Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman (BBH) melaporkan bahwa penurunan USD/JPY baru-baru ini terhenti meskipun ada komentar hawkish dari anggota Bank of Japan (BoJ) Kazuyuki Masu, dengan pasar sudah memprakirakan kenaikan 25 bp menjadi 1,25% pada 18 September. Ia melihat langkah 50 bp masih mungkin terjadi mengingat inflasi mendekati target dan ekonomi berada di atas kapasitas, serta menguraikan skenario di mana risiko cenderung ke Yen Jepang yang lebih kuat.

Keputusan The Fed dan BoJ Mendorong Arah Yen

"Penurunan USD/JPY telah terhenti. Pernyataan hawkish dari anggota BoJ Kazuyuki Masu hampir tidak menggerakkan ekspektasi suku bunga Jepang maupun JPY."

"Masu mengatakan "untuk menyelesaikan normalisasi kebijakan moneter di Jepang, saya yakin Bank perlu menaikkan suku bunga kebijakan (saat ini 1,00%) lebih lanjut, sehingga berada dengan kuat dalam kisaran estimasi suku bunga netral (1,10% dan 2,50%)""

"Pasar selama beberapa hari terakhir praktis telah sepenuhnya memprakirakan kenaikan suku bunga BoJ sebesar 25 bp menjadi 1,25% pada 18 September. Menurut pandangan kami, langkah 50 bp tidak dapat dikesampingkan mengingat inflasi yang mendasari sangat dekat dengan target 2% dan ekonomi Jepang berjalan sedikit di atas kapasitas."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan telah ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

EUR/USD Memantul dari Posisi Terendah, Kembali di Atas 1,1600

EUR/USD Memantul dari Posisi Terendah, Kembali di Atas 1,1600

EUR/USD kini berhasil mempercepat laju dan merebut kembali area di atas angka 1,1600 pada hari Kamis, meskipun masih bergerak dengan penurunan yang cukup besar. Penurunan harian pasangan mata uang ini terjadi di tengah traksi kenaikan Dolar AS yang kembali menguat dan meskipun ECB menaikkan suku bunga.

GBP/USD tetap Berada di Bawah Tekanan di Area 1,3500-an Rendah

GBP/USD tetap Berada di Bawah Tekanan di Area 1,3500-an Rendah

Setelah sebelumnya turun ke area di bawah 1,3500, GBP/USD kini kembali ke area 1,3520 pada hari Kamis. Kinerja Greenback yang teguh membuat kompleks risiko yang lebih luas berada di bawah pengawasan. Sementara itu, Pound Inggris diprakirakan tetap berhati-hati menjelang serangkaian rilis data penting pada hari Jumat.



Emas Turun karena PPI AS Perkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed, Dolar AS, Imbal Hasil Naik

Emas Turun karena PPI AS Perkuat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed, Dolar AS, Imbal Hasil Naik

Emas (XAU/USD) diperdagangkan dengan bias pelemahan pada hari Kamis karena Dolar AS (USD) yang stabil, naiknya imbal hasil obligasi Pemerintah AS dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) membebani logam mulia ini, sementara para pedagang juga menilai data terbaru Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) AS. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.368 setelah mencapai level tertinggi dalam perdagangan harian di US$4.324, turun 0,75% pada hari ini.


XRP Merosot di Tengah Struktur Pasar Kripto yang Rapuh

XRP Merosot di Tengah Struktur Pasar Kripto yang Rapuh

Ripple (XRP) turun untuk hari kedua berturut-turut, diperdagangkan di US$1,37 pada hari Kamis. Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas tetap rapuh karena investor menimbang dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah, yang memicu kenaikan berkelanjutan pada harga minyak mentah sekaligus membatasi pengiriman melalui Selat Hormuz dan Laut Merah.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 10 September:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 10 September:

Setelah aksi yang bergejolak pada hari Rabu, aktivitas di pasar finansial masih tenang pada awal perdagangan hari Kamis menjelang pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral Eropa dan data Indeks Harga Produsen bulan Juli dari Amerika Serikat.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA