USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.685 meski Defisit Transaksi Berjalan Melebar, Tunggu PMI AS


  • Kurs Rupiah menguat ke Rp17.685 per Dolar AS, naik 165 poin atau 0,92% sejak Selasa.
  • Defisit transaksi berjalan melebar menjadi 3,3% PDB pada kuartal II.
  • Dolar AS yang lemah menopang Rupiah, sementara minyak dan imbal hasil Treasury membatasi kenaikan menjelang data awal PMI S&P Global AS.

Rupiah Indonesia (IDR) menutup perdagangan Jumat di Rp17.685 per Dolar AS (USD), menguat 55 poin dari Rp17.740 pada Kamis. Sejak perdagangan Selasa, ketika pasar domestik kembali dibuka setelah libur Senin, Rupiah telah menguat 165 poin atau sekitar 0,92%. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) juga berada di Rp17.705. Kenaikan mata uang Garuda berlangsung meski defisit transaksi berjalan Indonesia melebar tajam pada kuartal II.

Pelemahan Dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan pasangan mata uang USD/IDR dan menopang Rupiah, sementara harga minyak yang tinggi serta imbal hasil Treasury AS jangka panjang yang tetap berada pada level tinggi membatasi penguatan mata uang Garuda.

Defisit Transaksi Berjalan Melebar Tajam

Dari dalam negeri, BI melaporkan defisit transaksi berjalan Indonesia melebar menjadi US$12,5 miliar atau 3,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal II 2026, dibandingkan dengan defisit US$3,6 miliar atau 1,0% PDB pada kuartal sebelumnya. Pelebaran tersebut terutama dipengaruhi peningkatan defisit perdagangan migas akibat kenaikan impor minyak di tengah tingginya harga energi dunia, penurunan surplus perdagangan nonmigas, serta kenaikan defisit pendapatan primer.

Di sisi lain, transaksi modal dan finansial berbalik mencatat surplus US$12,0 miliar, setelah defisit US$4,8 miliar pada kuartal I, ditopang peningkatan investasi langsung dan investasi portofolio. Surplus tersebut membantu memperkecil defisit Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) menjadi US$0,9 miliar dari US$9,1 miliar pada kuartal sebelumnya. Pada akhir Juni, Cadangan devisa tercatat sebesar US$145,6 miliar. BI memprakirakan sebagian faktor yang mendorong pelebaran transaksi berjalan bersifat temporer dan masih memprakirakan defisit sepanjang 2026 berada pada kisaran 0,5%–1,3% PDB.

Sementara dari sisi likuiditas, uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh 8,3% secara tahunan pada Juli, sedikit melambat dari 8,7% pada Juni, sedangkan pertumbuhan kredit meningkat menjadi 13,0% dari 12,1%.

Dolar AS Tertekan, Imbal Hasil Jangka Panjang Tetap Tinggi

Greenback melanjutkan pelemahannya, dengan Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan turun ke sekitar 98,65. Kementerian Keuangan AS sebelumnya menggandakan ukuran buyback obligasi bertenor 10 hingga 30 tahun menjadi sedikitnya US$4 miliar per operasi, dari maksimal sekitar US$2 miliar, untuk mendukung likuiditas pasar surat utang jangka panjang. Menteri Keuangan Scott Bessent kemudian mengatakan ukuran buyback tersebut masih dapat diperbesar.

Namun, efek awal kebijakan itu terhadap pasar obligasi mulai memudar ketika perhatian investor kembali tertuju pada kondisi fiskal AS. Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun berada di sekitar 4,69% pada Jumat, sementara tenor 30 tahun bertahan di kisaran 5,25%. Meski pelemahan Dolar AS memberikan dukungan bagi Rupiah, tingginya imbal hasil Treasury jangka panjang tetap menjadi faktor pembatas karena mempertahankan daya tarik aset berdenominasi Dolar AS dibandingkan aset negara berkembang.

Harga Minyak dan PMI AS Menjadi Perhatian

Risiko bagi Rupiah juga datang dari pasar minyak, dengan Brent masih bergerak di atas US$90 per barel pada Jumat dan berada di jalur kenaikan mingguan kedua berturut-turut. Gangguan pasokan akibat konflik AS–Iran dan terbatasnya arus melalui Selat Hormuz menjaga harga minyak tetap tinggi. Bagi Indonesia, kondisi tersebut menjadi perhatian karena kenaikan biaya impor minyak telah ikut memperlebar defisit perdagangan migas pada kuartal II.

Selanjutnya, perhatian pasar beralih ke data pendahuluan PMI S&P Global AS untuk Agustus yang akan dirilis malam ini. PMI Jasa diprakirakan melambat menjadi 54,0 dari 54,6, sedangkan PMI Manufaktur diprakirakan bertahan di 53,9. Data yang lebih kuat dari prakiraan dapat menopang Dolar AS dan imbal hasil Treasury, sementara hasil yang lebih lemah berpotensi mempertahankan tekanan terhadap Greenback.

Indikator Ekonomi

PMI Jasa S&P Global

Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa S&P Global, yang dirilis setiap bulan, merupakan indikator utama yang mengukur aktivitas bisnis di sektor jasa AS. Karena sektor jasa mendominasi sebagian besar perekonomian, PMI Jasa merupakan indikator penting yang mengukur keadaan kondisi perekonomian secara keseluruhan. Data tersebut diperoleh dari survei terhadap eksekutif senior di perusahaan swasta dari sektor jasa. Respons survei mencerminkan perubahan, jika ada, pada bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya dan dapat mengantisipasi perubahan tren dalam rangkaian data resmi seperti Produk Domestik Bruto (PDB), produksi industri, lapangan kerja, dan inflasi. Angka di atas 50 menunjukkan bahwa perekonomian jasa secara umum berkembang, sebuah tanda bullish bagi Dolar AS (USD). Sementara itu, angka di bawah 50 menandakan bahwa aktivitas di antara penyedia jasa secara umum menurun, yang dipandang sebagai bearish bagi USD.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Jum Agu 21, 2026 13.45 (Pendahuluan)

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 54

Sebelumnya: 54.6

Sumber: S&P Global

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Naik di Atas US$4.550, Tertinggi Sejak Juni saat USD Lemah dan Taruhan Kenaikan The Fed Memudar

Emas Naik di Atas US$4.550, Tertinggi Sejak Juni saat USD Lemah dan Taruhan Kenaikan The Fed Memudar

Emas (XAU/USD) melanjutkan momentum penembusannya di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang secara teknis signifikan dan naik lebih jauh melampaui US$4.550, mencapai level tertinggi baru sejak awal Juni selama awal sesi Eropa pada hari Jumat.
USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.685 meski Defisit Transaksi Berjalan Melebar, Tunggu PMI AS

USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.685 meski Defisit Transaksi Berjalan Melebar, Tunggu PMI AS

Rupiah Indonesia (IDR) menutup perdagangan Jumat di Rp17.685 per Dolar AS (USD), menguat 55 poin dari Rp17.740 pada Kamis. Sejak perdagangan Selasa, ketika pasar domestik kembali dibuka setelah libur Senin, Rupiah telah menguat 165 poin atau sekitar 0,92%. Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI) juga berada di Rp17.705.
Penyelamatan Bersejarah Yen Jepang Mulai Kehilangan Tenaga

Penyelamatan Bersejarah Yen Jepang Mulai Kehilangan Tenaga

Yen Jepang mencatat pemulihan tajam sekitar 900 poin setelah intervensi bersejarah AS–Jepang.setelah intervensi bersejarah AS–Jepang. Kurang dari tiga minggu kemudian, penyelamatan itu sudah menunjukkan tanda-tanda memudar. Yen memang sedikit diuntungkan oleh Dolar AS yang lebih lemah, tetapi tren penurunannya kemungkinan akan berlanjut karena tekanan mendasar pada mata uang ini belum hilang.
Kripto Hari Ini: Pembeli Bitcoin, Ethereum, XRP mempercepat rally di tengah meningkatnya arus masuk ETF

Kripto Hari Ini: Pembeli Bitcoin, Ethereum, XRP mempercepat rally di tengah meningkatnya arus masuk ETF

Pasar mata uang kripto (cryptocurrency) tetap bullish pada hari Jumat, dipimpin oleh lonjakan Bitcoin di atas $77.000. Altcoin, termasuk Ethereum dan Ripple, mengikuti prospek positif BTC, diperdagangkan di dekat $2.400 dan $1,35, masing-masing.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 21 Agustus:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 21 Agustus:

Menyusul penurunan tajam yang terlihat di pertengahan pekan, Indeks Dolar AS berusaha keras untuk memulai rebound dan tetap sedikit di atas level terendah tiga bulan yang ditetapkannya di dekat 98,50 pada hari Kamis. Data awal Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur dan Jasa bulan Agustus dari Jerman, Zona Euro, Inggris, dan AS akan ditampilkan dalam kalender ekonomi pada hari Jumat.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA