- IHSG menutup Jumat naik 0,46% ke 6.036 setelah sempat jatuh ke 5.979, memutus enam sesi pelemahan berturut-turut.
- Sektor teknologi memimpin kenaikan 1,51%, disusul energi 1,12%; GOTO melonjak sekitar 6% dan BBCA naik sekitar 1%.
- Respons BI terhadap surplus perdagangan dan perluasan instrumen operasi moneter memberi konteks domestik yang lebih konstruktif, meski arus jual asing masih membayangi pasar.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan di zona hijau pada Jumat, 2 Oktober 2026, setelah enam sesi berturut-turut berada dalam tekanan. Indeks naik 27 poin atau 0,46% ke 6.036, setelah sempat jatuh ke 5.979 dan mencapai level tertinggi 6.053. Pemulihan tersebut belum menghapus koreksi sepanjang pekan; dibandingkan penutupan Jumat lalu di 6.241, IHSG masih turun sekitar 3,28%.
Teknologi Memimpin Pemulihan
Rebound dipimpin sektor teknologi yang melonjak 1,51%, disusul energi 1,12%. Barang konsumen primer naik 0,67%, bahan baku 0,47%, properti 0,40%, sedangkan sektor keuangan menguat 0,20%. Sebaliknya, industri masih tertekan 1,70%, transportasi turun 1,38%, dan infrastruktur melemah 0,90%. LQ45 dan IDX30 masing-masing menguat 0,52% dan 0,77%.
Di antara saham yang paling aktif diperdagangkan, GOTO naik sekitar 6% ke Rp30, sementara BBCA menguat sekitar 1% ke Rp6.100. TLKM stagnan di Rp2.250, sedangkan BBRI turun ke Rp3.080 dan AMMN melemah sekitar 3% ke Rp4.240. Arus asing masih menjadi faktor yang dicermati setelah investor asing membukukan jual bersih sekitar Rp1,17 triliun pada sesi pertama, meski angka tersebut belum menggambarkan posisi asing sepanjang perdagangan Jumat.
Dari dalam negeri, pasar melanjutkan respons terhadap sejumlah data yang dirilis sehari sebelumnya. Inflasi September naik menjadi 3,28% YoY dari 3,19%, meski inflasi inti melambat ke 2,84% dari 2,92%, sementara neraca perdagangan Agustus mencatat surplus US$3,55 miliar dan aktivitas manufaktur kembali ke zona ekspansi. Bank Indonesia pada Jumat menilai kenaikan surplus perdagangan tersebut positif bagi ketahanan eksternal dan menegaskan koordinasi kebijakan akan terus diperkuat untuk mendukung pertumbuhan. Pada saat yang sama, BI memperluas surat berharga yang dapat menjadi underlying operasi moneter dengan memasukkan obligasi dan sukuk korporasi berkualitas tinggi, langkah yang diarahkan untuk meningkatkan likuiditas pasar keuangan dan pembiayaan sektor riil.
Dukungan dari luar negeri relatif terbatas tetapi lebih kondusif dibandingkan beberapa hari sebelumnya. S&P 500 naik 0,20% dan memutus tiga sesi penurunan setelah imbal hasil Treasury AS mereda. Tim Early Morning Reid Deutsche Bank mencatat pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober sekitar 30%, turun dari 70% pada awal pekan. Namun, bursa Asia bergerak beragam: Hang Seng turun 2,60%, Nikkei 225 melemah 0,94%, sementara ASX 200 dan Shanghai Composite masing-masing naik 0,79% dan 0,31%. Fokus berikutnya beralih ke laporan tenaga kerja AS yang dapat kembali mengubah ekspektasi suku bunga.
Tren Bursa Masih Berada dalam Tekanan

Pada grafik harian, IHSG masih bergerak dalam descending channel yang terbentuk sejak mencapai area 6.700 pada awal September. Kenaikan Jumat ke 6.036 setelah sempat menyentuh 5.979 menunjukkan adanya pemulihan dari tekanan jual, tetapi belum mengubah struktur tren yang masih menurun. Indeks kini bertahan sedikit di atas area 6.015 (terendah 29 September), sementara Relative Strength Index (RSI) di 30,06 berada dekat wilayah oversold, menunjukkan tekanan jual sudah cukup dalam meski belum memberikan sinyal pembalikan yang kuat. Jika area 6.015 kembali ditembus, perhatian dapat bergeser ke 5.839 (terendah 9 Juli) sebagai support berikutnya.
Di sisi atas, 6.230 (tertinggi 28 September) menjadi resistance penting yang perlu dilewati untuk memperkuat pemulihan pasar saham Indonesia. Di atasnya, hambatan berikutnya berada di sekitar 6.422 (tertinggi 22 September). Selama IHSG masih berada di bawah kedua area tersebut dan tetap bergerak dalam descending channel, kenaikan Jumat lebih menggambarkan rebound jangka pendek di tengah tren yang masih tertekan, bukan perubahan arah pasar yang sudah terkonfirmasi.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
Nonfarm Payrolls AS September Diprakirakan Melambat
USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.868, DXY dan Minyak Turun Jelang NFP AS
Nonfarm Payrolls AS: Akan Mengonfirmasi Apakah The Fed Memang Tetap Menahan Suku Bunga pada Oktober
Pi Network Mundur ke Level Support Utama saat Tekanan Jual Muncul Kembali
Harga Pi Network tetap volatil dalam jangka pendek, melayang di sekitar US$0,0900 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat setelah kehilangan lebih dari 3% pada hari sebelumnya. Pullback ini memperingatkan adanya koreksi yang lebih curam, dengan risiko menembus di bawah pola rising wedge pada grafik empat jam. Pi Network berusaha keras untuk mempertahankan pemulihan yang stabil karena harga tetap dibatasi di bawah batas psikologis US$0,1000.
Bagaimana NFP September akan memengaruhi penetapan harga pasar atas keputusan The Fed Oktober?
Rincian mendasar dari laporan ketenagakerjaan dapat mempengaruhi bagaimana pasar menilai prospek kebijakan The Fed dan mendorong valuasi Dolar AS. Para ahli kami akan menganalisis reaksi pasar terhadap peristiwa tersebut hari ini pada pukul 12:00 GMT (19:00 WIB).