• EUR/USD diperdagangkan nyaris datar di sekitar 1,1250 setelah pullback dari level tertinggi sesi di dekat 1,1270.
  • Euro berada di jalur menuju selloff mingguan 1,26%, terpukul oleh kekhawatiran fiskal Prancis dan harga Minyak yang tinggi.
  • Inflasi Zona Euro meningkat melampaui ekspektasi pada bulan September di tengah harga pangan dan energi yang lebih tinggi.

Euro (EUR) praktis datar terhadap Dolar AS (USD) pada hari Jumat, dengan pasangan mata uang EUR/USD diperdagangkan di pertengahan 1,1200-an, masih dekat dengan level terendah 16 bulan di 1,1210 yang disentuh pada hari Kamis. Data inflasi Zona Euro telah menambah tekanan pada Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB) untuk semakin mengetatkan kebijakan moneternya, tetapi harga Minyak yang tinggi dan meningkatnya kekhawatiran atas kesehatan fiskal Prancis membuat para pembeli Euro menjauh.

Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (Harmonized Index of Consumer Prices/HICP) pendahuluan bulan September menunjukkan bahwa inflasi meningkat ke laju tahun-ke-tahun (Y-o-Y) 3,8%, dari 3,2% pada bulan Agustus, melampaui ekspektasi kenaikan yang lebih moderat ke 3,6%. Laporan tersebut mengindikasikan bahwa harga pangan dan, kemungkinan besar, energi menjadi pendorong utama kenaikan tersebut, saat HICP inti naik tipis ke 2,5%, dari 2,4%, sejalan dengan ekspektasi pasar.

Harga Minyak bergerak lebih rendah pada hari Jumat, dengan minyak mentah Brent turun di bawah level penting US$100 di tengah laporan bahwa pasokan dari negara-negara Teluk meningkat tajam pada bulan September. Namun, Minyak Mentah telah reli lebih dari 30% selama tiga bulan terakhir dan tetap berada di level-level yang menimbulkan risiko penting bagi perekonomian Zona Euro.

Dolar AS Reli di Tengah Aksi Jual Besar-besaran Obligasi Global

Namun, Greenback terus mendapat dukungan dari sentimen penghindaran risiko, di tengah aksi jual besar-besaran obligasi global, yang telah mendorong imbal hasil obligasi Pemerintah AS jangka panjang ke level tertinggi dalam 24 tahun. Di Eropa, kekhawatiran atas utang Prancis yang membengkak telah mendorong selisih antara imbal hasil obligasi pemerintah Prancis dan Jerman ke level tertinggi baru dalam 14 tahun, di atas 140 basis poin, membuat para investor menjauh dari Euro pada pekan ini.

Utang publik Prancis telah mencapai level-level yang belum terlihat sejak periode pasca-perang, yang telah mendorong biaya pinjaman lebih tinggi. Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis bertenor 10 tahun melonjak lebih dari 70 basis poin pada bulan September hingga mencapai level tertinggi sejak 2002 dan memunculkan kembali bayang-bayang krisis kredit Zona Euro 2009.

Fokus para investor kini akan beralih ke rilis laporan Nonfarm Payrolls AS, yang akan dirilis pada hari ini. Konsensus pasar memprakirakan 90 ribu lapangan pekerjaan baru pada bulan September, dengan Tingkat Pengangguran diprakirakan stabil di 4,1%. Hasil data seperti ini akan mendukung ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut oleh Federal Reserve (The Fed), meskipun data inflasi terbaru telah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan Oktober. 

Indikator Ekonomi

Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi Inti (Thn/Thn)

Indeks Harga Konsumen yang Diharmonisasi (Harmonized Index of Consumer Prices/HICP) Inti mengukur perubahan harga sekeranjang barang dan jasa yang representatif di Uni Moneter Eropa. HICP, yang dirilis oleh Eurostat setiap bulan, diharmonisasikan karena metodologi yang sama digunakan di semua negara anggota dan kontribusinya ditimbang. Pembacaan YoY membandingkan harga pada bulan referensi dengan tahun sebelumnya. HICP inti mengecualikan komponen yang mudah berubah seperti makanan, energi, alkohol, dan tembakau. HICP inti adalah indikator utama untuk mengukur inflasi dan perubahan tren pembelian. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Euro (EUR), sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Jum Okt 02, 2026 09.00 (Pendahuluan)

Frekuensi: Bulanan

Aktual: 2.5%

Konsensus: 2.5%

Sebelumnya: 2.4%

Sumber: Eurostat

Indikator Ekonomi

Indeks Harga Konsumen Diharmonisasi (Thn/Thn)

Indeks Harga Konsumen yang Diharmonisasikan (Harmonized Index of Consumer Prices/HICP) mengukur perubahan harga sekeranjang barang dan jasa yang representatif di Uni Moneter Eropa. HICP, yang dirilis oleh Eurostat setiap bulan, diharmonisasikan karena metodologi yang sama digunakan di semua negara anggota dan kontribusinya ditimbang. Pembacaan YoY membandingkan harga pada bulan referensi dengan tahun sebelumnya. Secara umum, pembacaan yang tinggi dianggap sebagai bullish bagi Euro (EUR), sementara pembacaan yang rendah dianggap bearish.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Jum Okt 02, 2026 09.00 (Pendahuluan)

Frekuensi: Bulanan

Aktual: 3.8%

Konsensus: 3.6%

Sebelumnya: 3.2%

Sumber: Eurostat



Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Nonfarm Payrolls AS September Diprakirakan Melambat

Nonfarm Payrolls AS September Diprakirakan Melambat

Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) dijadwalkan merilis data Nonfarm Payrolls (NFP) bulan September pada Jumat pukul 12:30 GMT (19:30 WIB).
USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.868, DXY dan Minyak Turun Jelang NFP AS

USD/IDR: Rupiah Menguat ke Rp17.868, DXY dan Minyak Turun Jelang NFP AS

Rupiah Indonesia (IDR) menutup perdagangan Jumat, 2 Oktober 2026, dengan penguatan terhadap Dolar AS (USD). Pasangan mata uang USD/IDR turun ke Rp17.868, membuat Rupiah menguat sekitar 0,40% dari penutupan Kamis di Rp17.940. Dibandingkan posisi Rp17.880 pada Jumat pekan lalu, mata uang Indonesia naik tipis sekitar 0,07% sepanjang pekan.
Nonfarm Payrolls AS: Akan Mengonfirmasi Apakah The Fed Memang Tetap Menahan Suku Bunga pada Oktober

Nonfarm Payrolls AS: Akan Mengonfirmasi Apakah The Fed Memang Tetap Menahan Suku Bunga pada Oktober

Data lapangan pekerjaan untuk bulan September akan dirilis pada hari Jumat, dan pasar memprakirakan angka 98 ribu untuk bulan lalu, Tingkat Pengangguran diprakirakan akan tetap stabil di 4,1% dan Pendapatan Rata-rata Per Jam diprakirakan naik tipis ke tingkat tahunan 3,2% Menjelang pertemuan ini, kita telah melihat volatilitas ekstrem di pasar Treasury, kinerja saham yang beragam, dan penurunan ek
Pi Network Mundur ke Level Support Utama saat Tekanan Jual Muncul Kembali

Pi Network Mundur ke Level Support Utama saat Tekanan Jual Muncul Kembali

Harga Pi Network tetap volatil dalam jangka pendek, melayang di sekitar US$0,0900 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat setelah kehilangan lebih dari 3% pada hari sebelumnya. Pullback ini memperingatkan adanya koreksi yang lebih curam, dengan risiko menembus di bawah pola rising wedge pada grafik empat jam. Pi Network berusaha keras untuk mempertahankan pemulihan yang stabil karena harga tetap dibatasi di bawah batas psikologis US$0,1000.

Bagaimana NFP September akan memengaruhi penetapan harga pasar atas keputusan The Fed Oktober?

Bagaimana NFP September akan memengaruhi penetapan harga pasar atas keputusan The Fed Oktober?

Rincian mendasar dari laporan ketenagakerjaan dapat mempengaruhi bagaimana pasar menilai prospek kebijakan The Fed dan mendorong valuasi Dolar AS. Para ahli kami akan menganalisis reaksi pasar terhadap peristiwa tersebut hari ini pada pukul 12:00 GMT (19:00 WIB).

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA