Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg pada hari Senin, Presiden Federal Reserve Bank Atlanta Raphael Bostic mengatakan bahwa perlu beberapa saat sebelum mereka yakin bahwa inflasi akan kembali turun ke 2%.
Poin-Poin Penting
"Data inflasi pada semester pertama tahun ini sangat tidak menentu."
"Para pemimpin dunia usaha mengatakan kepada saya bahwa segala sesuatunya melambat, namun sangat lambat."
“Momentum dalam perekonomian akan membutuhkan waktu untuk terwujud.”
"Kekuatan penetapan harga melemah."
“Prospek saya adalah inflasi akan terus turun tahun ini dan memasuki tahun 2025.”
“Keadaan stabil baru kami pada tingkat suku bunga kemungkinan akan lebih tinggi dari yang biasa dirasakan masyarakat selama dekade terakhir.”
"The Fed terbuka terhadap semua kemungkinan dalam jalur perekonomian."
“Risikonya sangat seimbang saat ini.”
"Perusahaan-perusahaan mengatakan kepada saya bahwa pasar tenaga kerja lebih lemah dibandingkan tahun lalu, namun tidak lemah."
"Sikap kebijakan kami bersifat membatasi."
Reaksi Pasar
Indeks Dolar AS tidak menunjukkan reaksi terhadap komentar ini dan terakhir terlihat membukukan kenaikan kecil di 104,55.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
AUD/USD melemah menjelang 0,7060
AUD/USD meninggalkan dua kenaikan harian berturut-turut dan mundur tajam pada hari Kamis, sempat menguji area 0,7020 menjelang pembukaan perdagangan di Asia. Koreksi pasangan mata uang ini terjadi sebagai respons terhadap rebound Greenback yang cukup baik, pada saat ketegangan geopolitik tampaknya kembali muncul.
EUR/USD Tergelincir Kembali ke Terendah Dua Hari di Dekat 1,1510
EUR/USD menghadapi tekanan turun baru dan menguji ulang level terendah 1,1500-an di bagian akhir sesi Amerika Utara hari Kamis. Pergerakan turun pada spot ini terjadi setelah dua kenaikan harian berturut-turut dan mengikuti bias bid baru pada Dolar AS di tengah munculnya kembali sedikit gejolak di Timur Tengah. Ke depannya, data NFP AS akan menjadi sorotan utama pada hari Jumat.
Harga Emas Tetap Tertekan di Dekat $4.250
Emas mempertahankan nada yang sedikit bearish di dekat level $4.250 per troy ons pada hari Kamis. Penurunan logam mulia ini terjadi seiring dengan pemulihan harian Greenback dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS yang lebih tinggi, semuanya di tengah kembali menguatnya kekhawatiran geopolitik.
Prakiraan Harga Dogecoin: Aksi Jual DOGE Tampaknya Tak Terbendung Meski Minat Ritel Kembali Meningkat