IHSG Melanjutkan Kinerja Sideways Menuju Akhir Pekan, DPR RI Mengesahkan UU BUMN


  • IHSG memperpanjang kinerja yang tidak mengesankan, tetap dalam kisaran sideways.
  • DPR RI mengesahkan tiga Undang-Undang, salah satunya adalah UU BUMN.
  • Emas Antam tampak beristirahat setelah mencatatkan rekor tertinggi selama beberapa hari sebelumnya.

IHSG berada di 8.089,96 yang lebih tinggi 0,23% dari penutupan hari kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia kembali dibuka dengan gap bullish kecil di 8.099,64 dan naik ke tertinggi hari 8.114,69 di sesi pertama. Namun demikian, indeks belum bisa memberikan tindak lanjut dan kemudian memangkas kenaikan untuk beredar di dekat area pembukaan. IHSG belum menunjukkan pergerakan yang signifikan ke salah satu arah, menyebabkan indeks terkurung dalam kisaran sideways sejak bagian akhir bulan lalu.


Indeks-indeks saham Indonesia menunjukkan kinerja beragam. Sejauh ini indeks IDXV30 yang menunjukkan pergerakan signifikan dengan naik 0,57%. Kinerja positif tersebut sebagian berasal dari pembukaan gap bullish setelah kemarin merah. Emiten-emiten dengan kinerja menonjol dalam indeks ini adalah MEDC (+4,58%), JSMR (+3,47%), dan UNTR (+2,2%).

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) menyesahkan Undang-Undang BUMN, Kepariwisataan, dan UU Pengesahan Perjanjian Ekstradisi antara Republik Indonesia dan Federasi Rusia.

Hal penting dari UU BUMN adalah Kementerian BUMN berubah menjadi Badan Pengaturan (BP) BUMN; Menteri dan Wakil Menteri dilarang merangkap jabatan di BUMN; Pejabat BUMN kini diakui sebagai penyelenggara negara; dan Audit BPK dapat dilakukan sesuai peraturan UU, seperti dicatat dalam media sosial resmi DPR RI.

Dalam pertemuan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, dan Kepala Departemen Federal Urusan Ekonomi, Pendidikan, dan Penelitian Swiss, Guy Parmelin, di Jakarta, kedua pihak sepakat untuk memperkuat hubungan kedua negara dan mengoptimalkan Indonesia-European Free Trade Association Comprehensive Economic Partnership Agreement (EFTA CEPA).

Tidak akan ada rilis data Indonesia pada hari ini. Data yang dirilis sebelumnya pekan ini seperti PMI Manufaktur, Inflasi, Neraca Perdagangan, serta Ekspor dan Impor tidak mampu memberikan pendorong yang signifikan untuk indeks sejauh ini.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun membuka hari di 6,334% setelah naik 0,24% pada hari kemarin. Namun demikian, kenaikan tersebut belum bisa memangkas seluruh penurunan yang terjadi selama tiga hari perdagangan sebelumnya.

Emas Antam Berhenti Sejenak

Harga Emas Antam untuk berat 1 gram adalah Rp2.235.000 hari ini. Menurut situs Logam Mulia, harganya tidak berubah dari hari kemarin. Harga Emas Antam tampak mengambil nafas setelah rally berhari-hari yang mencatatkan rekor tertinggi dalam basis harian. Tertinggi sepanjang masa untuk Emas Antam diraih pada hari Rabu di Rp2.237.000.

Kinerja serupa terlihat pada harga Emas dunia (XAU/USD) yang juga berhenti sejak setelah mencapai rekor tertinggi di area $3.895 per ons troy pada Rabu lalu untuk kemudian sedikit mereda dari tertinggi tersebut. Emas yang bertahan dekat tertinggi terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap penutupan pemerintah AS dan belum ada tanda-tanda akan berakhir. Itu ditambah dengan kemungkinan penurunan suku bunga The Fed. Menurut FedWatch Tool dari CME Group, pasar memprakirakan peluang lebih dari 97% bank sentral AS akan menurunkan suku bunga 25 bp pada pertemuan Oktober nanti.

