• Yen Jepang terus dirusak oleh ketidakpastian pandangan BoJ terhadap kenaikan suku bunga di masa depan.
  • Berkurangnya spekulasi pemotongan suku bunga the Fed mendukung USD dan mengangkat pasangan USD/JPY ke puncak multi-dekade baru.
  • Kekhawatiran intervensi dan ketegangan geopolitik yang terus berlanjut dapat membantu membatasi pelemahan untuk safe haven JPY.

Yen Jepang (JPY) mempertahankan nada penawaran jual menjelang sesi Eropa pada hari Senin dan saat ini berada di dekat terendah multi-dekade, di sekitar 154,00 terhadap mata uang Amerika. Prospek dovish Bank of Japan (BoJ), yang mengindikasikan bahwa mereka tidak terburu-buru dalam melakukan normalisasi kebijakan, terus melemahkan JPY. Pembeli, sementara itu, sebagian besar mengabaikan peringatan terbaru dari otoritas Jepang bahwa mereka akan melakukan intervensi di pasar untuk menopang mata uang domestik.

Selain itu, nada risiko yang lebih lemah, di tengah memburuknya krisis Timur Tengah, juga tidak banyak memberikan kelonggaran terhadap safe-haven JPY. Sebaliknya, Dolar AS (USD) terlihat mengkonsolidasikan kenaikan kuat baru-baru ini ke level tertinggi sejak November di tengah ekspektasi Federal Reserve (The Fed) akan menunda penurunan suku bunga. Ini mengindikasikan bahwa divergensi besar dalam suku bunga antara AS dan Jepang akan bertahan selama beberapa waktu, yang pada gilirannya memberikan dorongan tambahan kepada pasangan USD/JPY.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Yen Jepang Terus Melemah, Terendah Baru Multi Dekade dan Terus Berlanjut

  • Pendekatan hati-hati Bank of Japan, yang mengindikasikan bahwa kondisi keuangan yang akomodatif akan dipertahankan untuk waktu yang lama, gagal untuk membantu Yen Jepang dalam mencatat pemulihan yang berarti dari level terendah beberapa dekade.
  • Para pejabat pemerintah Jepang melanjutkan upaya mereka untuk mempertahankan mata uang domestik, yang, bersama dengan perkembangan geopolitik selama akhir pekan, menahan bearish JPY untuk menempatkan taruhan baru dan membantu membatasi pelemahan.
  • Iran meluncurkan drone dan rudal peledak ke Israel sebagai pembalasan atas dugaan serangan Israel terhadap konsulatnya di Suriah, meningkatkan risiko konflik yang lebih luas di wilayah Timur Tengah dan memberikan dukungan kepada safe haven JPY.
  • Data yang dirilis dari AS minggu lalu tidak banyak membantu meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi yang masih tinggi dan memaksa para investor untuk memundurkan ekspektasi mereka akan penurunan suku bunga pertama oleh Federal Reserve ke bulan September dari bulan Juni.
  • Selain itu, harga pasar saat ini mengindikasikan kemungkinan kurang dari dua kali penurunan suku bunga pada tahun 2024 dibandingkan dengan tiga kali yang diproyeksikan oleh The Fed, membuat imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi dan menjadi pendorong bagi Dolar AS.
  • Sementara itu, prospek kebijakan BoJ-The Fed yang berbeda, menunjukkan bahwa jalur yang paling mungkin bagi pasangan USD/JPY tetap mengarah ke atas dan mendukung prospek perpanjangan momentum penembusan minggu lalu.
  • Para pedagang saat ini memantau data ekonomi AS, yang menampilkan angka Penjualan Ritel dan Indeks Manufaktur Empire State, yang, bersama dengan pidato The Fed, akan memengaruhi permintaan USD dan memberikan dorongan baru untuk mata uang utama.

Analisis Teknis: Pembeli USD Pertahankan Kendali Dekat 154,00, Meksipun Overbought pada Grafik Harian

Dari perspektif teknis, penembusan berkelanjutan pekan lalu melalui rintangan kisaran pedagangan jangka pendek di dekat level 152.00 dipandang sebagai pemicu baru bagi para pembeli. Pergerakan naik selanjutnya memvalidasi prospek konstruktif, meskipun Relative Strength Index (RSI) yang jenuh beli pada grafik harian membuatnya lebih bijaksana untuk menunggu konsolidasi jangka pendek sebelum menempatkan posisi untuk pergerakan kenaikan lebih lanjut. Namun demikian, pasangan USD/JPY tampaknya siap untuk melanjutkan tren naik yang mapan baru-baru ini dan bertujuan untuk merebut kembali level 154,00.

Di sisi lain, setiap penurunan korektif yang berarti di bawah level 153,00 kemungkinan akan menarik pembeli baru dan tetap terbatas di dekat level terendah hari Jumat, di sekitar area 152.60. Namun, penembusan yang meyakinkan di bawah ini dapat mendorong beberapa penjualan teknis dan menyeret pasangan USD/JPY ke level 152,00 dalam perjalanan menuju support peranatara di 151,40 dan angka bulat 151,00. Level yang terakhir ini akan bertindak sebagai titik penting utama, yang jika ditembus akan menunjukkan bahwa harga spot ini telah mencapai puncaknya dalam waktu dekat dan menggeser bias yang mendukung para pedagang bearish.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Pertahankan Kenaikan di Atas $4.300 di Tengah Harapan Kesepakatan Damai AS–Iran, Jelang Keputusan The Fed

Emas Pertahankan Kenaikan di Atas $4.300 di Tengah Harapan Kesepakatan Damai AS–Iran, Jelang Keputusan The Fed

Harga Emas (XAU/USD) bertahan di wilayah positif di sekitar $4.335 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Logam mulia ini rebound dari level terendah tahun ini, yang tercapai pekan lalu.

Valas Hari Ini: Dolar AS Tetap Netral saat Pasar Menunggu Keputusan Pertama Warsh di The Fed

Valas Hari Ini: Dolar AS Tetap Netral saat Pasar Menunggu Keputusan Pertama Warsh di The Fed

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan dengan sentimen melemah di sekitar level 99,50 saat para investor bersiap untuk menghadapi keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed), yang pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh sebagai Ketua.
Rekor: 45% Bank-Bank Sentral Prakirakan akan Membeli Lebih Banyak Emas dalam Jangka Pendek

Rekor: 45% Bank-Bank Sentral Prakirakan akan Membeli Lebih Banyak Emas dalam Jangka Pendek

Permintaan Emas oleh bank-bank sentral global diprakirakan akan tetap kuat tahun ini meskipun harga bullion naik lebih dari 120% dalam dua tahun terakhir, menurut data dari World Gold Council (WGC) yang dipublikasikan pada hari Selasa.
Emas Pertahankan Kenaikan di Atas $4.300 di Tengah Harapan Kesepakatan Damai AS–Iran, Jelang Keputusan The Fed

Emas Pertahankan Kenaikan di Atas $4.300 di Tengah Harapan Kesepakatan Damai AS–Iran, Jelang Keputusan The Fed

Harga Emas (XAU/USD) bertahan di wilayah positif di sekitar $4.335 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Logam mulia ini rebound dari level terendah tahun ini, yang tercapai pekan lalu.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 17 Juni

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 17 Juni

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan dengan nada yang lebih lemah di dekat level 99,50 karena para investor bersiap untuk keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed), yang pertama di bawah Kevin Warsh sebagai Ketua. The Fed secara luas diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah, tetapi pasar akan memantau dengan seksama pernyataan yang diperbarui, proyeksi, dan konferensi pers Warsh untuk mencari petunjuk.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA