- IHSG merosot enam sesi berturut-turut dan menembus level psikologis 6.000.
- Barang baku dan energi memimpin penurunan di tengah pelemahan harga minyak.
- Tekanan domestik membayangi pasar meski mayoritas bursa regional ditutup menguat.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penurunan selama enam sesi berturut-turut sejak berbalik dari level tertinggi bulanan 6.377. Indeks anjlok 3,57% atau 217 poin ke 5.883 pada Rabu, hanya sedikit di atas level terendah harian 5.876.
IHSG sempat menyentuh 6.171 setelah dibuka di 6.128, tetapi tekanan jual membesar dan menghapus seluruh kenaikan dalam perdagangan harian. Reuters mencatat indeks telah merosot 30% sepanjang tahun ini, menjadikannya pasar saham utama dengan kinerja terburuk di dunia.
Sektor barang baku yang paling membebani dengan penurunan 6,64%. Energi menyusul dengan kemerosotan 6,00% saat harga minyak global turun hampir 2%, sedangkan indeks saham syariah berbasis pertumbuhan melemah 5,82%. Teknologi, kesehatan, dan barang konsumen primer masing-masing kehilangan sekitar 1,6%.
Tekanan di BEI berlawanan dengan mayoritas bursa regional. Kospi memimpin kenaikan sebesar 3,26%, disusul BSE India 1,17%. Hang Seng, ASX, STI, Shanghai Composite, dan FTSE Bursa Malaysia juga menguat terbatas. Nikkei menjadi satu-satunya indeks regional lain yang melemah, tetapi penurunannya hanya 0,88%.
Rupiah yang kembali mendekati 18.000 per Dolar AS menambah tekanan terhadap pasar. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing mencatat penjualan bersih Rp311,55 miliar pada perdagangan Selasa. Arus keluar sepanjang tahun mencapai Rp69,67 triliun atau sekitar US$3,90 miliar.
MSCI Belum Pulihkan Kepercayaan
Indonesia memang tetap berstatus emerging market, tetapi MSCI memperpanjang evaluasi hingga November dan masih membuka kemungkinan konsultasi penurunan ke frontier market bila reformasi transparansi, struktur kepemilikan, dan perdagangan tidak menunjukkan hasil terukur. Keputusan itu gagal memicu relief rally karena ketidakpastian belum sepenuhnya hilang.
Tan Altundag dari Pictet Asset Management mengatakan kepada Reuters bahwa status tersebut menjaga saham Indonesia dalam cakupan investasi lebih banyak dana, tetapi “tidak otomatis membalikkan arus keluar”.
Gary Tan dari Allspring Global Investments menyoroti tuntutan terhadap hasil reformasi yang terukur, sementara Mohit Mirpuri dari SGMC Capital mengatakan beberapa bulan ke depan akan ditentukan oleh “eksekusi, kredibilitas, dan bukti”, bukan tambahan janji kebijakan.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Menuju Level $4.000 saat Dolar AS Menguat
IHSG Jebol 6.000, Pasar Nilai Keputusan MSCI Hanya Menunda Risiko Downgrade
Pasar Menolak Kenaikan
Ini bukan pasar yang berkorelasi. USD naik dan Minyak Mentah turun yang merupakan hal normal, dan Obligasi T-Bond 30 Tahun diperdagangkan lebih tinggi. Financials seharusnya selalu berkorelasi dengan dolar AS sehingga jika dolar naik, obligasi juga harus mengikuti dan sebaliknya.
Dogecoin menguji titik kunci penentu di tengah menurunnya dukungan ritel
Dogecoin diperdagangkan di bawah $0,08000 mempertahankan penurunan yang stabil selama tujuh minggu berturut-turut. Koin meme ini kehilangan kekuatan ritel karena Open Interest kontrak berjangka DOGE turun 10% dalam 24 jam, sementara permintaan institusional tetap lesu dengan nol aliran masuk sejauh ini minggu ini.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 24 Juni
Dolar AS terus menguat terhadap mata uang utama lainnya di pertengahan minggu, didukung oleh suasana pasar yang menghindari risiko dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve paling cepat di bulan September. Kalender ekonomi akan menampilkan data sentimen bisnis IFO dari Jerman.