Semestinya hari ini akan ada rilis data tenaga kerja penting AS seperti NFP, pendapatan rata-rata, tingkat pengangguran. Mengingat penutupan pemerintah, data tersebut berisiko ditangguhkan jika pemerintah tidak bertindak. Namun demikian, investor Emas akan memerhatikan rilis data lainnya seperti PMI dari S&P Global, data dari ISM, dan pernyataan pejabat The Fed, William, nanti hari ini untuk mencari petunjuk pergerakan arah komoditas dalam jangka pendek.

Grafik Harian IHSG – Analisis Teknis

IHSG

Menuju akhir pekan, IHSG tetap terjebak di dalam kisaran sideways. Kisaran ini diprakirakan akan dipertahankan selama tidak ada pemicu yang signifikan dari kebijakan pemerintah atau aksi korporasi perseroan. Namun demikian, indeks masih mempertahankan tren naik dalam jangka lebih panjang. Itu terlihat dari posisi indeks yang jauh di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang tampak miring ke atas.

Struktur higher highs dan higher lows juga masih di posisinya, sebuah indikasi lainnya bahwa IHSG berada dalam tren naik. Meskipun struktur ini belum membuat kemajuan nyata karena belum memperbarui higher high di atas tertinggi sepanjang masa 8.169,01 dan malah bergerak di area higher high sebelumnya di area 8.022.

Indikator Relative Strength Index (RSI) masih memberikan dukungan karena berada di 60,64, menyarankan bahwa momentumnya bullish dan masih ada ruang untuk bergerak naik sebelum mencapai level-level jenuh beli.

Pembaruan higher high perlu menembus tertinggi sepanjang masa yang disebutkan di atas dengan target selanjutnya adalah 8.200, 8.250, dan 8.300 di sisi atas.

Penurunan apa pun di atas SMA 200-hari, saat ini di 7.136 masih akan dilihat sebagai pullback. Namun demikian, IHSG memiliki support di 8.000 (level angka bulat), 7.619,71 (terendah 9 September 2025), dan 7.547,56 (terendah 1 September 2025, higher low) dalam kasus tersebut.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Tetap Kuat di Tengah Aliran Safe-Haven Akibat Perang di Timur Tengah

Emas Tetap Kuat di Tengah Aliran Safe-Haven Akibat Perang di Timur Tengah

Harga Emas (XAU/USD) melanjutkan kenaikannya selama dua sesi berturut-turut pada hari Kamis saat para pedagang mencari aman di tengah perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah.

Laporan Challenger AS: Pemutusan Kerja Anjlok tetapi Rencana Perekrutan Melemah Tajam

Laporan Challenger AS: Pemutusan Kerja Anjlok tetapi Rencana Perekrutan Melemah Tajam

Pengusaha yang berbasis di AS mengumumkan 48.307 ribu pemutusan hubungan kerja pada bulan Februari, menurut data yang dirilis pada hari Kamis oleh Challenger, Gray & Christmas.

Prakiraan EUR/USD: Upaya Pemulihan Euro Tetap Dangkal

Prakiraan EUR/USD: Upaya Pemulihan Euro Tetap Dangkal

EUR/USD mencatatkan kenaikan tipis pada hari Rabu tetapi gagal mengumpulkan momentum pemulihan. Pasangan mata uang ini berada di bawah tekanan bearish yang diperbarui dan diperdagangkan di bawah 1.1600 di sesi Eropa pada hari Kamis.

Induk NYSE Intercontinental Exchange bermitra dengan OKX, berinvestasi pada valuasi $25 Miliar

Induk NYSE Intercontinental Exchange bermitra dengan OKX, berinvestasi pada valuasi $25 Miliar

OKX mengumumkan investasi dari Intercontinental Exchange, meningkatkan valuasinya menjadi $25 miliar, bersamaan dengan kemitraan untuk memperluas kontrak berjangka kripto yang diatur dan penawaran ekuitas ter-tokenisasi secara global.

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui untuk hari Jumat, 6 Maret:

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui untuk hari Jumat, 6 Maret:

Dolar AS (USD) didukung oleh harga minyak mentah, yang naik ke level tertinggi sejak Juli 2024, di tengah berita tentang potensi gangguan di Selat Hormuz dan serangan terhadap kapal di wilayah tersebut.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA