• USD/CHF melonjak ke level tertinggi mingguan di dekat 0,8350, semakin mendekati level tertinggi 17 bulan di area 0,8380.
  • Komentar dovish dari wakil ketua SNB Martin telah menambah tekanan pada Swissie.
  • Imbal hasil jangka panjang AS telah bangkit, memberikan dukungan kepada Dolar AS.

Franc Swiss (CHF) melemah selama empat hari berturut-turut terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Kamis. Pelemahan ini terjadi setelah Wakil Ketua Swiss National Bank (SNB) menepis peluang perubahan kebijakan moneter, meskipun risiko geopolitik akibat konflik di Iran kian meningkat. Pasangan mata uang USD/CHF sempat menyentuh level tertinggi mingguan di kisaran 0,8350, kian mendekati rekor tertinggi 17 bulan di area 0,8380.

Wakil Ketua SNB, Antoine Martin, mengakui bahwa prospek ekonomi masih dibayangi ketidakpastian yang signifikan. Kendati demikian, Martin menepis kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat dengan menegaskan, "Kami tetap berada dengan nyaman dalam kisaran stabilitas harga 0% hingga 2%."

Divergensi Kebijakan Moneter SNB–The Fed Membuat CHF tetap Defensif

Komentar-komentar ini meningkatkan divergensi kebijakan moneter antara SNB dan Federal Reserve (The Fed) AS, yang diprakirakan akan menaikkan suku bunga setidaknya 50 basis poin selama enam bulan ke depan.

Di AS, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) bulan September gagal mengubah pandangan bahwa bank sentral akan mempertahankan sikap tunggu dan lihat pada bulan Oktober. Namun, bank sentral memperingatkan risiko inflasi, yang mengukuhkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga lagi pada bulan Desember.

Dalam hal ini, rally harga Minyak mendorong imbal hasil AS lebih tinggi, karena inflasi yang lebih tinggi kemungkinan akan memaksa The Fed untuk menjalankan kebijakan moneter yang restriktif. Meski begitu, Analis MUFG/BTMU Lloyd Chan memperingatkan bahwa "jika imbal hasil tenor panjang naik lebih lanjut, perhatian pasar dapat bergeser ke pengetatan yang lebih luas dalam kondisi keuangan AS dan apakah para pengambil kebijakan mulai memberi sinyal kekhawatiran yang lebih besar terhadap kondisi pasar Treasury." Dalam kasus itu, kesehatan fiskal Swiss yang solid mungkin dapat memberikan keunggulan kompetitif penting bagi CHF.

Pertanyaan Umum Seputar SNB

Bank Nasional Swiss (SNB) adalah bank sentral negara tersebut. Sebagai bank sentral yang independen, mandatnya adalah untuk memastikan stabilitas harga dalam jangka menengah dan panjang. Untuk memastikan stabilitas harga, SNB bertujuan untuk mempertahankan kondisi moneter yang sesuai, yang ditentukan oleh tingkat suku bunga dan nilai tukar. Bagi SNB, stabilitas harga berarti kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) Swiss kurang dari 2% per tahun.

Dewan Pengurus Bank Nasional Swiss (Swiss National Bank/SNB) memutuskan tingkat suku bunga kebijakan yang tepat sesuai dengan tujuan stabilitas harga. Ketika inflasi berada di atas target atau diperkirakan akan berada di atas target di masa mendatang, bank ini akan berupaya mengendalikan pertumbuhan harga yang berlebihan dengan menaikkan suku bunga kebijakannya. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya positif bagi Franc Swiss (CHF) karena suku bunga tersebut menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi, sehingga menjadikan negara tersebut tempat yang lebih menarik bagi para investor. Sebaliknya, suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan CHF.

Ya. Bank Nasional Swiss (SNB) secara berkala melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mencegah Franc Swiss (CHF) menguat terlalu tinggi terhadap mata uang lain. CHF yang kuat akan melemahkan daya saing sektor ekspor negara yang sangat kuat tersebut. Antara tahun 2011 dan 2015, SNB menerapkan patokan terhadap Euro untuk membatasi kenaikan CHF terhadapnya. Bank tersebut melakukan intervensi di pasar dengan menggunakan cadangan devisanya yang besar, biasanya dengan membeli mata uang asing seperti Dolar AS atau Euro. Selama periode inflasi tinggi, terutama yang disebabkan oleh energi, SNB menahan diri untuk tidak melakukan intervensi pasar karena CHF yang kuat membuat impor energi menjadi lebih murah, sehingga meredam guncangan harga bagi rumah tangga dan bisnis Swiss.

SNB melakukan pertemuan sekali dalam satu kuartal – pada bulan Maret, Juni, September dan Desember – untuk melakukan penilaian kebijakan moneter. Setiap penilaian ini menghasilkan keputusan kebijakan moneter dan publikasi prakiraan inflasi jangka menengah.


Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Kesulitan saat Imbal Hasil yang Naik dan Sinyal Hawkish The Fed Membebani

Emas Kesulitan saat Imbal Hasil yang Naik dan Sinyal Hawkish The Fed Membebani

Emas (XAU/USD) memangkas pemulihan moderatnya pada perdagangan Kamis. Penguatan Dolar AS (USD) serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS membatasi ruang kenaikan, menahan pergerakan logam mulia ini dalam fase konsolidasi bearish di dekat level terendah dua bulan. Saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di kisaran US$4.119, turun dari tertinggi dalam perdagangan harian di US$4.143.
USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp17.890, IKK Turun di Tengah Lonjakan Harga Minyak

USD/IDR: Rupiah Melemah ke Rp17.890, IKK Turun di Tengah Lonjakan Harga Minyak

Rupiah Indonesia (IDR) ditutup melemah tipis terhadap Dolar AS (USD) pada perdagangan Kamis, 8 Oktober 2026, ke Rp17.890 per USD, turun 15 poin atau sekitar 0,08% dari penutupan Rabu di Rp17.875. Pelemahan ini mengakhiri penguatan Rupiah selama dua sesi berturut-turut, di tengah lonjakan harga minyak dunia dan Dolar AS yang tetap kuat.
Emas Mencoba Melakukan Pemulihan, tetapi Apakah Bisa Bertahan?

Emas Mencoba Melakukan Pemulihan, tetapi Apakah Bisa Bertahan?

Emas diperdagangkan di sekitar US$4.130 per ons pada hari Kamis, tetap berada di dekat level terendahnya sejak awal Agustus, meskipun saat ini sedang berupaya kuat untuk rebound. Tekanan pada logam ini meningkat setelah rilis risalah rapat The Fed, yang mempertahankan prospek kenaikan suku bunga AS lagi sebelum akhir tahun.
Ripple dan Stellar Uji Support Utama di Tengah Meningkatnya Risiko Penurunan

Ripple dan Stellar Uji Support Utama di Tengah Meningkatnya Risiko Penurunan

Ripple (XRP) dan Stellar (XLM) masih berada di bawah tekanan dan memperpanjang koreksi mereka pada hari Kamis karena melemahnya metrik derivatif dan berbagai hambatan makroekonomi membebani sentimen. XRP dan XLM mendekati zona support utama setelah tiga hari berturut-turut mengalami pelemahan sejauh pekan ini.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 8 Oktober:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 8 Oktober:

Euro bertahan stabil terhadap para rivalnya pada sesi Eropa pada hari Kamis setelah mengalami kerugian besar di pertengahan pekan. Di kemudian hari, pengambil kebijakan dari ECB, BoE, dan The Fed akan menyampaikan pidato.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA