• USD/CHF bertahan di atas 0,8325, setelah pembalikan ringan dari area 0,8350.
  • Pullback moderat pada imbal hasil obligasi Pemerintah AS dan pembalikan pada harga minyak melemahkan dukungan bagi Dolar AS sebagai aset safe haven.
  • Divergensi kebijakan moneter The Fed-SNB tetap menjadi hambatan signifikan bagi pemulihan CHF yang kuat.


Franc Swiss (CHF) memangkas sebagian pelemahannya pada sesi pasar yang tenang pada hari Selasa, saat pullback pada imbal hasil obligasi Pemerintah AS dan pembalikan ringan pada harga minyak telah melemahkan dukungan bagi Dolar AS (USD) sebagai aset safe haven. Namun, pasangan mata uang USD/CHF sejauh ini masih berada di atas 0,8325, yang membuat struktur bullish yang lebih besar tetap utuh.

Imbal hasil obligasi Pemerintah AS sedang pullback dari level tertinggi multi-dekade, di tengah penurunan moderat harga minyak mentah. Minyak Brent telah mundur ke US$103,00 per barel selama perdagangan sesi Eropa, sekitar US$2,5 di bawah level tertinggi Senin, tetapi masih di atas US$100, level yang dianggap krusial bagi pertumbuhan ekonomi global, yang sejauh ini menjaga selera risiko tetap tertekan.

Sebelumnya hari ini, Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, menegaskan kembali pesan hawkish-nya, menyerukan pengetatan moneter lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang karena, menurutnya, "inflasi masih terlalu tinggi dengan The Fed telah meleset dari target 2% selama lima setengah tahun." 

Hammack Tegaskan Kembali Seruannya pada Suku Bunga yang Lebih Tinggi

Pernyataan Hammack gagal mendukung Dolar AS, dengan pasar menunggu rilis Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) dan Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) AS pada pekan ini untuk penilaian yang lebih baik terhadap jadwal pengetatan The Fed. Para investor memprakirakan peluang 80% bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 28 dan 29 Oktober, tetapi tetap yakin akan adanya kenaikan suku bunga pada bulan Desember, menurut FedWatch Tool. Pasar menunggu data inflasi September untuk mengonfirmasi harapan tersebut.

Di Swiss, kalender data pekan ini relatif sepi, dan divergensi kebijakan moneter antara The Fed dan Swiss National Bank (SNB) kemungkinan akan membuat CHF tetap defensif. Suku bunga acuan SNB berada di 0% dan diprakirakan tidak akan berubah dalam waktu dekat karena inflasi di Swiss tetap berada di level-level moderat.

Ke depan, para ahli strategi di UOB Group mempertahankan sikap jangka menengah yang stabil pada USD/CHF, menegaskan kembali bahwa Dolar "kemungkinan telah memasuki fase terikat dalam kisaran antara 0,8245 dan 0,8365."

Pertanyaan Umum Seputar SNB

Bank Nasional Swiss (SNB) adalah bank sentral negara tersebut. Sebagai bank sentral yang independen, mandatnya adalah untuk memastikan stabilitas harga dalam jangka menengah dan panjang. Untuk memastikan stabilitas harga, SNB bertujuan untuk mempertahankan kondisi moneter yang sesuai, yang ditentukan oleh tingkat suku bunga dan nilai tukar. Bagi SNB, stabilitas harga berarti kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) Swiss kurang dari 2% per tahun.

Dewan Pengurus Bank Nasional Swiss (Swiss National Bank/SNB) memutuskan tingkat suku bunga kebijakan yang tepat sesuai dengan tujuan stabilitas harga. Ketika inflasi berada di atas target atau diperkirakan akan berada di atas target di masa mendatang, bank ini akan berupaya mengendalikan pertumbuhan harga yang berlebihan dengan menaikkan suku bunga kebijakannya. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya positif bagi Franc Swiss (CHF) karena suku bunga tersebut menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi, sehingga menjadikan negara tersebut tempat yang lebih menarik bagi para investor. Sebaliknya, suku bunga yang lebih rendah cenderung melemahkan CHF.

Ya. Bank Nasional Swiss (SNB) secara berkala melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk mencegah Franc Swiss (CHF) menguat terlalu tinggi terhadap mata uang lain. CHF yang kuat akan melemahkan daya saing sektor ekspor negara yang sangat kuat tersebut. Antara tahun 2011 dan 2015, SNB menerapkan patokan terhadap Euro untuk membatasi kenaikan CHF terhadapnya. Bank tersebut melakukan intervensi di pasar dengan menggunakan cadangan devisanya yang besar, biasanya dengan membeli mata uang asing seperti Dolar AS atau Euro. Selama periode inflasi tinggi, terutama yang disebabkan oleh energi, SNB menahan diri untuk tidak melakukan intervensi pasar karena CHF yang kuat membuat impor energi menjadi lebih murah, sehingga meredam guncangan harga bagi rumah tangga dan bisnis Swiss.

SNB melakukan pertemuan sekali dalam satu kuartal – pada bulan Maret, Juni, September dan Desember – untuk melakukan penilaian kebijakan moneter. Setiap penilaian ini menghasilkan keputusan kebijakan moneter dan publikasi prakiraan inflasi jangka menengah.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Kesulitan di Bawah US$4.200 meskipun Dolar AS, Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS Mundur

Emas Kesulitan di Bawah US$4.200 meskipun Dolar AS, Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS Mundur

Emas (XAU/USD) mempertahankan kenaikan moderat selama perdagangan sesi Eropa pada hari Selasa saat pullback pada Dolar AS (USD) dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS mendukung logam mulia tersebut. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar US$4.185, naik 0,35% pada hari ini.
Valas Hari Ini: Dolar AS Mundur dari Tertinggi 18 Bulan karena Imbal Hasil Obligasi, Harga Minyak Turun

Valas Hari Ini: Dolar AS Mundur dari Tertinggi 18 Bulan karena Imbal Hasil Obligasi, Harga Minyak Turun

Indeks Dolar AS (DXY) mundur dari tertinggi 18 bulan ke sekitar 102,35 setelah libur di beberapa pasar AS. Imbal hasil obligasi Treasury bertenor 10 tahun melemah, sementara harga minyak turun. Data Ketenagakerjaan ADP dan Penjualan Rumah Lama (Existing Home Sales) AS akan dirilis nanti pada hari ini.

Mengapa Tiongkok Menimbun Emas?

Mengapa Tiongkok Menimbun Emas?

Tiongkok sedang menimbun emas. Mengapa?
Solana Merebut Kembali EMA 50-Hari di Tengah Ekspansi Tokenisasi

Solana Merebut Kembali EMA 50-Hari di Tengah Ekspansi Tokenisasi

Solana (SOL) diperdagangkan di atas $107 pada hari Selasa, merebut kembali EMA 50 hari setelah ditutup di bawahnya pada hari sebelumnya. Sementara itu, ekspansi tokenisasi Solana dan pencatatan yang akan datang dari Exchange Traded Fund Solana spot kedua di Hong Kong menyoroti meningkatnya minat institusional.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 13 Oktober:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 13 Oktober:

Indeks Dolar AS (DXY) mundur dari tertinggi 18 bulan ke sekitar 102,35 setelah libur di beberapa pasar AS. Imbal hasil obligasi Treasury bertenor 10 tahun melemah, sementara harga minyak turun. Data Ketenagakerjaan ADP AS dan Penjualan Rumah Lama (Existing Home Sales) akan dirilis nanti pada hari ini. Perhatian akan beralih ke laporan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK atau CPI) AS pada hari Rabu, diikuti oleh data Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) dan Penjualan Ritel pada hari Kamis. Laporan-laporan ini dapat memberikan arah lebih lanjut bagi jalur kebijakan Federal Reserve.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA