IHSG Berupaya Lanjutkan Pergerakan di Atas 7.000, Menkeu Purbaya Mengatakan Defisit akan Dijaga di Bawah 3%


  • IHSG kembali meraih level-level di atas 7.000 sejauh sesi pertama.
  • Pendapatan Negara Kuartal I 2026 mencapai Rp574,9 triliun.
  • Defisit akan dijaga di bawah 3%, inflasi di sekitar level 2,4%.

IHSG merayap di area 7.087,39 yang lebih tinggi 0,43% dibandingkan penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 7.086,34 dan naik ke tertinggi hari 7.117,19 dalam satu jam pertama perdagangan. Namun demikian, indeks kesulitan untuk menindaklanjutinya dan malah kembali ke dekat level pembukaan.

Indeks berhasil merebut kembali level 7.000 menyusul kinerja positif hari kemarin di seputar rilis APBNKITA serta konfrensi pers Menteri Keuangan Republik Indonesia di tengah absennya rilis data ekonomi Indonesia penggerak pasar hari ini.

Indeks-indeks saham Indonesia hijau pagi ini. JII (1,37%) menjadi indeks dengan kinerja paling positif sejauh sesi pertama, yang salah satunya disebabkan oleh pembukaan dengan gap atas, melanjutkan kinerja positif kemarin. Dua emiten yang menonjol alam indeks ini adalah TPIA (+6,58%) dan UNVR (+6,10%).

UNVR melanjutkan kenaikan yang dimulai sejak Senin lalu. Hal tersebut menyusul laporan keuangan yang dirilis setelah penutupan pasar pekan lalu. Selama Kuartal I 2026, perseroan mencatatkan laba yang dapat diatribusikan ke entitas induk sebesar Rp2,14 triliun yang lebih tinggi sekitar 73,98% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp1,23 triliun.

Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI), Purbaya Yudhi Sadewa, menginformasikan APBNKITA untuk Kuartal I 2026 pada hari kemarin. Pendapatan Negara sampai 31 Maret 2026 sebesar Rp574,9 triliun yang 18,2% terhadap APBN. Perincian dari pendapatan itu adalah Rp394,8 triliun dari penerimaan pajak, Rp67,9 triliun dari penerimaan Kepabeanan dan Cukai, dan Rp112,1 triliun dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Sementara dari sisi belanja, Belanja Negara pada periode yang sama sebesar Rp815,0 triliun yang 21,1% terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Perinciannya adalah Rp610,3 triliun untuk Belanja Pemerintah Pusat dan Rp204,8 triliun untuk transfer ke daerah.

Dalam keterangan pers, Menteri Purbaya mengatakan, "Hingga Maret, APBN tumbuh cukup ekspansif. Kalau anda lihat yang 2026, pendapatan negara tumbuhnya 10%," seperti diinformasikan dalam situs Kementerian Keuangan. Purbaya juga mengatakan defisit akan dikendalikan di bawah 3% dan inflasi di level 2,4%. Berbagai stimulus sedang disiapkan yang salah satunya untuk industri manufaktur serta program insentif kendaraan listrik untuk mendorong aktivitas ekonomi di semester kedua 2026.

Tidak ada rilis data yang dijadwalkan dalam kalender ekonomi hari ini, sehingga para investor akan memiliki lebih banyak waktu untuk mencerna APBNKITA dan pernyataan Menteri Keuangan untuk mengukur arah pasar secara umum ke depan.

Data Indonesia terdekat yang penting untuk pasar Indonesia adalah Cadangan Devisa April yang akan dirilis pada hari Jumat pukul 03:00 GMT (10:00 WIB). Tidak ada prakiraan untuk data ini menyusul Cadangan Devisa sebesar $148,2 miliar pada bulan Maret.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun berada di 6,822% yang turun 0,10% sejauh ini setelah imbal hasil ini sama sekali tidak bergerak di 6,829% sepanjang hari kemarin. Aksi hari ini tampak seperti kelanjutan pullback dari 6,957%, tertinggi baru 2026 yang dicaih pada 29 April.

Indikator Ekonomi

Cadangan Devisa

Laporan Aset Cadangan Resmi Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan menunjukkan perubahan aset cadangan dalam mata uang Dolar AS. Bank Indonesia juga menyampaikan pandangannya tentang apakah tingkat cadangan tersebut memadai untuk terus mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas keuangan.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Jum Mei 08, 2026 03.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: $148.2

Sumber: Bank of Indonesia

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Prakiraan Mingguan Emas: Pasar Tenaga Kerja AS yang Kuat Membebani Seiring Berlanjutnya Ketidakpastian Timur Tengah

Prakiraan Mingguan Emas: Pasar Tenaga Kerja AS yang Kuat Membebani Seiring Berlanjutnya Ketidakpastian Timur Tengah

Setelah aksi yang tidak pasti pada minggu sebelumnya, Emas (XAU/USD) tetap terjebak dalam kisaran yang relatif ketat selama sebagian besar minggu sebelum jatuh tajam pada hari Jumat saat pasar bereaksi terhadap ketidakpastian Timur Tengah yang terus berlanjut dan rilis data makroekonomi yang mengesankan dari AS.
Ekonomi AS Menentang Aturan: 100 Hari setelah Guncangan Minyak dan Sinyal Resesi Masih Belum Muncul

Ekonomi AS Menentang Aturan: 100 Hari setelah Guncangan Minyak dan Sinyal Resesi Masih Belum Muncul

Lebih dari tiga bulan setelah dimulainya perang Iran dan gangguan yang diakibatkannya pada pasar energi global, ekonomi AS terus menunjukkan ketahanan yang luar biasa. Konflik ini memicu kenaikan tajam harga Minyak, menghidupkan kembali tekanan inflasi, dan memicu kekhawatiran luas terhadap potensi perlambatan ekonomi.
Prakiraan Mingguan EUR/USD: Dolar AS Berpotensi Terus Rally meskipun ECB Diprakirakan Menaikkan Suku Bunga

Prakiraan Mingguan EUR/USD: Dolar AS Berpotensi Terus Rally meskipun ECB Diprakirakan Menaikkan Suku Bunga

Kasus bearish jangka panjang pasangan mata uang EUR/USD akan dikonfirmasi dengan penembusan di bawah 1,1470. Pasangan mata uang EUR/USD bergerak lebih rendah dan menetap di sekitar 1,1550, diperdagangkan pada level yang terakhir terlihat pada awal April.
Cardano mencatat terendah lima tahun meskipun Hoskinson menjelaskan "istirahat" bukanlah keluar

Cardano mencatat terendah lima tahun meskipun Hoskinson menjelaskan "istirahat" bukanlah keluar

Harga Cardano (ADA) turun 10% pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat, memperpanjang kerugian lebih dari 30% sejauh minggu ini di tengah klarifikasi Charles Hoskinson bahwa "break" bukanlah sebuah keluar.

Nonfarm Payrolls AS Naik 172 Ribu di Bulan Mei versus 85 Ribu yang Diprakirakan

Nonfarm Payrolls AS Naik 172 Ribu di Bulan Mei versus 85 Ribu yang Diprakirakan

Nonfarm Payrolls (NFP) di AS naik sebesar 172 ribu di bulan Mei, Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) melaporkan pada hari Jumat. Angka ini mengikuti kenaikan 179 ribu (direvisi dari 115 ribu) yang tercatat di bulan April dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 85 ribu dengan selisih yang cukup besar.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA