IHSG Turun 0,89% ke 6.130, Properti dan Saham Bank Tekan Indeks untuk Sesi Kelima


  • IHSG melanjutkan pelemahan lima sesi berturut-turut dan ditutup turun 0,89% ke 6.130.
  • Sektor properti anjlok 3,26%, sementara PRIMBANK10 melemah 1,08% seiring penurunan BRIS, BMRI, dan BBCA.
  • Tekanan bursa regional dan kehati-hatian menjelang keputusan The Fed membayangi perdagangan Selasa.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan lima sesi berturut-turut pada perdagangan Selasa, ditutup turun 0,89% atau 55 poin ke 6.130. Sektor properti mencatat penurunan terdalam, sementara pelemahan saham-saham bank berkapitalisasi besar turut membebani indeks, di tengah tekanan pada sejumlah bursa regional dan sikap hati-hati menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Indeks dibuka lebih rendah di 6.175 dan sempat berbalik naik hingga 6.199. Namun, kenaikan tersebut tidak bertahan dan tekanan jual membawa IHSG turun ke 6.130, sekaligus menutup perdagangan tepat di level terendah harian. Dalam lima sesi terakhir, indeks telah kehilangan sekitar 210 poin atau 3,31% dari penutupan Selasa pekan lalu di sekitar 6.340.

Properti Memimpin Pelemahan

Sektor properti menjadi penekan terbesar setelah anjlok 3,26% dan ditutup di 776, tepat di level terendah harian. Sektor barang konsumen siklikal turut melemah 0,34% ke 908, sedangkan IDX Vesta 28 turun 0,38% ke 129. Sebaliknya, sektor barang konsumen primer menguat 0,52% ke 674 dan membantu membatasi penurunan IHSG.

Tekanan juga terlihat pada saham perbankan, tercermin dari indeks PRIMBANK10 yang turun 1,08%. BRIS memimpin pelemahan dengan penurunan 3,0% ke 1.790, disusul BMRI yang turun 1,4% ke 4.100 dan BBCA sebesar 1,2% ke 6.225. Nilai transaksi saham mencapai Rp10,91 triliun, dengan volume 24,14 miliar saham dan frekuensi 1,66 juta kali transaksi.

Bursa Asia Tertekan, Pasar Tunggu The Fed

Bursa Asia bergerak beragam pada perdagangan Selasa. KOSPI Korea Selatan anjlok 10,84% dan Nikkei 225 Jepang merosot 3,95%, sementara Shanghai Composite turun 1,16%. Sebaliknya, Hang Seng menguat 0,41% dan S&P/ASX 200 naik 0,60%. Reuters melaporkan bahwa tekanan terutama melanda saham semikonduktor, dipicu kekhawatiran terhadap valuasi yang tinggi, keberlanjutan pembiayaan investasi AI, serta meningkatnya persaingan dari industri chip Tiongkok.

Wall Street sebelumnya ditutup beragam pada perdagangan Senin. Dow Jones menguat 0,51% dan S&P 500 naik tipis 0,02%, sedangkan Nasdaq Composite turun 0,18% di tengah tekanan pada saham semikonduktor. Perhatian investor kini tertuju pada keputusan suku bunga The Fed dan laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi berkapitalisasi besar, sementara perkembangan harga minyak serta kondisi geopolitik tetap menjadi sentimen tambahan.

Dari dalam negeri, pasar masih mencermati transisi kepemimpinan Bank Indonesia setelah pengunduran diri Perry Warjiyo. Hingga Selasa, Presiden Prabowo Subianto belum mengajukan calon Gubernur BI definitif, sementara Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti menjalankan tugas Gubernur BI untuk sementara. Nama mantan Gubernur BI Burhanuddin Abdullah mulai disebut dalam pemberitaan, tetapi belum memperoleh konfirmasi resmi dari pemerintah. Transisi tersebut dicermati bersamaan dengan pelemahan Rupiah, yang ditutup di Rp18.055 per Dolar AS pada perdagangan domestik Selasa.

IHSG Bertahan dalam Descending Channel

Dari sudut pandang teknis, IHSG masih bergerak di dalam pola descending channel. Indeks sempat naik ke 6.199, tetapi tetap berada di bawah batas atas pola di sekitar 6.275–6.280 sebelum berbalik turun dan berakhir di 6.130. Penutupan yang bertepatan dengan level terendah harian menunjukkan momentum pemulihan kembali melemah.

Level 6.130 menjadi support terdekat setelah IHSG menembus level terendah Senin di 6.144 dan Jumat di 6.159. Penurunan lanjutan akan mengarahkan perhatian ke level psikologis 6.000, kemudian area 5.900 (yang membatasi sisi bawah pergerakan pada 10–15 Juli) dan support berikutnya di 5.600 (dekat level terendah 1 Juli). Sebaliknya, indeks perlu melewati 6.199 dan batas atas descending channel di 6.275-6.280 untuk membuka peluang menuju resistance psikologis 6.400. Relative Strength Index (RSI) harian turun ke 50,68 dari 53,79, masih berada di wilayah netral tetapi menunjukkan momentum kenaikan yang kembali berkurang.

Grafik Harian IHSG
Grafik Harian IHSG
Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

4.000 Dolar: Support Utama Emas Menghadapi Ujian Penting dari The Fed

4.000 Dolar: Support Utama Emas Menghadapi Ujian Penting dari The Fed

Emas (XAU/USD) melemah pada hari Selasa, tertekan oleh penguatan Dolar AS (USD), meskipun harga Minyak melanjutkan pullback-nya karena harapan berakhirnya perang AS-Iran. Pada saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di sekitar $4.027, turun 1,20% pada hari ini, setelah gagal mempertahankan kenaikan di atas $4.100 pada hari Senin.
IHSG Turun 0,89% ke 6.130, Properti dan Saham Bank Tekan Indeks untuk Sesi Kelima

IHSG Turun 0,89% ke 6.130, Properti dan Saham Bank Tekan Indeks untuk Sesi Kelima

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan pelemahan lima sesi berturut-turut pada perdagangan Selasa, ditutup turun 0,89% atau 55 poin ke 6.130.
Prospek Rupee India: Tren Penurunan Diprakirakan Berlanjut – Hanya dengan Laju yang Lebih Lambat

Prospek Rupee India: Tren Penurunan Diprakirakan Berlanjut – Hanya dengan Laju yang Lebih Lambat

Rupee India baru saja mengalami periode enam bulan paling brutal dalam beberapa tahun, dihantam oleh badai sempurna guncangan global. Mulai dari ketidakpastian perdagangan Amerika Serikat (AS)-India hingga lonjakan harga minyak dan arus keluar besar-besaran Foreign Institutional Investment (FII) dari pasar saham India, setiap peristiwa hanya membawa penderitaan bagi mata uang India.
Bitcoin turun di bawah $64.000 saat sentimen risk-off mencengkeram pasar

Bitcoin turun di bawah $64.000 saat sentimen risk-off mencengkeram pasar

Bitcoin (BTC) memperpanjang koreksinya, diperdagangkan di bawah $64.000 pada saat berita ini ditulis pada hari Selasa setelah mengalami kerugian lebih dari 2,5% pada hari sebelumnya. Permintaan institusional menunjukkan tanda-tanda kelemahan awal, dengan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) spot mencatat arus keluar ringan pada hari Senin, menandai tiga hari berturut-turut penarikan.
Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 28 Juli

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui pada hari Selasa, 28 Juli

Rally relief yang dipicu oleh keputusan Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk menghentikan serangan tetap singkat pada hari Senin dan Indeks Dolar AS (USD) mengakhiri hari hampir tidak berubah setelah pembukaan yang bearish.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA