- Kurs Rupiah ditutup melemah ke Rp18.055 per Dolar AS, melanjutkan penurunan untuk sesi keempat berturut-turut.
- USD/IDR bergerak naik ke sekitar Rp18.075 setelah pasar domestik ditutup, sedangkan JISDOR meningkat 93 poin ke Rp18.088.
- Ketidakpastian mengenai arah kebijakan BI dan penguatan Dolar AS membebani Rupiah, meski penurunan harga minyak menahan tekanan lebih lanjut.
Rupiah Indonesia (IDR) ditutup di Rp18.055 per Dolar AS (USD) pada perdagangan Selasa, melanjutkan pelemahan untuk sesi keempat berturut-turut setelah sempat mendekati Rp18.100. Tekanan berlanjut ketika pasar mencermati arah kebijakan Bank Indonesia menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo, sementara Dolar AS mencapai level tertinggi satu bulan menjelang keputusan The Fed. Penurunan harga minyak membantu membatasi tekanan lebih lanjut terhadap mata uang Garuda.
Pada saat berita ini ditulis, Rupiah menjadi mata uang dengan kinerja terburuk di Asia, melemah 0,41% terhadap Dolar AS, disusul Dolar Taiwan yang turun 0,34%. Setelah perdagangan antarbank domestik berakhir, pasangan mata uang USD/IDR bergerak lebih tinggi ke sekitar Rp18.075. Sementara itu, JISDOR Selasa ditetapkan di Rp18.088, naik 93 poin dari Rp17.995 pada hari sebelumnya.
Pergantian Pimpinan BI Memicu Ketidakpastian Kebijakan
Reuters, mengutip sejumlah sumber, melaporkan bahwa Perry Warjiyo dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berbeda pandangan mengenai keseimbangan antara penyediaan likuiditas untuk mendukung pertumbuhan dan kebijakan yang lebih ketat guna menjaga Rupiah. S&P Global Ratings menilai pengunduran diri tersebut tidak berdampak langsung terhadap peringkat Indonesia, tetapi dapat menambah ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter dan respons otoritas terhadap perubahan kondisi ekonomi.
Destry Damayanti, yang ditunjuk memimpin BI sementara, sebelumnya menegaskan bahwa bank sentral akan melanjutkan operasi moneter dan stabilisasi Rupiah melalui pasar spot, DNDF, serta NDF domestik dan luar negeri. Kebijakan makroprudensial yang mendukung pertumbuhan juga tetap dijalankan sesuai keputusan RDG terakhir.
Elias Haddad dari Brown Brothers Harriman (BBH) menilai pengunduran diri Perry meningkatkan kekhawatiran terhadap campur tangan politik dan independensi BI. Namun, ia memprakirakan ruang pelemahan Rupiah tetap terbatas karena “fundamental pertumbuhan-inflasi yang mendukung, defisit transaksi berjalan yang rendah, cadangan devisa memadai, serta valuasi IDR yang dinilai murah.”
Dolar AS Menguat Menjelang FOMC
Indeks Dolar AS bertahan di sekitar 101,50 setelah mencapai level tertinggi satu bulan. Menurut CME FedWatch Tool, pasar memperhitungkan peluang 66,3% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75%. Pesanan barang tahan lama AS naik 0,3% pada Juni, lebih rendah dari prakiraan 1,6%, sementara pesanan barang modal nonpertahanan di luar pesawat meningkat 0,9% setelah tumbuh 1,9% pada bulan sebelumnya. Pesanan di luar transportasi juga naik 0,6%, tetapi masih di bawah konsensus 0,9%. Perincian tersebut menunjukkan belanja modal masih tumbuh, tetapi lajunya melambat.
Pasar malam ini akan mencermati Perubahan Ketenagakerjaan ADP rata-rata empat minggu, Indeks Harga Rumah FHFA bulan Mei, serta Indeks Keyakinan Konsumen Conference Board bulan Juli. Rangkaian data tersebut menjadi perhatian menjelang keputusan suku bunga dan pernyataan kebijakan moneter The Fed pada Rabu waktu AS atau Kamis dini hari WIB, yang akan diikuti konferensi pers FOMC 30 menit kemudian.
Penurunan Minyak Menahan Tekanan
Penurunan harga minyak membantu membatasi tekanan terhadap Rupiah. Brent sempat turun ke level terendah sejak 20 Juli di sekitar USD86,89, sementara WTI melemah ke USD81,16 per barel setelah AS menghentikan sementara kampanye udaranya terhadap Iran dan Teheran menyatakan akan menahan serangan selama jeda tersebut berlanjut. Harapan diplomasi meningkat setelah Iran membahas keamanan Selat Hormuz dengan Arab Saudi dan Oman, tetapi risiko pasokan belum sepenuhnya mereda karena pembatasan pelayaran di Hormuz serta serangan kelompok pro-Iran terhadap sasaran minyak Saudi.
Indikator Ekonomi
Perubahan Ketenagakerjaan ADP Rata-rata 4 Minggu
Estimasi mingguan awal ADP, yang dirilis oleh Automatic Data Processing Inc, memberikan rata-rata pergerakan empat minggu dari perubahan total ketenagakerjaan swasta terbaru di AS. Secara umum, kenaikan indikator ini memiliki implikasi positif bagi belanja konsumen dan merangsang pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pembacaan yang tinggi secara tradisional dianggap bullish bagi Dolar AS (USD), sementara pembacaan yang rendah dianggap bearish.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Sel Jul 28, 2026 12.15
Frekuensi: Mingguan
Konsensus: -
Sebelumnya: 16.5Rb
Sumber: ADP Research Institute
Laporan mingguan ADP menyajikan perubahan ketenagakerjaan sektor swasta, menawarkan pandangan terkini pasar tenaga kerja berdasarkan data ADP yang terperinci dan berfrekuensi tinggi. Para pelaku pasar sering menganggap data ketenagakerjaan dari ADP, penyedia layanan penggajian terbesar di Amerika, sebagai pertanda akan dirilisnya Nonfarm Payrolls oleh Biro Statistik Tenaga Kerja.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Euro Dekat Terendah Bulanan, Bertahan di Atas 1,1350 saat Pembeli USD Berhenti Sejenak Jelang Pertemuan FOMC
Rupiah Melemah ke Rp18.055, USD/IDR Naik saat Pasar Cermati Arah BI dan The Fed
Prospek Rupee India: Tren Penurunan Diprakirakan Berlanjut – Hanya dengan Laju yang Lebih Lambat
Bitcoin turun di bawah $64.000 saat sentimen risk-off mencengkeram pasar
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 28 Juli
Rally relief yang dipicu oleh keputusan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghentikan serangan tetap singkat pada hari Senin dan Indeks Dolar AS (USD) mengakhiri hari hampir tidak berubah setelah pembukaan yang bearish.