Harga emas catatkan titik tertinggi mingguan baru setelah sempat melemah tajam pada sesi perdagangan Asia hingga Eropa - mencapai terendah $4,450 per ons.
Pembalikkan arah terjadi setelah pasar kembali memusatkan perhatiannya pada rencana buyback AS dan ketegangan geopolitik AS-Iran yang mereda ketika Bessent sebut AS kemungkinan tidak akan kembali terlibat konflik bersenjata skala besar dengan Iran.
*Key Highlights*
- Harga emas mencatatkan titik tertinggi baru pada $4,540 pada sesi Amerika tadi malam, pulih dari level terendah $4,450.
- Baru-baru ini, Menteri Keuangan Scott Bessent sebut AS kemungkinan tidak akan kembali terlibat konflik bersenjata skala besar dengan Iran, namun akan meningkatkan tekanan ekonomi.
- Pemerintahan Presiden AS Donald Trump berencana melumpuhkan ekonomi Iran, dengan kemungkinan besar akan meniadakan kebutuhan akan operasi militer besar-besaran AS terhadap Republik Islam tersebut.
- Ditengah penguatan Emas dari meredanya perang langsung AS-Iran, Harga minyak juga menguat karena AS dan Iran masih berselisih mengenai pemulihan jalur pelayaran komersial yang aman melalui Selat Hormuz yang strategis.
- Situasi ini memicu kekhawatiran pasokan dan menjadi faktor pendorong bagi harga minyak mentah.
- Pada Jumat (21/8), data akan didominasi oleh survei flash Purchasing Managers Index (PMI) di Eropa, Inggris (UK), dan Amerika Serikat (AS).
- *Pekan depan, perhatian pasar secara luas akan beralih ke Simposium Jackson Hole.* Di mana Ketua The Fed Kevin Warsh akan menyampaikan pidato yang pertamanya. Pidato ini mungkin memberikan gambaran awal mengenai keputusan kebijakan bulan September.
*Market Movement*
Hingga akhir perdagangan Kamis (20/8), Harga emas berakhir datar - melonjak ke tertinggi $4,540.
Dipasar gulir, harga emas berakhir turun hanya sekitar $3.73 atau 0.03% berakhir pada level $4,518.26 per ons, setelah capai tertinggi $4,540 dan terendah $4,450
Pada saat yang sama, emas berjangka kontrak Desember berakhir naik sekitar $26.10 atau 0.57% berakhir pada level $4,571.40 per ons.
Harga minyak berakhir positif - AS dan Iran masih berselisih mengenai pemulihan jalur pelayaran komersial yang aman melalui Selat Hormuz yang strategis. Berikut adalah penutupan Harga minyak pada Kamis (20/8) pada pukul 04:00 WIB:
• OIL (SPOT) : $86.03 , +$1.77 / +2.10%
• WTI : $86.83 , +$2.44 / +2.89%
• BRENT : $93.78 , +$2.16 / +2.36%
• NGAS : $2.7490 , -$0.018 / -0.65%
Indeks Dolar AS berakhir datar - bertahan titik terendah Mei. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Kamis (19/8) pada pukul 04:00 WIB:
• AUDUSD : 0.71114 , -12 / -0.16%
• EURUSD : 1.16778 , +2 / +0.02%
• GBPUSD : 1.36291 , +24 / +0.18%
• NZDUSD : 0.59430 , +8 / +0.14%
• USDJPY : 159.050 , +91 / +0.58%
• USDCAD : 1.37866 , -20 / -0.14%
• USDCHF : 0.80027 , +33 / +0.41%
• USDCNH : 6.72381 , -49 / -0.07%
*Sentimen*
Pada Jumat (21/8), data akan didominasi oleh survei flash Purchasing Managers Index (PMI) di Eropa, Inggris (UK), dan Amerika Serikat (AS).
- *Pekan depan, perhatian pasar secara luas akan beralih ke Simposium Jackson Hole.* Di mana Ketua The Fed Kevin Warsh akan menyampaikan pidato yang pertamanya. Pidato ini mungkin memberikan gambaran awal mengenai keputusan kebijakan bulan September.
Analisa Terkini
Pilihan Editor
Emas Bergerak Lebih Tinggi di Atas US$4.500 di Tengah Kabar Buyback Obligasi Pemerintah AS
Rupiah Indonesia Menguat meskipun Defisit Transaksi Berjalan Mencetak Rekor
Prakiraan Harga Dolar Australia: Fokus Beralih ke Data
Pembeli Mengendalikan Pasar dengan Bitcoin Menuju $80.000, Ethereum $2.500, XRP $1,50
Valas Hari Ini: Dolar AS Kesulitan setelah Treasury Meningkatkan Pembelian Obligasi Jangka Panjang
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 20 Agustus: Dolar AS (USD) berada di bawah tekanan jual yang kuat pada sesi Amerika pada hari Rabu setelah Departemen Keuangan secara tak terduga mengumumkan bahwa mereka akan menggandakan ukuran beberapa operasi pembelian kembali utang jangka panjang untuk mendukung likuiditas pasar.