Jerome Powell, Ketua Federal Reserve (The Fed) AS, menyampaikan Laporan Kebijakan Moneter Setengah-Tahunan dan menjawab pertanyaan di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR pada hari kedua kesaksiannya di Kongres.

Poin-Poin Penting

“Kami melihat kebijakan The Fed saat ini bersifat membatasi.”

“Suku bunga netral pasti naik setidaknya dalam jangka pendek.”

“Kami tahu kami harus menyesuaikan stress tests bank dari waktu ke waktu.”

“Yang utama adalah melakukan proposal permodalan bank dengan benar.”

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Lanjut Pulih dari Terendah Satu Pekan, Rebut Kembali US$4.400 saat Dolar AS Tertekan

Emas Lanjut Pulih dari Terendah Satu Pekan, Rebut Kembali US$4.400 saat Dolar AS Tertekan

Emas (XAU/USD) melanjutkan pemulihan dalam perdagangan harian dari level terendah satu pekan dan kembali merebut level US$4.400 menjelang sesi Eropa pada hari Rabu.
USD/IDR: Rupiah Tangguh di Rp17.500, Dolar Melemah tetapi Brent Sempat Tembus US$100

USD/IDR: Rupiah Tangguh di Rp17.500, Dolar Melemah tetapi Brent Sempat Tembus US$100

Rupiah Indonesia (IDR) menutup perdagangan Rabu dengan pijakan lebih kuat, menyeret turun pasangan mata uang USD/IDR ke Rp17.500 dari Rp17.625 pada Selasa, atau menguat 125 poin. Kurs referensi JISDOR Bank Indonesia (BI) juga turun ke Rp17.552 dari Rp17.618.
Valas Harian: Aksi Harga Dolar Cukup Buruk

Valas Harian: Aksi Harga Dolar Cukup Buruk

Meskipun harga energi lebih tinggi dan suku bunga AS jangka pendek yang kuat, dolar tetap lemah. Pergerakan liar pada USD/JPY tetap menjadi sorotan utama, tetapi lingkungan investasi yang jinak dan bervolatilitas rendah juga menjadi faktor penting lain yang mendorong arus keluar dari dolar. Kalender hari ini sepi dan fokus kemungkinan akan kembali ke Treasury AS menjelang lelang.
Emas Lanjut Pulih dari Terendah Satu Pekan, Rebut Kembali US$4.400 saat Dolar AS Tertekan

Emas Lanjut Pulih dari Terendah Satu Pekan, Rebut Kembali US$4.400 saat Dolar AS Tertekan

Emas (XAU/USD) melanjutkan pemulihan dalam perdagangan harian dari level terendah satu pekan dan kembali merebut level US$4.400 menjelang sesi Eropa pada hari Rabu.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 9 September:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 9 September:

Dolar AS berusaha keras untuk tetap tangguh terhadap mata uang utama lainnya di pertengahan pekan, dengan Indeks USD turun ke level terendah dalam lebih dari dua minggu di bawah 98,70. Kalender ekonomi AS akan menampilkan Perubahan Ketenagakerjaan ADP mingguan dan data Perubahan Stok Minyak Mentah dari Energy Information Administration. Yang lebih penting, Bank Sentral Eropa akan mengumumkan keputusan kebijakan moneter pada hari Kamis dan Biro Statistik Tenaga Kerja AS akan merilis angka Indeks Harga Konsumen bulan Juli pada hari Jumat.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA