• USD/CHF menguat saat Dolar AS naik di tengah harga minyak yang tinggi yang memperburuk kekhawatiran terhadap inflasi, sehingga mendukung pengetatan The Fed lebih lanjut.
  • Pasar memperhitungkan peluang 70% kenaikan suku bunga pada bulan Oktober menjelang data PCE dan payrolls yang krusial.
  • Franc Swiss dapat menguat sebagai mata uang pendanaan berimbal hasil rendah untuk carry trade, didorong oleh melebaranya perbedaan imbal hasil AS-Swiss.

USD/CHF melanjutkan tren naik selama lima hari perdagangan berturut-turut, mencapai level tertinggi baru 16 bulan di 0,8327 selama perdagangan sesi Asia pada hari Selasa. Pasangan mata uang ini mendapat dukungan karena Dolar AS (USD) naik di tengah ketidakpastian yang terus berlanjut seputar negosiasi AS–Iran, sehingga menjaga harga minyak tetap tinggi. Tekanan yang persisten pada biaya energi ini telah meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) perlu memperketat kebijakan moneter lebih lanjut untuk memerangi inflasi.

Meningkatnya kekhawatiran inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan mendorong imbal hasil obligasi Pemerintah AS ke level tertinggi baru multi-tahun, dengan imbal hasil bertenor 10 tahun dan 30 tahun sama-sama naik di atas 5%. Setelah kenaikan suku bunga bank sentral untuk pertama kalinya dalam tiga tahun bulan ini, CME FedWatch Tool menunjukkan bahwa pasar uang saat ini memperhitungkan probabilitas sekitar 70% untuk kenaikan suku bunga Federal Reserve lainnya pada bulan Oktober.

Para pedagang menunggu indikator-indikator ekonomi AS yang akan datang untuk mencari sinyal terkait kebijakan moneter di masa depan. Rilis penting pekan ini mencakup laporan inflasi Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) pada hari Rabu dan laporan Nonfarm Payrolls AS pada hari Jumat.

Pasangan mata uang USD/CHF menguat saat Franc Swiss (CHF) melemah setelah penilaian kebijakan moneter terbaru Swiss National Bank (SNB). Berbeda dari jalur pengetatan bank-bank sentral besar lainnya, SNB mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah di 0% pada pertemuan bulan September.

Para pengambil kebijakan mencatat bahwa ketegangan yang masih berlangsung di Timur Tengah terus menjaga harga minyak global tetap tinggi, sehingga mempertahankan ketidakpastian yang tinggi dalam prospek global. SNB juga menegaskan kembali kesediaannya untuk melakukan intervensi di pasar valuta asing jika diperlukan, meskipun pasar masih terbelah mengenai apakah intervensi di masa depan akan bertujuan menekan atau mendukung Franc.

Terlepas dari hambatan ini, Franc Swiss dapat menemukan dasar sebagai mata uang pendanaan berimbal hasil rendah untuk carry trade. Ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut oleh Federal Reserve mendorong melebaranya selisih imbal hasil antara AS dan Swiss, yang dapat terus memengaruhi arus modal antara kedua mata uang tersebut.

Posisi Franc Stabil saat Prospek SNB Topang Ekspektasi Suku Bunga

Para analis di Rabobank mencatat bahwa posisi spekulatif pada Franc Swiss hampir tidak menunjukkan tanda-tanda penyesuaian dalam beberapa pekan terakhir, dengan "posisi net short CHF sebagian besar tidak berubah." Stabilitas dalam posisi pasar ini terjadi meskipun ekspektasi terhadap jalur kebijakan SNB yang lebih aktif meningkat, membuat para investor tetap berhati-hati terhadap Franc meskipun prospek suku bunga menjadi lebih mendukung.

Pertanyaan Umum Seputar Franc Swiss

Franc Swiss (CHF) adalah mata uang resmi Swiss. Franc Swiss termasuk dalam sepuluh mata uang yang paling banyak diperdagangkan secara global, dengan volume yang jauh melampaui ukuran ekonomi Swiss. Nilainya ditentukan oleh sentimen pasar secara luas, kesehatan ekonomi negara atau tindakan yang diambil oleh Bank Nasional Swiss (SNB), di antara faktor-faktor lainnya. Antara tahun 2011 dan 2015, Franc Swiss dipatok terhadap Euro (EUR). Patokan tersebut tiba-tiba dicabut, yang mengakibatkan peningkatan lebih dari 20% dalam nilai Franc, yang menyebabkan kekacauan di pasar. Meskipun patokan tersebut tidak berlaku lagi, peruntungan CHF cenderung sangat berkorelasi dengan peruntungan Euro karena ketergantungan tinggi ekonomi Swiss pada Zona Euro sebagai tetangga.

Franc Swiss (CHF) dianggap sebagai aset safe haven, atau mata uang yang cenderung dibeli oleh para investor saat pasar sedang tertekan. Hal ini dikarenakan status Swiss di mata dunia: ekonomi yang stabil, sektor ekspor yang kuat, cadangan bank sentral yang besar, atau sikap politik yang sudah lama netral dalam konflik global menjadikan mata uang negara tersebut sebagai pilihan yang baik bagi para investor yang menghindari risiko. Masa-masa sulit cenderung memperkuat nilai CHF terhadap mata uang lain yang dianggap lebih berisiko untuk diinvestasikan.

