- IHSG melanjutkan kenaikan dua hari sebelumnya.
- Presiden Prabowo menyambut kedatangan Presiden Belarus.
- Menkeu Purbaya menyampaikan laporan keuangan 2025.
IHSG bergerak di area 5.883,86 yang lebih tinggi 2,43% dari penutupan Kamis kemarin pada saat berita ini ditiulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap atas di 5.806,16 dan merayap naik ke tertinggi hari 5.895,80 dalam satu jam pertama perdagangan. Indeks menuju mencatatkan kenaikan tiga hari berturut-turut dan memangkas sebagian besar penurunan mingguan meskipun kalender ekonomi Indonesia tetap kosong hari ini.
Indeks-indeks saham Indonesia memperpanjang kinerja positif hari kemarin, sebagian besar naik lebih dari 2% di sesi pertama. LQ45 (+2,92%) menjadi salah satu indeks yang mengalami kenaikan terbesar sejauh hari ini, diangkat oleh INCO (+6,22%), ANTM (+6,16%), ADMR (+4,35%), BRPT (+3,00%), dan saham-saham lainnya.
BRPT melanjutkan kenaikan dua hari perdagangan sebelumnya, berusaha bangkit dari terendah 30 Juni di 1.270 hari ini yang merupakan tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi. Perseroan berencana membagikan dividen sebesar USD 8,5 juta atau Rp1,63 per saham berdasarkan data keuangan per 31 Desember 2025. Dividen akan dibayarkan pada 29 Juli 2026.
Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, menyambut Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di Jakarta pada Kamis kemarin. Dalam keterangan pers pasca pertemuan, Presiden Prabowo mengatakan, "Komitmen Indonesia dan Belarus untuk memperkuat hubungan bilateral juga dibuktikan hari ini dengan disepakati sejumlah dokumen kerja sama oleh kedua negara. Di bidang kesehatan, budaya, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains, dan teknologi, serta jasa keuangan, juga di bidang kerja sama pertahanan hubungan kami sangat baik," seperti diinformasikan dalam situs Kementerian Sekretariat Negara.
Dalam acara terpisah, Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 kepada DPR RI. Menkeu Purbaya menyebut bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun Anggaran 2025 mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Menteri Purbaya mengatakan realisasi pendapatan negara sebesar Rp2.765,13 triliun, belanja negara Rp3.435,46 triliun. Defisit Rp670,34 dipertahankan di batas aman 2,81% terhadap Produk Domestik Bruto. Saldo Anggaran Lebih (SAL) pada akhir 2025 sebesar Rp438,26 triliun dan neraca pemerintah pada periode yang sama menunjukkan total asset Rp14.600,98 triliun dengan ekuitas Rp3.073,69 triliun, dikutip dari situs Kementerian Keuangan.
Kalender ekonomi Indonesia tetap kosong pada hari ini. Data penting selanjutnya yang berpotensi memengaruhi sentimen pasar Indonesia adalah Cadangan Devisa Indonesia Juni 2026 dan Uang Primer (M0) yang akan dirilis Bank Indonesia (BI) pada hari Selasa pekan depan. Data Cadangan Devisa akan lebih diperhatikan terutama setelah BI memperkuat intensitas intervensi untuk menstabilkan Rupiah.
Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun di 7,153% yang belum berubah sejak hari kemarin. Dalam jangka pendek, imbal hasil ini mempertahankan mode sideways di level-level ini sejak Kamis pekan lalu.
Indikator Ekonomi
Cadangan Devisa
Laporan Aset Cadangan Resmi Indonesia yang diterbitkan oleh Bank Indonesia setiap bulan menunjukkan perubahan aset cadangan dalam mata uang Dolar AS. Bank Indonesia juga menyampaikan pandangannya tentang apakah tingkat cadangan tersebut memadai untuk terus mendukung ketahanan sektor eksternal dan stabilitas keuangan.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Jul 08, 2026 03.00
Frekuensi: Bulanan
Konsensus: -
Sebelumnya: $144.9
Sumber: Bank of Indonesia
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Dolar Australia Tetap Unggul versus Dolar AS yang Melemah setelah PMI Jasa Tiongkok
USD/IDR: Rupiah Menguat ke 17.957 setelah NFP AS Lemah
Emas Perlu Penutupan Mingguan di Atas $4.165 untuk Pertahankan Pemulihan
Bitcoin dan Ethereum pulih saat pembeli kembali, XRP membidik penembusan
Bitcoin, Ethereum dan Ripple melanjutkan pemulihan mereka pada hari Jumat seiring dengan membaiknya sentimen risiko dan menguatnya indikator teknikal yang mendukung pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas. BTC merebut kembali level $61.300 setelah rebound dari level terendah 21 bulan awal minggu ini, sementara ETH tetap teguh di sekitar $1.700 setelah pemulihan tajam selama dua hari.