Pasar komoditas logam mengalami guncangan - tertekan turun menyusul lonjakan imbal hasil obligasi AS ke level kritis tahun 2007 dan ekspektasi kenaikan suku bunga October yang melampaui level 70%.
Disisi lain, Dollar AS tampak stabil dan enggan bergerak keluar dari range jumat lalu (25/9) - mempertahankan posisinya diatas 101.
*Key Highlights*
- Dollar AS tetap kokoh diatas 101, setelah beberapa kesepakatan perdagangan AS-China telah umumkan. AS dan Tiongkok telah mencapai kesepakatan dagang untuk menurunkan tarif atas "barang-barang non-sensitif" senilai US$30 miliar.
- Ketidakpastian hubungan AS-Iran, ekspektasi kenaikan suku bunga dan data ketenagakerjaan penting minggu ini menjaga volatilitas tetap tinggi, khususnya dipasar emas.
- Menurut pantauan Fed Watch Tools, ekspektasi kenaikan suku bunga oktober menguat diatas level 70% naik dari 64% pada akhir minggu lalu. Akibatnya, imbal hasil obligasi 10Y terus menguat.
- Imbal hasil obligasi Treasury tenor 10 tahun sempat naik ke level tertinggi sejak Juni 2007 di angka 5.27%, sebelum akhirnya sedikit turun ke level 5,23%.
- Ketidakpastian hubungan AS-Iran memicu volatilitas dipasar emas dan Minyak. Baru-baru ini, Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah bersiap untuk melonggarkan sanksi terhadap Iran dan mencairkan aset-aset negara tersebut sebagai imbalan atas kemajuan dalam perundingan nuklir.
- Kemajuan ini hadir setelah setelah sebelumnya Trump menolak proposal gencatan senjata sementara selama 7hari oleh Iran.
- Pada Selasa (29/9), pasar akan mulai ramai dengan rangkaian data ekonomi AS. Laporan Consumen Confidence dan JOLTS Jobs Openings AS akan dirilis bersamaan pada pukul 21:00 WIB.
- Pertemuan Bank Sentral Australia akan digelar hari ini dan diharapkan akan menaikkan suku bunga sebesar 25bps menjadi 4.60% tertinggi sejak Oktober 2011.
- Hingga sepekan kedepan, Laporan Tenaga kerja Amerika dan Inflasi favorit the Fed akan menjadi focus Utama.
*Market Movement*
Hingga akhir perdagangan Senin (28/9), Harga emas anjlok - mencapai titik terendah 6 Agustus. Terjadi penembusan neckline pada pola head and shoulder. Berikut adalah penutupan harga emas dan silver pada Senin (28/9) pada pukul 04:00 WIB:
• XAUUSD : $4,114.89 , -$168.87 / -3.94%
• GOLD FUTURES : $4,168.40 , -$152.80 / -3.54%
• XAGUSD : $60.606 , -$3.678 / -5.72%
Harga minyak berakhir datar, ditengha volatilitas harga yang cukup lebar akibat ketidakpastian hubungan AS-Iran. Berikut adalah penutupan harga minyak pada Senin (28/9) pada pukul 04:00 WIB:
• OIL (SPOT) : $91.93 , +$0.42 / +0.46%
• WTI : $92.60 , +$0.19 / +0.21%
• BRENT : $97.83 , +$0.39 / +0.40%
• NGAS : $3.2090 , -$0.061 / -1.87%
Indeks Dolar AS tetap stabil diatas 101, prospek kenaikan suku bunga the Fed adalah kunci utama Dollar minggu ini. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Senin (28/9) pada pukul 04:00 WIB:
• AUDUSD : 0.70154 , -7 / -0.10%
• EURUSD : 1.13699 , -20 / -0.17%
• GBPUSD : 1.32532 , +15 / +0.11%
• NZDUSD : 0.56655 , +4 / +0.08%
• USDJPY : 157.370 , +8 / +0.05%
• USDCAD : 1.41729 , +34 / +0.24%
• USDCHF : 0.83192 , +37 / +0.45%
• USDCNH : 6.70971 , -131 / -0.19%
*Sentimen*
Pada Selasa (29/9), Pertemuan Bank Sentral Australia akan digelar dan diharapkan akan menaikkan suku bunga sebesar 25bps menjadi 4.60% tertinggi sejak Oktober 2011. Pasar juga akan mulai ramai dengan rangkaian data ekonomi AS. Laporan Consumen Confidence dan JOLTS Jobs Openings AS akan dirilis bersamaan pada pukul 21:00 WIB.
Analisa Terkini
Pilihan Editor
AUD/USD Bertahan Stabil di Atas 0,7000 karena Para Trader Menantikan Keputusan Suku Bunga RBA
AUD/USD melanjutkan fase konsolidasinya pada sesi Asia hari Selasa, diperdagangkan sedikit di atas 0,7000 menjelang keputusan suku bunga RBA. Sementara itu, Dolar AS berada di dekat level tertinggi dua bulan karena kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh minyak menegaskan kembali spekulasi kenaikan suku bunga The Fed dan terus mendorong imbal hasil obligasi AS ke level tertinggi multi-tahun. Selain itu, kebuntuan AS–Iran menopang Dolar safe-haven dan membatasi pasangan mata uang ini.
USD/JPY berkonsolidasi di dekat 157,50 saat USD bullish mengimbangi risiko intervensi
USD/JPY berusaha keras untuk memanfaatkan pemantulan semalam dari level terendah satu minggu, berkonsolidasi di sekitar 157,50 pada sesi Asia hari Selasa. Kekhawatiran Trump tentang pelemahan Yen Jepang memicu spekulasi tentang intervensi bersama AS-Jepang lainnya. Hal ini, bersama dengan BoJ yang hawkish, mendukung JPY dan membatasi pasangan mata uang ini. Sementara itu, meningkatnya taruhan kenaikan suku bunga The Fed dan kekhawatiran inflasi yang didorong oleh minyak terus mendorong imbal hasil obligasi AS ke level tertinggi multi-tahun, membuat Dolar AS tetap tertekan di dekat level tertinggi dua bulan dan mendukung pasangan mata uang ini.
Harga Emas Mengalami Pemulihan Temporer Menjelang Data Lapangan Pekerjaan AS
Harga Emas memantul dari posisi terendah delapan minggu di US$4.110 pada Selasa pagi, menantikan data lapangan pekerjaan JOLTS AS. Dolar AS memasuki konsolidasi bullish bersama imbal hasil obligasi Treasury AS; spekulasi kenaikan suku bunga The Fed tetap bertahan. Harga Emas mengonfirmasi penembusan falling wedge, sementara RSI harian tetap bearish.
Hyperliquid Pangkas Kenaikan saat Fokus Pasar Beralih ke Aset Tokenisasi
Valas Hari Ini: RBA dan Pernyataan Pejabat The Fed Menarik Semua Perhatian
Dolar AS (USD) memulai pekan dengan kenaikan tipis, melanjutkan tren naik terbarunya dan meninggalkan gangguan Jumat. Sementara itu, pengetatan lebih lanjut oleh The Fed tetap menjadi pusat hampir setiap perdebatan, sementara ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah terus memberikan dukungan kepada dolar dan membatasi potensi penurunan.