Bank Sentral Swiss (SNB) melakukan rapat sebanyak empat kali dalam setahun – sekali setiap kuartal, lebih sedikit dari bank sentral utama lainnya – untuk memutuskan kebijakan moneter. Bank tersebut menargetkan tingkat inflasi tahunan kurang dari 2%. Ketika inflasi berada di atas target atau diprakirakan akan berada di atas target di masa mendatang, bank ini akan mencoba mengendalikan pertumbuhan harga dengan menaikkan suku bunga kebijakannya. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya positif bagi Franc Swiss (CHF) karena menyebabkan imbal hasil yang lebih tinggi, menjadikan negara tersebut tempat yang lebih menarik bagi para investor. Sebaliknya, suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan CHF.

Rilis data ekonomi makro di Swiss merupakan kunci untuk menilai kondisi ekonomi dan dapat memengaruhi valuasi Franc Swiss (CHF). Ekonomi Swiss secara umum stabil, tetapi setiap perubahan mendadak dalam pertumbuhan ekonomi, inflasi, giro berjalan, atau cadangan mata uang bank sentral berpotensi memicu pergerakan CHF. Secara umum, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pengangguran yang rendah, dan keyakinan yang tinggi baik bagi CHF. Sebaliknya, jika data ekonomi menunjukkan momentum yang melemah, CHF kemungkinan akan terdepresiasi.

Sebagai negara dengan ekonomi kecil dan terbuka, Swiss sangat bergantung pada kesehatan ekonomi negara-negara tetangga di Zona Euro. Uni Eropa yang lebih luas merupakan mitra ekonomi utama Swiss dan sekutu politik utama, sehingga stabilitas kebijakan makroekonomi dan moneter di Zona Euro sangat penting bagi Swiss dan, dengan demikian, bagi Franc Swiss (CHF). Dengan ketergantungan seperti itu, beberapa model menunjukkan bahwa korelasi antara peruntungan Euro (EUR) dan CHF lebih dari 90%, atau mendekati sempurna.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Breaking: RBA Naikkan Suku Bunga 25 bp Menjadi 4,60%, sesuai Ekspektasi

Breaking: RBA Naikkan Suku Bunga 25 bp Menjadi 4,60%, sesuai Ekspektasi

Reserve Bank of Australia (RBA) pada hari Selasa mengumumkan bahwa mereka menaikkan Official Cash Rate (OCR) sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 4,60% dari 4,35% setelah menyelesaikan rapat kebijakan moneter bulan September. Keputusan tersebut sejalan dengan ekspektasi pasar. Ini merupakan kenaikan pertama RBA setelah mempertahankan suku bunga tidak berubah pada dua pertemuan sebelumnya.
Dolar Australia Mendapat Dukungan saat RBA Menaikkan Suku Bunga 25 Basis Poin

Dolar Australia Mendapat Dukungan saat RBA Menaikkan Suku Bunga 25 Basis Poin

Pasangan mata uang AUD/USD menguat setelah memulihkan pelemahan harian, diperdagangkan di sekitar 0,7020 selama perdagangan sesi Asia pada hari Selasa.
Emas Tunjukkan Pemantulan Temporer Jelang Data Lapangan Pekerjaan AS

Emas Tunjukkan Pemantulan Temporer Jelang Data Lapangan Pekerjaan AS

Emas mencoba pemulihan yang lesu dari terendah delapan minggu US$4.110, yang dicapai pada hari Senin, menghentikan aksi jual tajam pada Selasa pagi. Emas mengalami dead cat bounce saat para penjual beristirahat sejenak, dengan Dolar AS (USD) memasuki fase konsolidasi bullish bersama dengan imbal hasil obligasi Pemerintah AS.
Hyperliquid Pangkas Kenaikan saat Fokus Pasar Beralih ke Aset Tokenisasi

Hyperliquid Pangkas Kenaikan saat Fokus Pasar Beralih ke Aset Tokenisasi

Hyperliquid (HYPE) menghadapi tekanan jual yang intens, turun hampir 2% pada hari Selasa setelah kehilangan lebih dari 5% pada hari sebelumnya. Permintaan institusional terhadap HYPE terus berfluktuasi, berisiko mencatat arus bulanan neto negatif pada bulan September. Prospek teknis untuk HYPE memperingatkan kerugian yang lebih dalam saat momentum mulai bergeser bearish.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 29 September:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 29 September:

Dolar AS (USD) memulai pekan ini dengan kenaikan tipis, melanjutkan tren naik terbarunya dan meninggalkan gangguan pada hari Jumat. Sementara itu, pengetatan lebih lanjut oleh The Fed tetap menjadi pusat hampir setiap perdebatan, sementara ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah terus memberikan dukungan pada dolar dan membatasi potensi penurunan apa pun

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA