yang dimediasi oleh Amerika Serikat. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan sekitar $4.497, naik 1,40% pada hari ini.
Badai Besar Bitcoin Kembali: Mengapa Aksi Jual Masih Jauh dari Selesai
Fokus Mingguan: Kenaikan Suku Bunga yang Akan Datang dari Bank-Bank Sentral Besar
XRP anjlok seiring arus keluar ETF dan ketegangan geopolitik memperkuat prospek bearish