Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Rabu, 21 Oktober:
Dolar AS bangkit lebih jauh dari 101,51, level terendah sejak 2 Oktober yang diraih kemarin untuk bergerak di 101,77 di perdagangan sesi Asia hari ini. Pergerakan arah yang jelas pada mata uang ini tampak terbatas menjelang keputusan suku bunga The Fed pekan depan. Menurut FedWatch Tool milik CME Group, para pedagang menilai bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Oktober dengan probabilitas 83,9%.
Rupiah Tertekan di Area 18.000, Pasar Menunggu Respons BI
Dorongan dari pelemahan Dolar AS kemarin sulit dipertahankan. USD/INDR kembali diperdagangkan di area 18.000 setelah kemarin berada di bawahnya meskipun bank sentral AS diprakirakan menahan suku bunga bulan ini.
Sorotan beralih ke konfrensi pers dan keputusan Bank Indonesia hari ini yang dimulai pada pukul 07:00 GMT (14:00 WIB). Konsensus pasar memprakirakan BI menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 6,00% dari 5,75%. Suku bunga lainnya juga diprakirakan mengalami kenaikan dengan besaran yang sama yaitu Suku Bunga Deposit Facility menjadi 5,00% dan Suku Bunga Lending Facility menjadi 6,75%.
Selain keputusan itu sendiri, pasar diprakirakan akan menantikan respon bank sentral terhadap dampak dari pengumuman MSCI pekan lalu yang mempertimbangkan reklasifikasi pasar modal Indonesia ke status Standalone Market.
Indikator Ekonomi
Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia
Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Okt 21, 2026 07.30
Frekuensi: Tidak teratur
Konsensus: 6%
Sebelumnya: 5.75%
Sumber: Bank Indonesia
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Dolar Australia Tembus 0,70 saat Peringatan Inflasi RBA Dorong ke Tertinggi Dua Minggu
Fokus Hari Ini di Indonesia: Rupiah Kesulitan Pertahankan Rebound, Pasar Menantikan Keputusan Suku Bunga BI
Emas Turun di Bawah US$4.150 saat Harga Minyak yang Tinggi Perkuat Prospek Pengetatan The Fed Lebih Lanjut
Bitcoin Kembali Melanjutkan Korelasi dengan Nasdaq saat Tekanan Makro Mengancam Support $82.500