- TLKM kesulitan menindaklanjuti kenaikan di atas 2.670.
- Perseroan mengungkapkan agenda RUPS Luar Biasa.
- Gambaran teknisnya belum menunjukkan pergerakan yang searah.
TLKM lebih tinggi 0,38% dari penutupan kemarin untuk diperdagangkan di 2.660 di sesi II Rabu. Saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dibuka di 2.650 dan naik untuk meraih tertinggi harian 2.670. Namun, sejak itu saham ini kesulitan untuk melampauinya dan bergerak tepat di bawahnya. Saham ini berupaya untuk mempertahankan kinerja positif hari kemarin di tengah informasi mengenai agenda RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) Luar Biasa yang dirilis oleh perseroan.
Kinerja positif ringan TLKM turut membantu mendorong sektor infrastruktur yang mengalami kenaikan 0,34% namun tidak bisa membalikkan kinerja negatif indeks LQ45 yang turun 0,38%, ditekan oleh CPIN (-2,40%), EMTK (-1,92%), BRPT (-1,14%), dan saham-saham lainnya.
Dua Agenda RUPS Luar Biasa
Perseroan akan menggelar RUPS Luar Biasa pada 30 September 2026 pada pukul 07:00 GMT (14:00 WIB). Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak hadir adalah 7 September.
Dalam keterbukaan informasi yang dirilis pasca penutupan pasar kemarin, perseroan merinci agenda rapat. Agenda pertama adalah persetujuan atas rencana untuk melakukan pemisahan sebagian segmen usaha Wholesale Fiber Connectivity (Tahap 2) kepada PT Telkom Infrastruktur, anak perusahaan yang 99% sahamnya dimiliki perseroan. Agenda kedua adalah perubahan susunan pengurus perseroan. Namun, tidak ada perincian lebih lanjut untuk agenda kedua.
Akhir pekan lalu juga perseroan merilis materi public expose yang menunjukkan bahwa laba bersih semester I mencapai Rp10,6 triliun yang naik 1,4% (YoY) dan EBITDA (Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) sebesar Rp37,5 triliun, naik 3,8% (YoY).
Momentum Tetap Bullish
Gambaran teknis menghadirkan petunjuk beragam. Tren jangka panjang TLKM masih cenderung turun karena berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari, meskipun naik untuk dua hari berturut-turut. Dalam jangka pendek, saham ini pergerakan sideways dari pertengahan Agustus, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 56,11 mengindikasikan momentum bullish karena berada di atas level netral 50.
Dalam kasus TLKM melanjutkan kenaikan, rintangan selanjutnya untuk saham ini berada di 2.800 (tertinggi 18 Juni), 3.030 (tertinggi 17 Juni), dan 3.095 (SMA 200-hari). Sementara di sisi bawah, saham ini memiliki support teknis di 2.570 (terendah 11, 12, 13, dan 28 Agustus), 2.420 (terendah 2 dan 7 Juli), dan 2.350 (terendah 2026 yang dicapai pada 8 Juni).

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia
Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.
Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.
Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.
Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Lanjut Pulih dari Terendah Satu Pekan, Rebut Kembali US$4.400 saat Dolar AS Tertekan
Rupiah Indonesia Menguat di Tengah Meningkatnya Keyakinan Konsumen, Melemahnya Dolar AS
Emas Tampak dalam Mode ‘Jual saat Memantul’ di Tengah Konflik Timur Tengah yang semakin Meluas
Emas Lanjut Pulih dari Terendah Satu Pekan, Rebut Kembali US$4.400 saat Dolar AS Tertekan
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 9 September:
Dolar AS berusaha keras untuk tetap tangguh terhadap mata uang utama lainnya di pertengahan pekan, dengan Indeks USD turun ke level terendah dalam lebih dari dua minggu di bawah 98,70. Kalender ekonomi AS akan menampilkan Perubahan Ketenagakerjaan ADP mingguan dan data Perubahan Stok Minyak Mentah dari Energy Information Administration. Yang lebih penting, Bank Sentral Eropa akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada hari Kamis dan Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis angka Indeks Harga Konsumen bulan Juli pada hari Jumat.