Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan pemotongan tarif terkait fentanyl untuk impor dari Tiongkok, menurunkan tarif dari 20% menjadi 10%, dan melanjutkan pembekuan beberapa tarif timbal baliknya terhadap barang-barang Tiongkok, lapor Bloomberg pada Selasa malam.
Tindakan ini akan mulai berlaku pada 10 November dan mengikuti kesepakatan yang dicapai pada KTT Oktober di Korea Selatan yang bertujuan untuk meredakan ketegangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.
Reaksi Pasar
pada saat berita ini ditulis, pasangan mata uang AUD/USD diperdagangkan di sekitar 0,6490, turun 0,74% pada hari ini.
Pertanyaan Umum Seputar PERANG DAGANG AS-TIONGKOK
Secara umum, perang dagang adalah konflik ekonomi antara dua negara atau lebih akibat proteksionisme yang ekstrem di satu sisi. Ini mengimplikasikan penciptaan hambatan perdagangan, seperti tarif, yang mengakibatkan hambatan balasan, meningkatnya biaya impor, dan dengan demikian biaya hidup.
Konflik ekonomi antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dimulai pada awal 2018, ketika Presiden Donald Trump menetapkan hambatan perdagangan terhadap Tiongkok, mengklaim praktik komersial yang tidak adil dan pencurian kekayaan intelektual dari raksasa Asia tersebut. Tiongkok mengambil tindakan balasan, memberlakukan tarif pada berbagai barang AS, seperti mobil dan kedelai. Ketegangan meningkat hingga kedua negara menandatangani kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok Fase Satu pada Januari 2020. Perjanjian tersebut mengharuskan reformasi struktural dan perubahan lain pada rezim ekonomi dan perdagangan Tiongkok serta berpura-pura mengembalikan stabilitas dan kepercayaan antara kedua negara. Pandemi Coronavirus mengalihkan fokus dari konflik tersebut. Namun, perlu dicatat bahwa Presiden Joe Biden, yang menjabat setelah Trump, mempertahankan tarif yang ada dan bahkan menambahkan beberapa pungutan lainnya.
Kembalinya Donald Trump ke Gedung Putih sebagai Presiden AS ke-47 telah memicu gelombang ketegangan baru antara kedua negara. Selama kampanye pemilu 2024, Trump berjanji untuk memberlakukan tarif 60% terhadap Tiongkok begitu ia kembali menjabat, yang ia lakukan pada tanggal 20 Januari 2025. Perang dagang AS-Tiongkok dimaksudkan untuk dilanjutkan dari titik terakhir, dengan kebijakan balas-membalas yang mempengaruhi lanskap ekonomi global di tengah gangguan dalam rantai pasokan global, yang mengakibatkan pengurangan belanja, terutama investasi, dan secara langsung berdampak pada inflasi Indeks Harga Konsumen.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Prakiraan Mingguan Emas: Keputusan Suku Bunga The Fed dan Dot Plot Menjadi Kunci untuk Aksi Arah Berikutnya
Prakiraan Mingguan EUR/USD: Menaikkan Suku Bunga atau Tidak? Kevin Warsh Berada di antara Dua Pilihan Sulit
Prakiraan Mingguan Bitcoin: BTC Turun saat Hambatan Makro Meningkat
Prakiraan Harga Ripple: XRP memperpanjang penurunan karena kembalinya arus masuk ETF gagal mengangkat prospek
Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 11 September:
Dolar AS stabil di awal sesi Eropa pada hari Jumat setelah menguat terhadap mata uang-mata uang lainnya pada hari Kamis. Data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan Agustus dari Amerika Serikat, yang dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap langkah kebijakan berikutnya dari Federal Reserve, akan diawasi dengan ketat oleh para pelaku pasar pada paruh kedua hari ini. Agenda ekonomi AS juga akan menampilkan Indeks Sentimen Konsumen pendahuluan University of Michigan untuk bulan September.