- IHSG turun 0,87% ke 6.394, dengan tekanan terlihat pada sektor barang baku dan saham siklikal.
- Bursa Asia melemah tajam setelah Wall Street tertekan oleh kenaikan imbal hasil, harga minyak, dan aksi jual saham semikonduktor.
- Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75%, sehingga perhatian pasar berikutnya beralih ke risalah rapat FOMC.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada perdagangan Rabu, turun 0,87% atau 55 poin ke 6.394 dari penutupan sebelumnya di 6.449. IHSG bergerak dalam rentang yang cukup lebar, sempat naik hingga 6.490 sebelum berbalik turun ke level terendah 6.373. Tekanan terjadi ketika mayoritas bursa Asia mengalami pelemahan, sementara dari dalam negeri Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuannya di 5,75%.
Tekanan Sektoral Meluas, Infrastruktur dan Properti Menguat
Pelemahan berlangsung cukup luas pada sejumlah kelompok saham. IDXBASIC turun 1,22%, ISSI melemah 1,17%, dan IDXCYCLIC terkoreksi 1,05%. Namun, tidak seluruh sektor mengikuti penurunan IHSG. IDXINFRA naik 0,43% dan IDXPROPERT menguat 0,40%, sedangkan SMinfra18 bertambah 0,53%.
Di antara saham dengan aktivitas perdagangan tinggi, pergerakannya juga tidak seragam. DSSA melonjak 6,7% ke 1.040, setelah bergerak di kisaran 960–1.045. Sebaliknya, INET turun 1,4% ke 288 dan KIJA melemah 0,6% ke 165, sedangkan BBCA berakhir stagnan di 6.300.
Tekanan Bursa Asia Membayangi IHSG
Sentimen eksternal cenderung negatif setelah pelemahan Wall Street berlanjut ke pasar Asia. KOSPI anjlok 5,80%, Nikkei turun 3,16%, dan Shanghai Composite melemah 2,40%. ASX Australia dan STI Singapura masing-masing turun 0,18% dan 0,13%, sementara Hang Seng bergerak berlawanan dengan kenaikan tipis 0,09%.
Tekanan regional mengikuti penurunan pasar saham AS pada sesi sebelumnya, ketika Nasdaq kehilangan 1,33%, S&P 500 turun 0,69%, dan Dow Jones melemah 0,22%. Para ahli strategi Deutsche Bank menilai kenaikan imbal hasil obligasi dan harga minyak kembali memperkuat kekhawatiran stagflasi dan menekan pasar saham global, terutama melalui aksi jual saham semikonduktor. Mereka mencatat bahwa “tema serupa berlanjut, dengan aksi jual pada saham-saham chip turut memicu penurunan tajam pada indeks-indeks utama.”
Harga minyak tetap menjadi bagian dari latar risiko tersebut pada perdagangan Rabu. WTI naik 1,14% ke US$85,91 per barel, sedangkan Brent menguat 1,00% ke US$91,93. Kenaikan minyak bersamaan dengan tingginya imbal hasil obligasi mempertahankan kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi dan prospek kebijakan moneter global, meskipun dampaknya terhadap masing-masing sektor saham tidak berlangsung seragam.
BI Pertahankan Suku Bunga di 5,75%
Dari dalam negeri, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di 5,75%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap 4,75% dan Lending Facility 6,50%. Keputusan tersebut tidak mengubah arah kebijakan moneter pada pertemuan kali ini, sementara IHSG tetap melemah di tengah tekanan yang juga terjadi di mayoritas bursa Asia.
Setelah keputusan BI, perhatian investor beralih ke risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan dirilis pada Kamis, pukul 01:00 WIB. Pasar akan mencermati pandangan pejabat Federal Reserve mengenai inflasi dan arah suku bunga di tengah kenaikan imbal hasil obligasi serta harga minyak.
IHSG Masih Tekurung di Dalam Ascending Triangle
Secara teknis, IHSG ditutup di 6.394 setelah gagal mempertahankan posisi di atas level psikologis 6.400, meskipun sempat menyentuh 6.490 pada perdagangan Rabu. Indeks masih tertahan di dalam pola Ascending Triangle, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di 57,67, masih di atas level netral 50. Di sisi atas, 6.400 menjadi resistance terdekat, kemudian area 6.459–6.490 (tertinggi 10 Agustus dan hari ini), sebelum level psikologis 6.500 dan Moving Average (MA) 100 yang berdekatan dengan batas atas pola di sekitar 6.509. Sebaliknya, support utama berada 6.300 yang berdekatan dengan MA 20 di 6.294, diikuti area 6.230–6.200 (terendah 11 Agustus dan level psikologis) jika tekanan berlanjut.

Indikator Ekonomi
Risalah Rapat FOMC
FOMC singkatan dari Federal Open Market Committee yang mengatur 8 pertemuan dalam setahun dan ulasan kondisi ekonomi dan keuangan, menentukan sikap yang tepat dalam kebijakan moneter dan menilai risiko terhadap tujuan jangka panjang atas stabilitas harga dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. FOMC Minutes yang dirilis oleh Dewan Gubernur Federal Reserve dan panduan yang jelas untuk kebijakan suku bunga AS di masa yang akan datang.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Agu 19, 2026 18.00
Frekuensi: Tidak teratur
Konsensus: -
Sebelumnya: -
Sumber: Federal Reserve
Risalah Rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) biasanya diterbitkan tiga minggu setelah hari keputusan kebijakan. Investor mencari petunjuk mengenai prospek kebijakan dalam publikasi ini di samping pembagian suara. Nada bullish kemungkinan akan memberikan dorongan bagi greenback sementara sikap dovish dipandang sebagai USD-negatif. Perlu dicatat bahwa reaksi pasar terhadap Risalah Rapat FOMC dapat tertunda karena outlet berita tidak memiliki akses ke publikasi sebelum rilis, tidak seperti Pernyataan Kebijakan FOMC.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Emas Naik Kembali di Atas US$4.350 saat USD Tetap Tertekan Menjelang Risalah Rapat FOMC
USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.825 setelah BI Tahan Suku Bunga, Tunggu Risalah Rapat FOMC
Data Inflasi dan Risalah Rapat FOMC Menjadi Pusat Perhatian
Pemulihan Shiba Inu bergantung pada Support Utama
Shiba Inu pulih sedikit, diperdagangkan di $0,0000044, setelah menemukan support di sekitar level penting awal pekan ini. Koin meme bertema anjing ini menunjukkan sentimen yang membaik seiring meningkatnya dominasi sosial, tingkat pendanaan berbalik positif, dan para pembeli meningkatkan posisi beli mereka. Dari sisi teknis, SHIB mengindikasikan potensi pemulihan jika bertahan di atas level kunci $0,0000043.