Harga emas pulih dari titik terendah Agustus, menguat bersamaan dengan Dolar AS sebagai langka yang kembali terjadi.
Prospek kenaikan suku bunga Oktober yang semakin kuat, ditengah sikap hawkish para pejabat the Fed dalam rangkaian pidato sejak awal minggu ini - menjadi kunci kenaikan Dollar.
Sementara emas terlihat rebound, sebagai aksi profit taking paska kerugian tajam pada Senin (28/9). Disisi lain, Harga minyak anjlok dan sejumlah asset berisiko lainnya cennderung tertekan turun.
*Key Highlights*
- Dollar AS tetap kokoh mencapai tertinggi 101.60, setelah nada hawkish pada pejabat the Fed memperkuat prospek kenaikan suku bunga Oktober.
- Alberto Musalem (The Fed St. Louis), Austan Goolsbee (The Fed Chicago), dan Gubernur The Fed Michael Barr tetap mempertahankan sikap hawkish. Musalem menyatakan bahwa kebijakan saat ini "masih akomodatif,".
- Goolsbee menyebut bahwa "inflasi yang persisten ibarat bermain api." Di sisi lain, Gubernur Barr berbicara lebih lugas dengan menekankan perlunya "kalibrasi ulang" kebijakan serta kenaikan suku bunga lebih lanjut.
- Harga minyak melemah dibawah $90 per barel, setelah Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah bersiap untuk melonggarkan sanksi terhadap Iran dan mencairkan aset-aset negara tersebut sebagai imbalan atas kemajuan dalam perundingan nuklir.
- Penurunan diperburuk setelah API merilis jumlah persediaan minyak mentah AS naik sebesar 1.019 Juta Barrel selama sepekan terakhir. berbanding terbalik dengan perkiraan yang turun sekitar -1.9 juta barrel.
- Pada Rabu (30/9), pasar akan sibuk dan ramai dengan rangkaian data ekonomi AS diantaranya: GDP, PCE, ADP hingga Personal Spending dan Neraca Perdagangan Amerika. Masing-masing akan dirilis bersamaan pada pukul 19:30 WIB.
*Market Movement*
Hingga akhir perdagangan Selasa (29/9), Harga emas rebound - menguat kembali mendekati level $4,200. Berikut adalah penutupan harga emas dan silver pada Selasa (29/9) pada pukul 04:00 WIB:
• XAUUSD : $4,181.18 , +$66.29 / +1.61%
• GOLD FUTURES : $4,179.70 , +$11.30 / +0.27%
• XAGUSD : $61.438 , +$0.832 / +1.37%
Harga minyak berakhir anjlok dibawah $90 per barrel, ditengah pelonggaran sanksi AS terhadap Iran. Berikut adalah penutupan harga minyak pada Selasa (29/9) pada pukul 04:00 WIB:
• OIL (SPOT) : $88.04 , -$3.89 / -4.23%
• WTI : $89.38 , -$3.22 / -3.48%
• BRENT : $96.16 , -$1.67 / -1.71%
• NGAS : $3.0940 , -$0.115 / -3.58%
Indeks Dolar AS capai rekor tertinggi baru 101.60 - mendekati level tertinggi May 2025, prospek kenaikan suku bunga the Fed adalah kunci utama Dollar minggu ini. Berikut adalah penutupan pasar matauang pada Selasa (29/9) pada pukul 04:00 WIB:
• AUDUSD : 0.69849 , -31 / -0.43%
• EURUSD : 1.13399 , -30 / -0.26%
• GBPUSD : 1.32305 , -23 / -0.17%
• NZDUSD : 0.56400 , -26 / -0.45%
• USDJPY : 157.276 , -9 / -0.06%
• USDCAD : 1.41871 , +14 / +0.10%
• USDCHF : 0.83361 , +17 / +0.20%
• USDCNH : 6.70618 , -35 / -0.05%
*Sentimen*
Pada Rabu (30/9), pasar akan sibuk dan ramai dengan rangkaian data ekonomi AS diantaranya: GDP, PCE, ADP hingga Personal Spending dan Neraca Perdagangan Amerika. Masing-masing akan dirilis bersamaan pada pukul 19:30 WIB.
Analisa Terkini
Pilihan Editor
Dolar Australia Kesulitan Mendapatkan Traksi meski PMI Tiongkok Solid
Valas Hari Ini: Fokus Beralih ke PCE, ADP AS, Inflasi di Australia dan PMI Tiongkok
Emas Pantau Data Inflasi PCE AS untuk Pergerakan Berikutnya
QNT mendekati $300 saat Quant menjadi sorotan utama di Sibos 2026
Valas Hari Ini: Fokus Beralih ke PCE, ADP AS, Inflasi di Australia dan PMI Tiongkok
Dolar AS (USD) telah mempercepat pemulihannya, menambah awal pekan yang positif dan mencetak level tertinggi baru multi-pekan, yang selalu didukung oleh kenaikan berkelanjutan dalam imbal hasil obligasi pemerintah AS dan kekhawatiran geopolitik yang tak mereda.