• IHSG ditutup melemah 0,64% atau 39 poin ke 6.091 setelah sempat turun hingga 6.029.
  • Sektor properti dan industri mencatat penurunan terdalam, sementara kenaikan BBCA membantu menjaga PRIMBANK10 relatif stabil.
  • Kejatuhan lanjutan KOSPI dan lonjakan harga minyak membayangi sentimen menjelang keputusan suku bunga The Fed.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan enam sesi berturut-turut pada perdagangan Rabu, ditutup turun 0,64% atau 39 poin ke 6.091. Tekanan terutama terlihat pada sektor properti, industri, serta transportasi dan logistik, di tengah kehati-hatian menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve dan berlanjutnya aksi jual saham semikonduktor di Asia.

Indeks dibuka lebih tinggi di 6.141 dan sempat menguat hingga 6.174. Namun, kenaikan tersebut tidak bertahan setelah tekanan jual membawa IHSG turun ke 6.029, sebelum memangkas sebagian pelemahan menjelang penutupan. Dari posisi 6.340 pada Selasa pekan lalu, indeks telah kehilangan sekitar 249 poin atau 3,93% dalam enam sesi.

Properti dan Industri Memimpin Pelemahan

Sektor properti menjadi penekan terbesar setelah merosot 2,75% ke 754, disusul industri yang turun 2,67% ke 1.568 serta transportasi dan logistik yang melemah 1,77% ke 1.605. Di sisi lain, sektor teknologi naik 0,18% ke 6.816 dan barang konsumen primer bertambah 0,11% ke 675, sementara IDX ESG Leaders menguat 0,27%.

PRIMBANK10 bergerak relatif datar dengan kenaikan 0,03%, ditopang BBCA yang menguat 0,8% ke 6.275 setelah BCA melaporkan laba bersih Semester I 2026 yang tumbuh 1,8% secara tahunan menjadi Rp29,5 triliun. Sementara itu, BMRI turun 0,2% ke 4.090 dan BBRI melemah 0,3% ke 2.920.

KOSPI Kembali Terpuruk, Minyak Melonjak

Pasar saham Asia bergerak beragam, meski aksi jual saham semikonduktor tetap mendominasi perhatian. KOSPI Korea Selatan ditutup anjlok 6% setelah sempat merosot 12,6% dan memicu penghentian sementara perdagangan. SK Hynix turun 9,6% setelah lonjakan labanya tidak memenuhi ekspektasi pasar yang telah tinggi, sedangkan Samsung Electronics kehilangan 5,2%. Nikkei 225 ditutup melemah 1,49% dan Taiex Taiwan merosot sekitar 3,76%, sementara Hang Seng menguat 1,96% dan Shanghai Composite naik tipis.

Wall Street sebelumnya juga menunjukkan pergerakan yang tidak seragam. Dow Jones naik 1,03% dan S&P 500 bertambah 0,21%, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,22% akibat tekanan pada saham-saham semikonduktor. Investor kini menantikan keputusan The Fed serta laporan keuangan Microsoft dan Meta Platforms, dengan perhatian tertuju pada belanja terkait AI dan kemampuan investasi tersebut menghasilkan keuntungan. Pertemuan FOMC berlangsung pada 28–29 Juli.

Harga minyak turut menguat tajam pada perdagangan Rabu sore. WTI naik 3,15% ke US$81,76 per barel dan Brent bertambah 3,37% ke US$86,92 per barel. Kenaikan berlangsung ketika eskalasi ketegangan di Timur Tengah kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap arus pasokan melalui Selat Hormuz.

Area 6.000 Menjadi Support Terdekat

Dari sudut pandang teknis, IHSG masih bergerak di dalam pola descending channel. Indeks sempat menguat ke 6.174, tetapi gagal mempertahankan kenaikan dan berbalik ditutup di 6.091. Penurunan harian hingga 6.029 membawa indeks semakin dekat dengan area psikologis 6.000, meski pemulihan dari level terendah membuat IHSG belum ditutup di bawah support tersebut.

Area 6.029–6.000 kini menjadi support terdekat. Penutupan di bawah 6.000 akan mengarahkan perhatian ke sekitar 5.900, yang membatasi sisi bawah pergerakan pada pertengahan Juli, kemudian support berikutnya di 5.600. Sebaliknya, level 6.130—terendah Selasa—yang ditembus hari ini berubah menjadi resistance awal, disusul level tertinggi Rabu di 6.174 dan batas atas descending channel di sekitar 6.250. Penembusan batas atas pola diperlukan untuk membuka kembali peluang menuju resistance psikologis 6.400. Relative Strength Index (RSI) harian turun ke 48,53 dari 50,68, bergerak sedikit di bawah level netral 50 dan menunjukkan momentum yang mulai cenderung ke sisi negatif.

Grafik Harian IHSG
Grafik Harian IHSG
Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Kesulitan Mencari Arah Jelang Putusan Kebijakan Federal Reserve

Emas Kesulitan Mencari Arah Jelang Putusan Kebijakan Federal Reserve

Emas (XAU/USD) berkonsolidasi di atas $4.000 pada hari Rabu, saat pergerakan harga tetap bergejolak di tengah meningkatnya kehati-hatian menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), sementara perang di Timur Tengah kembali memanas setelah jeda singkat.

USD/IDR: Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.045 per Dolar AS Jelang The Fed, Minyak Batasi Pemulihan

USD/IDR: Rupiah Menguat Tipis ke Rp18.045 per Dolar AS Jelang The Fed, Minyak Batasi Pemulihan

Rupiah Indonesia (IDR) ditutup menguat tipis ke Rp18.045 per Dolar AS (USD) pada perdagangan antarbank domestik Rabu, naik 10 poin atau sekitar 0,06% dari penutupan Selasa di Rp18.055. Mata uang Garuda bergerak dalam rentang Rp18.030–Rp18.105 dan mengakhiri perdagangan dekat level terkuat hariannya, sementara JISDOR Bank Indonesia ditetapkan di Rp18.087.
Pratinjau FOMC: Suku Bunga Diprakirakan Ditahan di Tengah Prospek yang Masih Tidak Pasti

Pratinjau FOMC: Suku Bunga Diprakirakan Ditahan di Tengah Prospek yang Masih Tidak Pasti

Federal Reserve (The Fed) diprakirakan akan mempertahankan suku bunga saat mengumumkan keputusan kebijakannya pada Rabu. Meskipun suku bunga diperkirakan tetap berada di kisaran 3,50%–3,75%, kenaikan harga minyak telah mendorong pasar berjangka memperhitungkan peluang yang lebih besar terhadap kenaikan suku bunga pada pertemuan kali ini.
Bitcoin turun di bawah support, Ethereum dan XRP menunjukkan sinyal bearish

Bitcoin turun di bawah support, Ethereum dan XRP menunjukkan sinyal bearish

Bitcoin, Ethereum dan Ripple masih berada di bawah tekanan pada hari Rabu setelah koreksi ringan awal minggu ini. BTC turun di bawah zona support utama, dan ETH sedang menguji zona resistance utama. Sementara itu, XRP bergerak menuju level support penting psikologis $1,00.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 29 Juli

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Rabu, 29 Juli

Pasar beralih ke penghindaran risiko di pertengahan minggu seiring meluasnya krisis di Timur Tengah. Kemudian di sesi Amerika, Federal Reserve (The Fed) akan mengumumkan keputusan suku bunga dan mempublikasikan pernyataan kebijakan setelah rapat dua hari.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA