IHSG Lanjutkan Penurunan Kemarin ke 6.073, Hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Depan Mata


  • IHSG berada di zona merah di sesi pertama ke area 6.073.,
  • Menkeu RI Purbaya bertemu dengan Menkeu Tiongkok.
  • Bank Indonesia akan memberikan hasil RDG pada hari ini.

IHSG berada 6.148,97 yang lebih rendah 1,15% dibandingkan penutupan hari kemarin pada saat berita ini ditulis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka di 6.191,89 dan merayap turun ke terendah hari 6.073,72 dalam satu jam pertama perdagangan, melanjutkan kinerja negatif hari kemarin, meskipun indeks berupaya untuk memangkas pelemahan tersebut. Indeks akan menghadapi dua peristiwa penting dalam waktu dekat yaitu hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia dan pengumuman MSCI, sambil mencerna keputusan suku bunga The Fed semalam.

Indeks-indeks saham Indonesia merah sejauh sesi pertama. LQ45 turun 2,16% ditekan oleh saham-saham seperti TLKM (-7,77%), SMRG (-4,09%), HRTA( -3,65%), BUMI (-1,19%), dan lain-lain.

Penurunan besar TLKM salah satunya adalah karena gap bawah pada pembukaan. Selain itu, para investor melepas saham ini setelah tanggal cum dividen di pasar reguler dan pasar negosiasi pada hari kemarin. Perseroan akan membayarkan dividen dengan total Rp21,99 triliun pada 10 Juli 2026.

Menteri Keuangan Republik Indonesia (RI), Purbaya Yudhi Sadewa, bertemu Menteri Keuangan Tiongkok, La Fo'an, di Beijing pada hari kemarin. Menkeu Purbaya mengatakan, "Kami datang ke Beijing bukan karena terdesak, tetapi karena Indonesia memiliki posisi kuat untuk membangun kerja sama yang saling menguntungkan". Dalam situs Kementerian Keuangan disebutkan bahwa mereka membahas penguatan kerja sama pembiayaan serta pentingnya memperkuat hubungan ekonomi kedua negara.

Bank Indonesia (BI) akan menyelesaikan Rapat Dewan Gubernur (RDG) dua harinya hari ini yang akan diikuti oleh konfrensi pers yang dimulai pukul 07:00 GMT (14:00 WIB). Rapat ini diprakirakan untuk menilai dampak dari kebijakan yang dilakukan bank sentral minggu lalu, yang secara mengejutkan menaikkan suku bunga di luar jadwal RDG bulanan.

Dalam RDG mingguan minggu lalu, bank sentral Indonesia memutuskan untuk menaikkan BI-Rate menjadi 5,50%, Suku Bunga Deposit Facility menjadi 4,50%, dan Suku Bunga Lending Facility menjadi 6,25%. Para investor ingin mengetahui respon dari BI soal dampak dari keputusan ini yang awalnya ditujukan untuk memperkuat stabilisasi mata uang dan menjaga inflasi 2026 dan 2027 dalam sasaran 2,5±1%.

Hasil RDG yang disebutkan di atas merupakan peristiwa terakhir dalam kalender ekonomi dalam negeri minggu ini yang dapat memengaruhi pasar saham Indonesia. Sehingga, penggerak pasar selanjutnya akan berasal dari sentimen yang bisa didorong dari faktor-faktor eksternal atau pernyataan dari para pejabat.

Yang terdekat, MSCI akan mengumumkan apakah lembaga ini akan mencabut atau memperpanjang pembekuan pada perubahan komposisi indeks saham Indonesia pada Kamis waktu Eropa atau Jumat dini hari pada waktu Indonesia.

Rupiah berada di area 17.874 per Dolar AS pada saat berita ini ditulis, memangkas penguatan sebelumnya yang sempat mencapai 17.659 per Dolar AS pada Senin lalu di tengah penguatan Dolar AS pasca keputusan suku bunga dan pernyataan The Fed semalam yang mempertahankan suku bunga di 3,50%–3,75%, sesuai prakiraan dan mengindikasikan kenaikan suku bunga pada akhir tahun.

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun di 6,968% yang naik 0,84% sejauh ini. Namun, kenaikan ringan ini menyusul imbal hasil yang ditutup merah untuk empat hari perdagangan berturut-turut dari area tertinggi 2026 di sekitar 7,50%.

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Jun 18, 2026 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: 5.75%

Sebelumnya: 5.5%

Sumber: Bank Indonesia

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Perak Naik di Atas $69,00, namun Tetap Terbatas di Bawah SMA 100 Hari

Perak Naik di Atas $69,00, namun Tetap Terbatas di Bawah SMA 100 Hari

Harga Perak naik mendekati $69,15 selama perdagangan sesi Asia pada hari Kamis. Logam putih menarik beberapa pembeli setelah perkembangan positif terkait kesepakatan damai AS-Iran. Presiden AS, Donald Trump, dan Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, keduanya menandatangani secara digital nota kesepahaman dalam bahasa Inggris dan Farsi yang bertujuan mengakhiri perang dengan Iran.
Fokus Hari Ini di Indonesia: Rupiah Tertekan Pasca-FOMC, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BI

Fokus Hari Ini di Indonesia: Rupiah Tertekan Pasca-FOMC, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BI

USD/IDR naik 120,6 poin atau 0,68% ke 17.850,6 dan sempat menyentuh area 17.900-an setelah proyeksi inflasi dan suku bunga The Fed dinaikkan. Sorotan kini beralih ke rapat Bank Indonesia pada Kamis siang. Konsensus pasar memprakirakan BI kembali menaikkan suku bunga 25 basis poin.

$4.300 Direbut Kembali: Emas Memantul saat Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Iran Imbangi Kebijakan The Fed

$4.300 Direbut Kembali: Emas Memantul saat Penandatanganan Kesepakatan Damai AS-Iran Imbangi Kebijakan The Fed

Emas memulihkan penurunan di atas $4.300 dalam perdagangan sesi Asia hari Kamis saat keadaan mulai mereda setelah keputusan kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) AS dan penandatanganan kesepakatan damai AS-Iran.
Ripple menunggu penembusan sementara rally Stellar semakin cepat

Ripple menunggu penembusan sementara rally Stellar semakin cepat

Ripple stabil di $1,19 di bawah batas atas pola falling channel setelah menghadapi penolakan. Sementara itu, Stellar melanjutkan kenaikannya, rally lebih dari 25% sejauh minggu ini. Metrik derivatif menunjukkan prospek yang berhati-hati untuk XRP, sementara posisi futures XLM yang membaik menunjukkan prospek bullish.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 18 Juni

Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Kamis, 18 Juni

Indeks Dolar AS (DXY) melonjak menuju level 100,40 pada hari Rabu setelah keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed) bulan Juni, di mana bank sentral mempertahankan suku bunga tidak berubah pada 3,50%-3,75%, seperti yang telah diprakirakan secara luas, dalam pertemuan pertama Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA