- Batu Bara ICE Newcastle tidak melanjutkan penurunan hari kemarin.
- AS dan Iran membatalkan perundingan di Swiss Jumat ini.
- Pemerintah akan membentuk tim untuk memastikan pengadaan batu bara untuk PLN.
Batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di 133,50 yang lebih tinggi 1,48% dari penutupan hari sebelumnya pada saat berita ini ditulis. Batu bara ini dibuka dengan gap atas di 133,00 dan memanfaatkan gap tersebut dengan merayap lebih tinggi. Namun demikian, komoditas ini menuju ditutup merah pada basis mingguan untuk dua minggu berturut-turut, merosot dari tertinggi baru 2026 yang dicapai minggu lalu di 151,75 di tengah kabar baik dari Timuh Tengah baru-baru ini.
Meskipun batu bara mencegah penurunan lebih lanjut, momentum komoditas ini masih bearish, seperti yang ditunjukkan oleh indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari 38,84. Dalam jangka lebih panjang, Simple Moving Average (SMA) 200-hari masih bertahan di bawah harga untuk mengindikasikan trennya adalah masih naik, meskipun jaraknya dengan harga semakin dekat.
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, membatalkan kunjungan ke Swiss yang sebelumnya direncanakan untuk mengadakan perundingan dengan Iran. Senada dengan itu, Tasnim, kantor berita semi-resmi Iran menginformasikan tidak ada konfirmasi apakah negosiator Iran akan melakukan perundingan dengan alasan ingin melihat apakah gencatan senjata di Lebanon diterapkan, menyusul serangan Israel di Lebanon Selatan.
Kabar di atas meredam optimisme yang baru saja ditimbulkan dari penandatanganan secara elektronik Memorandum of Understanding (MoU) pendahuluan oleh Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, sebelumnya pekan ini.
Namun demikian, Central Command (CENTCOM) AS menginformasikan bahwa mereka telah mencabut semua pembatasan lalu lintas laut pada pelabuhan-pelabuhan Iran. Aliran minyak dari Timur Tengah sudah melewati Selat Hormuz pada hari kemarin dan Wakil Presiden AS, JD Vance, mengklaim 12,5 juta barel minyak telah melewati selat itu semalam tanpa gangguan dari Iran.
Ke depan, para pedagang akan menantikan perkembangan terbaru apa pun yang bisa muncul selama akhir pekan untuk menjernihkan informasi beragam ini yang pada akhirnya bisa memengaruhi sentiment pada komoditas-komoditas energi seperti minyak, gas alam, dan batu bara yang terpengaruh baik langsung maupun tidak langsung.
Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Juni 2026 dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 253.K/MB.01/MEM.B/2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut:
- Batubara (6.322 GAR) $123,91 naik dari $121,83
- Batubara I (5.300 GAR) $88,40 naik dari $84,53
- Batubara II (4.100 GAR) $60,19 naik dari $58,81
- Batubara III (3.400 GAR) $41,19 naik dari $40,32
Menteri ESDM RI, Bahlil Lahadalia, mengatakan akan membentuk tim untuk transparansi, koordinasi, dan kepastian agar PLN (Perusahaan Listrik Negara) mendapatkan baru bara yang terdiri dari Direktorat Jenderal Minerba, Inspektorat Jenderal Kementerian ESDM, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), dan PLN agar tidak ada masalah teknis di masa depan.
Menteri Bahlil mengklaim pasokan batu bara untuk PLN aman karena perusahaan BUMN tersebut sudah mendapatkan kontrak 134 juta ton dari total kebutuhan 154 juta ton untuk tahun 2026, sisanya sedang dalam proses, seperti diinformasikan dalam media sosial Kementerian ESDM.
Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Sentimen Risiko
Dalam dunia jargon keuangan, dua istilah yang umum digunakan, yaitu "risk-on" dan "risk off" merujuk pada tingkat risiko yang bersedia ditanggung investor selama periode yang dirujuk. Dalam pasar "risk-on", para investor optimis tentang masa depan dan lebih bersedia membeli aset-aset berisiko. Dalam pasar "risk-off", para investor mulai "bermain aman" karena mereka khawatir terhadap masa depan, dan karena itu membeli aset-aset yang kurang berisiko yang lebih pasti menghasilkan keuntungan, meskipun relatif kecil.
Biasanya, selama periode "risk-on", pasar saham akan naik, sebagian besar komoditas – kecuali Emas – juga akan naik nilainya, karena mereka diuntungkan oleh prospek pertumbuhan yang positif. Mata uang negara-negara yang merupakan pengekspor komoditas besar menguat karena meningkatnya permintaan, dan Mata Uang Kripto naik. Di pasar "risk-off", Obligasi naik – terutama Obligasi pemerintah utama – Emas bersinar, dan mata uang safe haven seperti Yen Jepang, Franc Swiss, dan Dolar AS semuanya diuntungkan.
Dolar Australia (AUD), Dolar Kanada (CAD), Dolar Selandia Baru (NZD) dan sejumlah mata uang asing minor seperti Rubel (RUB) dan Rand Afrika Selatan (ZAR), semuanya cenderung naik di pasar yang "berisiko". Hal ini karena ekonomi mata uang ini sangat bergantung pada ekspor komoditas untuk pertumbuhan, dan komoditas cenderung naik harganya selama periode berisiko. Hal ini karena para investor memprakirakan permintaan bahan baku yang lebih besar di masa mendatang karena meningkatnya aktivitas ekonomi.
Sejumlah mata uang utama yang cenderung naik selama periode "risk-off" adalah Dolar AS (USD), Yen Jepang (JPY) dan Franc Swiss (CHF). Dolar AS, karena merupakan mata uang cadangan dunia, dan karena pada masa krisis para investor membeli utang pemerintah AS, yang dianggap aman karena ekonomi terbesar di dunia tersebut tidak mungkin gagal bayar. Yen, karena meningkatnya permintaan obligasi pemerintah Jepang, karena sebagian besar dipegang oleh para investor domestik yang tidak mungkin menjualnya – bahkan saat dalam krisis. Franc Swiss, karena undang-undang perbankan Swiss yang ketat menawarkan perlindungan modal yang lebih baik bagi para investor.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Perak Pertahankan Pelemahan di Dekat $64,50 saat Optimisme Perdamaian AS-Iran Memudar
USD/IDR: Rupiah Ditutup Turun ke 17.802, MSCI Soroti Transparansi Pasar Indonesia
Emas Tetap dalam Situasi yang Tidak Menguntungkan meskipun Ada Kesepakatan Damai AS-Iran
GBP/USD memantul kembali di atas 1,3200 setelah data Penjualan Ritel Inggris yang kuat
GBP/USD melanjutkan rebound di atas level 1,3200 pada awal sesi Eropa hari Jumat. Data Penjualan Ritel Inggris yang lebih kuat dari prakiraan memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan bagi Pound Inggris dan pasangan mata uang ini di tengah lingkungan politik Inggris yang kacau.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 19 Juni
Dolar AS mendapat manfaat dari sentimen pasar yang menghindari risiko pada awal hari Jumat dan memperkuat kenaikannya selama minggu ini terhadap mata uang utama lainnya. Pada paruh kedua hari ini, Penjualan Ritel bulan April dari Kanada akan menjadi satu-satunya data yang ditampilkan dalam kalender ekonomi.