- Rupiah melemah 0,38% ke 17.999 per Dolar AS menjelang akhir perdagangan domestik.
- Dolar AS pulih tipis usai NFP AS Juni di tengah bertahannya harapan kenaikan suku bunga The Fed.
- Pasar menunggu cadangan devisa RI, PMI Jasa AS, dan sinyal terbaru dari pejabat The Fed.
Rupiah Indonesia (IDR) melemah di sekitar level 18.000 pada perdagangan Senin, di tengah pemulihan Dolar AS yang sempat tertekan usai data payrolls AS jauh lebih lemah dari prakiraan.
Faktor domestik masih membatasi ruang penguatan Rupiah, mulai dari defisit neraca perdagangan, inflasi yang mendekati batas atas target BI, hingga kontraksi PMI Manufaktur. Dari eksternal, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang belum sepenuhnya surut ikut menahan sentimen.
Pasangan mata uang USD/IDR telah mencetak tertinggi harian di 18.005. Menjelang penutupan perdagangan domestik, pasangan mata uang ini masih bergerak dekat level tertinggi tersebut, naik 68 poin atau 0,38% ke 17.999 dari level pembukaannya di 17.931. JISDOR hari ini tercatat di 17.999, lebih tinggi 39 poin dari level akhir pekan lalu di 17.960.
Awal pekan lalu, mata uang Garuda sempat bergerak menjauhi 18.000 dengan menguat ke 17.825, level terbaik pada 29 Juni, namun kemudian mencatatkan level terlemah di 17.950 pada Jumat. Sepanjang pekan lalu, Rupiah mencatat pelemahan sebesar 0,62% terhadap Dolar AS.
Dolar AS Pulih, Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed Belum Hilang
Saat berita ini ditulis, Dolar AS terlihat sedikit memulihkan pelemahan pekan lalu setelah DXY turun tajam sejak Kamis dan menguji area support kuat di 100,64. Indeks Dolar AS (DXY) berbalik menjauhi terendah Jumat di 100,60 ke sekitar 101,07 ketika pasar masih mengharapkan kenaikan suku bunga The Fed tahun ini.
Kamis lalu, BLS melaporkan NFP untuk bulan Juni turun ke 57.000, hampir separuh dari estimasi pasar sebesar 110.000. Angka bulan sebelumnya juga direvisi turun menjadi 129.000 dari 172.000.
Menanggapi data tersebut, analis ING Francesco Pesole menilai data tenaga kerja AS yang lebih lemah memang telah menekan Dolar AS, tetapi faktor itu saja belum cukup untuk menyebabkan Dolar melemah lebih jauh. Menurutnya, laporan BLS tersebut membuat pasar lebih sulit mempertahankan ekspektasi dua kali kenaikan suku bunga The Fed tahun ini, meski pasar masih dapat mempertahankan peluang setidaknya satu kenaikan hingga rilis IHK berikutnya pada 14 Juli. "Dalam beberapa minggu ke depan, DXY akan stabil dalam kisaran 100,0-101,5", tambahnya.
CME FedWatch Tool menunjukkan pasar belum melepas sepenuhnya skenario kenaikan suku bunga The Fed. Peluang kenaikan untuk Desember tercatat sebesar 75,8%, lebih tinggi dibandingkan 54,5% untuk September.
Fokus pada Cadangan Devisa Indonesia dan PMI Jasa AS
Fokus pasar pada 7-8 Juli akan tertuju pada data Cadangan Devisa Indonesia Juni. Pada bulan sebelumnya, Cadangan Devisa menunjukkan penurunan tajam ke USD 144,9 miliar, terendah sejak Juni 2024, yang sebagian dipengaruhi pembayaran utang pemerintah dan langkah stabilisasi Rupiah.
Awal bulan ini, Fitch menyebut cadangan devisa Indonesia sepanjang Maret hingga Mei turun 4,6%, setara dengan 4,9 bulan pembayaran eksternal berjalan pada 2026. Tingkat ini sedikit lebih rendah untuk rata-rata negara berperingkat BBB sebesar 5,0 bulan. Penurunan tajam dan berkelanjutan dapat memperberat tekanan pada profil kredit Indonesia, terutama jika disertai arus keluar modal yang berlanjut.
Selanjutnya, malam ini, rangkaian data bulan Juni dari Amerika Serikat akan menarik perhatian pasar, terutama setelah data NFP Kamis pekan lalu. PMI Gabungan S&P Global diprakirakan stabil di 52,2, sementara PMI Jasa ISM sedikit melemah ke 54,2 dari 54,5. Setelah itu, Dewan Gubernur The Fed Christopher J. Waller dijadwalkan akan menyampaikan pidato pukul 15:00 GMT atau 22:00 WIB.
Indikator Ekonomi
PMI Jasa ISM
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa dari Institute for Supply Management (ISM), yang dirilis setiap bulan, merupakan indikator utama yang mengukur aktivitas bisnis di sektor jasa AS, yang merupakan sebagian besar perekonomian. Indikator ini diperoleh dari survei terhadap eksekutif pasokan di seluruh Amerika berdasarkan informasi yang mereka kumpulkan di organisasi masing-masing. Respons survei mencerminkan perubahan, jika ada, pada bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya. Angka di atas 50 menunjukkan bahwa perekonomian jasa secara umum berkembang, yang merupakan tanda bullish bagi Dolar AS (USD). Angka di bawah 50 menandakan bahwa aktivitas sektor jasa secara umum menurun, yang dipandang sebagai bearish bagi USD.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Sen Jul 06, 2026 14.00
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: 54
Sebelumnya: 54.5
Sumber: Institute for Supply Management
Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa Institute for Supply Management (ISM) mengungkapkan kondisi sektor jasa AS saat ini, yang secara historis menjadi kontributor PDB yang besar. Data di atas 50 menunjukkan ekspansi aktivitas ekonomi sektor jasa. Pembacaan yang lebih kuat dari perkiraan biasanya membantu USD mengumpulkan kekuatan melawan mata uang utama lainnya. Selain PMI utama, data Indeks Ketenagakerjaan dan Indeks Harga yang Dibayar juga diawasi ketat oleh investor karena memberikan wawasan yang berguna mengenai keadaan pasar tenaga kerja dan inflasi.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Pertahankan Pelemahan Moderat karena Risiko Hormuz Dukung USD; Tanpa Keyakinan Bearish yang Kuat
USD/IDR: Rupiah Masih Menempel di Sekitar 18.000, Fokus ke Cadev RI dan PMI Jasa AS
Valas Harian: Lebih Banyak Wawasan tentang The Fed Pekan Ini
Pemulihan Dogecoin terhenti di tengah tanda-tanda awal support paus
Harga Dogecoin (DOGE) mendekati $0,0770, mempertahankan nada konsolidasi secara luas selama tiga hari terakhir setelah rebound 4% pada hari Jumat. Koin meme pertama ini kehilangan minat ritel karena volume derivatif DOGE menurun, sementara data on-chain menunjukkan tanda-tanda awal bahwa investor dompet besar, yang biasa disebut paus, sedang memperluas kepemilikannya.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Senin, 6 Juli
Pasar memulai minggu dengan cara yang relatif tenang saat para investor menunggu kondisi perdagangan kembali normal setelah akhir pekan tiga hari di Amerika Serikat. Pada paruh kedua hari ini, agenda ekonomi AS akan menampilkan data Indeks Manajer Pembelian Jasa dari Institute for Supply Management untuk bulan Juni dan Bank of Canada akan mempublikasikan Survei Prospek Bisnisnya. Selain itu, beberapa pejabat dari bank-bank sentral utama akan menyampaikan pidato.