- Komentar para pengambil kebijakan The Fed mengenai prospek kebijakan akan dicermati oleh para investor minggu ini.
- Pasar melihat berkurangnya kemungkinan kebijakan The Fed dipertahankan pada bulan September.
- Prospek suku bunga The Fed dapat mempengaruhi kinerja Dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.
Para pengambil kebijakan Federal Reserve (The Fed) dijadwalkan untuk menyampaikan pidato sepanjang minggu ini karena para investor menilai kembali prospek suku bunga setelah data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulan April. Menurut CME FedWatch Tool, probabilitas tidak ada perubahan pada suku bunga kebijakan The Fed di bulan September berada di kisaran 35%.
Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin, Gubernur The Fed Christopher Waller, Presiden The Fed NY John Williams, Presiden The Fed Boston Susan Collins dan Presiden The Fed Cleveland Loretta Mester termasuk di antara para pejabat The Fed yang akan berbicara pada hari Selasa.
Presiden Fed Atlanta Raphael Bostic mengatakan sebelumnya hari ini bahwa The Fed harus berhati-hati terhadap perubahan pertama pada suku bunga, dan menambahkan bahwa itu mungkin perlu dilakukan nanti agar tidak memicu kegembiraan terpendam pada investasi dan belanja lainnya. Sementara itu, Gubernur Fed Christopher Waller mencatat bahwa ia perlu melihat data inflasi yang bagus selama beberapa bulan lagi sebelum dapat mendukung pelonggaran kebijakan.
Bostic, The Fed: The Fed Harus Berhati-hati Terhadap Perubahan Pertama pada Suku Bunga
Waller, The Fed: Perlu Beberapa Bulan Lagi Data yang Bagus Sebelum Mendukung Pelonggaran Kebijakan
The Fed telah mengadopsi nada hati-hati mengenai waktu perubahan kebijakan setelah pembacaan inflasi yang lebih kuat dari prakiraan pada kuartal pertama tahun ini. Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada tanggal 15 Mei bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) inti naik 3,6% pada basis tahunan di bulan April. Angka ini mengikuti kenaikan 3,8% yang tercatat di bulan Maret dan sejalan dengan ekspektasi pasar. Secara bulanan, IHK dan IHK inti naik 0,3% setelah naik 0,4% di bulan Maret. Dolar AS (USD) berada di bawah tekanan bearish karena para pelaku pasar menilai data inflasi dan Indeks USD turun ke level terendah dalam lebih dari sebulan, kehilangan lebih dari 0,7% secara mingguan.
Presiden The Fed San Francisco Mary Daly mencatat pada hari Senin bahwa, meskipun ia memprakirakan inflasi tempat tinggal perlahan-lahan membaik, ia mengatakan bahwa ia tidak mengharapkan kemajuan yang cepat. Daly juga mencatat bahwa ia tidak yakin bahwa inflasi akan turun secara berkelanjutan ke target inflasi The Fed di 2%.
Wakil Ketua The Fed untuk bidang pengawasan Michael Barr mengatakan bahwa The Fed berada dalam posisi yang baik untuk mempertahankan kebijakan yang stabil dan mengawasi perekonomian, demikian dikutip dari Reuters. Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Gubernur The Fed Phillip Jefferson mengakui bahwa angka inflasi yang lebih baik di bulan April cukup menggembirakan dan menambahkan bahwa masih terlalu dini untuk mengatakan apakah perlambatan proses disinflasi yang terjadi baru-baru ini akan berlangsung lama.
BERITA TERKAIT
- Jefferson, The Fed: Terlalu Dini untuk Mengatakan Apakah Perlambatan Dalam Proses Disinflasi akan Bertahan Lama
- Bostic, The Fed: The Fed Terbuka Terhadap Segala Kemungkinan Dalam Jalur Perekonomian
- Barr, The Fed: The Fed Dalam Posisi yang Baik untuk Pertahankan Kebijakan Tetap Stabil dan Mengawasi Perekonomian
Minggu lalu, anggota Dewan Gubernur The Fed Michelle Bowman mengatakan bahwa perkembangan inflasi mungkin tidak sekonsisten yang diharapkan banyak pihak. Presiden The Fed Cleveland, Mester, menekankan bahwa mempertahankan level kebijakan The Fed saat ini akan membantu mengembalikan inflasi yang masih tinggi ke target 2%. Presiden The Fed Richmond Thomas Barkin mengatakan kepada CNBC pada hari Kamis lalu bahwa data Indeks Harga Konsumen (IHK) terbaru menunjukkan bahwa inflasi tidak sesuai dengan yang diinginkan oleh The Fed. Terakhir, Presiden The Fed New York, Williams, berpendapat bahwa tidak ada kebutuhan untuk penurunan suku bunga dalam waktu dekat.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Incar Kenaikan Mingguan, tetapi Prospek Hawkish The Fed Batasi Kenaikan
Emas (XAU/USD) kesulitan untuk bergerak di atas level US$4.400 pada hari Jumat saat prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang hawkish membuat Dolar AS (USD) tetap dalam penawaran beli. Meski begitu, logam ini berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan pertamanya dalam tiga minggu saat pullback harga Minyak menyeret imbal hasil obligasi Pemerintah AS menjauh dari level tertinggi multi-tahun.
Dolar Australia Melemah saat Taruhan Kenaikan Suku Bunga The Fed Meningkat Menjelang KTT Trump–Xi
Prakiraan untuk Pekan Mendatang: Trump, Xi, Minyak, Tarif dan PMI
Emas Incar Kenaikan Mingguan, tetapi Prospek Hawkish The Fed Batasi Kenaikan
Emas (XAU/USD) kesulitan untuk bergerak di atas level US$4.400 pada hari Jumat saat prospek kebijakan Federal Reserve (The Fed) yang hawkish membuat Dolar AS (USD) tetap dalam penawaran beli. Meski begitu, logam ini berada di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan pertamanya dalam tiga minggu saat pullback harga Minyak menyeret imbal hasil obligasi Pemerintah AS menjauh dari level tertinggi multi-tahun.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada Jumat, 18 September:
Indeks Dolar AS (DXY) membukukan kenaikan moderat di sekitar 100,30 pada hari Jumat karena para pedagang terus menilai kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) terbaru dan isyarat kebijakan. Pada hari Rabu, bank sentral AS memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuannya sebesar seperempat poin persentase ke kisaran 3,75% hingga 4,00%. Ini adalah pertama kalinya The Fed menaikkan suku bunga sejak Juli 2023. Pidato Gubernur Fed Michelle Bowman dijadwalkan akan disampaikan nanti pada hari Jumat.