- IHSG kesulitan menindaklanjuti kenaikan di atas tertinggi baru Juni.
- Qatar berkomitmen berinvestasi $4 miliar di Indonesia.
- Bank Indonesia memulai hari pertama Rapat Dewan Gubernur.
IHSG melayang di area 6.284,08 yang lebih tinggi 0,47% dari penutupan Senin lalu pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 6.321,96 dan merayap naik untuk mencatatkan tertinggi baru bulanan Juni di 6.377,19 dalam satu jam pertama perdagangan. Sejauh ini indeks berupaya untuk menindaklanjuti sentimen positif hari-hari sebelumnya saat bank sentral Indonesia memulai hari pertama Rapat Dewan Gubernur.
Indeks-indeks saham Indonesia sebagian besar menunjukkan kinerja positif sejauh sesi pertama. LQ45 naik 1,30% di antara indeks-indeks lainnya yang juga menunjukkan kenaikan. Indeks tersebut didorong oleh BBRI (+2,68%), JPFA (+2,88%), TLKM (+2,39%), dan saham-saham lainnya.
TLKM melanjutkan kenaikan dari terendah 2026 yang dicapai pekan lalu. Kenaikan ini terjadi di tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada hari ini. Perseroan berencana membagikan dividen dengan total nilai Rp21,99 triliun yang akan dibayarkan pada 10 Juli 2026.
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, bertemu Menteri Negara Urusan Luar Negeri Qatar, Sultan bin Saad Al-Muraikhi, di Jakarta, pada Senin kemarin. Dalam pertemuan itu, Qatar menunjukkan komitmen investasi $4 miliar dan menyampaikan rencana kunjungan Emir Qatar ke Indonesia pada akhir tahun ini, seperti diinformasikan dalam situs Kementerian Sekretariat Negara.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, dalam keterangan pers Senin lalu mengatakan pemerintah akan mengambil kebijakan-kebijakan yang diharapkan dapat memperkuat Rupiah, persepsi publik, dan persepsi pasar. Menteri Prasetyo juga mengatakan, pemerintah berupaya mempermudah perizinan agar iklim investasi berkembang.
Dalam acara yang sama, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM serta CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengklaim book building obligasi global Danantara kurang lebih $4,6 miliar dari rencana $1 miliar. Itu membuat Danantara meningkatkannya menjadi $1,5 miliar dari $1 miliar yang dibagi untuk tenor 5 tahun dan 10 tahun. Imbal hasil tenor 5 tahun di 5,35% dan tenor 10 tahun di 5,95%. Obligasi ini diminati oleh Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah, dan negara-negara Asia
Bank Indonesia (BI) memulai hari pertama Rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini. RDG ini diprakirakan digunakan untuk mengevaluasi dampak kenaikan suku bunga 25 bp yang dilakukan pada minggu lalu. Hasil RDG akan diumumkan pada Kamis, mulai pukul 07:00 GMT (14:00 WIB).
Saat ini, BI-Rate di 5,50%, Suku Bunga Deposit Facility di 4,50%, dan Suku Bunga Lending Facility di 6,25%. Pada saat itu, keputusan untuk menaikkan suku bunga yang di luar jadwal adalah untuk memperkuat stabilisasi nilai Rupiah dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 tetap dalam sasaran 2,5±1%.
Rupiah di area 17.741 per Dolar AS pagi ini yang belum menunjukkan pergerakan besar setelah menguat dari level terlemah sepanjang masa di area 18.240. Keputusan suku bunga dan konfrensi pers The Fed hari ini yang dimulai pada pukul 18:00 (Kamis, 01:00 WIB) berpotensi menjadi penggerak selanjutnya untuk Rupiah yang pada akhirnya bisa memengaruhi sentimen pasar saham Indonesia ke depan.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun di 6,910% yang turun 0,42% pada saat berita ini ditulis. Imbal hasil ini menembus level psikologis 7% Senin lalu, ditutup turun untuk tiga hari perdagangan berturut-turut, semakin menjauh dari tertinggi 2026 di 7,532%.
Indikator Ekonomi
Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia
Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Kam Jun 18, 2026 07.30
Frekuensi: Tidak teratur
Konsensus: 5.75%
Sebelumnya: 5.5%
Sumber: Bank Indonesia
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
AUD/USD Konsolidasi di Atas 0,7050; SMA 100-Hari Penting Jelang The Fed
Valas Hari Ini: Dolar AS Tetap Netral saat Pasar Menunggu Keputusan Pertama Warsh di The Fed
Pembeli Emas Kurang Yakin Jelang Keputusan Kebijakan The Fed
AUD/USD Konsolidasi di Atas 0,7050; SMA 100-Hari Penting Jelang The Fed