• HRTA meraih terendah baru bulanan di bawah 2.000.
  • Perseroan akan mengadakan RUPS Jumat besok.
  • RSI 14-Hari turun lebih jauh namun belum mencapai zona jenuh jual.

HRTA lebih rendah 6,90% dari penutupan hari kemarin untuk diperdagangkan di 1.890 di sesi II Kamis. Saham PT Hartadinata Abadi dibuka dengan gap turun di 2.000 dan turun lebih jauh ke terendah harian 1.865 di sesi I, juga lebih terendah sejak 5 Agustus. Kabar soal RUPS untuk persetujuan PMTHMETD tidak memberikan dorongan untuk harga saham ini.

HRTA menjadi salah satu kontributor penurunan 1,78% dalam indeks LQ45 yang mematahkan penutupan positif dua hari berturut-turut sebelumnya. Selain HRTA, indeks ini terutama ditekah oleh saham Darma Henwa (DEWA, -6,67), Indika Energy (INDY, -6,27%), dan Solusi Sinergi Digital (WIFI, -5,84%).

Perseroan akan Gelar RUPS di Bandung

Seperti diinformasikan dalam keterbukaan informasi yang dirilis bulan lalu, perseroan akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 16 Oktober 2026 di Bandung. Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang memiliki hak hadir adalah pada 23 September 2026.

Hanya ada satu agenda dalam rapat ini, yaitu persetujuan penambahan modal perseroan melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD).

Terkait PMTHMETD, perseroan berencana menerbitkan saham baru maksimal sejumlah 460.526.240 saham dengan nominal Rp100 atau maksimal 10% dari seluruh saham yang telah ditempatkan disetor penuh dalam perseroan. Periode pelaksanaan akan berlangsung dalam jangka waktu dua tahun dihitung sejak tanggal persetujuan RUPS.

Aksi ini merupakan upaya untuk penguatan struktur permodalan. Dana hasil dari PMTHMETD akan digunakan untuk modal kerja, yaitu pembelian bahan baku emas dalam bentuk butiran (granule) atau batang (bar). Jumlah aset setelah aksi korporasi diprakirakan bertambah dari Rp11,35 triliun menjadi Rp12,39 triliun. Ekuitas juga meningkat dari Rp3,74 triliun menjadi Rp4,79 triliun.

RSI 14-Hari Tenggelam di Bawah 50

Indikator Relative Strength Index (RSI) 14-hari berada di 34,14, mengindikasikan bahwa momentum bearish dan masih ada ruang di sisi bawah sebelum masuk ke zona jenuh jual. Penurunan HRTA sekaligus menjauhkan diri dari Simple Moving Average (SMA) 200-hari, memperkuat tren turun saat berada di bawahnya.

Level-level sisi bawah teknis yang perlu diperhatikan dalam perdagangan ke depan adalah 1.805 (terendah 3 Agustus), 1.680 (terendah 9 Juli), dan 1.605 (terendah 2026 yang diraih pada 30 Juni). Sementara di sisi atas, resistance signifikan HRTA adalah 2.284 (SMA 200-hari), 2.360 (tertinggi 25 September), dan 2.470 (tertinggi 26 Agustus).

HRTA
Grafik harian HRTA

Pertanyaan Umum Seputar Saham Asia

Asia menyumbang sekitar 70% pertumbuhan ekonomi global dan menjadi tuan rumah bagi beberapa indeks pasar saham utama. Di antara negara-negara maju di kawasan tersebut, Nikkei Jepang – yang mewakili 225 perusahaan di bursa saham Tokyo – dan Kospi Korea Selatan menonjol. Tiongkok memiliki tiga indeks penting: Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite, dan Shenzhen Composite. Sebagai negara berkembang yang besar, ekuitas India juga menarik perhatian investor, yang semakin banyak berinvestasi di perusahaan-perusahaan dalam indeks Sensex dan Nifty.

Ekonomi utama di Asia berbeda-beda, dan masing-masing memiliki sektor khusus yang perlu diperhatikan. Perusahaan teknologi mendominasi indeks di Jepang, Korea Selatan, dan semakin banyak di Tiongkok. Layanan keuangan memimpin pasar saham seperti Hong Kong atau Singapura, yang dianggap sebagai pusat utama sektor ini. Manufaktur juga besar di Tiongkok dan Jepang, dengan fokus kuat pada produksi mobil atau elektronik. Kelas menengah yang berkembang di negara-negara seperti Tiongkok dan India juga semakin menonjolkan perusahaan yang berfokus pada ritel dan e-commerce.

Banyak faktor yang mendorong indeks pasar saham Asia, tetapi faktor utama di balik kinerjanya adalah hasil agregat dari perusahaan-perusahaan komponen yang terungkap dalam laporan pendapatan triwulanan dan tahunan mereka. Fundamental ekonomi masing-masing negara, serta keputusan bank sentral atau kebijakan fiskal pemerintah mereka, juga merupakan faktor penting. Secara lebih luas, stabilitas politik, kemajuan teknologi atau supremasi hukum juga dapat memengaruhi pasar ekuitas. Kinerja indeks ekuitas AS juga merupakan faktor karena, lebih sering daripada tidak, pasar Asia memimpin dari saham-saham Wall Street dalam semalam. Terakhir, sentimen risiko yang lebih luas di pasar juga berperan karena ekuitas dianggap sebagai investasi yang berisiko dibandingkan dengan opsi investasi lain seperti sekuritas pendapatan tetap.

Berinvestasi dalam ekuitas itu sendiri berisiko, tetapi berinvestasi dalam saham Asia disertai dengan risiko khusus kawasan yang perlu diperhitungkan. Negara-negara Asia memiliki berbagai macam sistem politik, dari demokrasi penuh hingga kediktatoran, sehingga stabilitas politik, transparansi, supremasi hukum, atau persyaratan tata kelola perusahaan mereka mungkin sangat berbeda. Peristiwa geopolitik seperti sengketa perdagangan atau konflik teritorial dapat menyebabkan volatilitas di pasar saham, seperti halnya bencana alam. Selain itu, fluktuasi mata uang juga dapat berdampak pada valuasi pasar saham Asia. Hal ini khususnya berlaku di negara-negara yang berorientasi ekspor, yang cenderung menderita karena mata uang yang lebih kuat dan mendapat keuntungan dari mata uang yang lebih lemah karena produk mereka menjadi lebih murah di luar negeri.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Pangkas Kenaikan di Bawah US$4.150, Taruhan Kenaikan The Fed Batasi Reli

Emas Pangkas Kenaikan di Bawah US$4.150, Taruhan Kenaikan The Fed Batasi Reli

Emas (XAU/USD) berusaha keras untuk memanfaatkan kenaikan tajamnya pada sesi Asia pada hari Kamis dan saat ini diperdagangkan di bawah US$4.150. Namun, komoditas ini mempertahankan bias bullish harian, mengakhiri penurunan tiga hari ke level terendah satu minggu yang disentuh pada hari Rabu, di tengah Dolar AS (USD) yang secara umum lebih lemah.
Valas Hari Ini: Dolar AS Menghapus Kenaikan yang Dipicu IHK saat Imbal Hasil Obligasi Anjlok

Valas Hari Ini: Dolar AS Menghapus Kenaikan yang Dipicu IHK saat Imbal Hasil Obligasi Anjlok

Dolar AS (USD) tetap berada di bawah tekanan jual pada hari Kamis dan mengembalikan kenaikan yang dibukukan setelah data inflasi yang panas, seiring imbal hasil obligasi Treasury turun tajam.

Emas Rebound saat Laporan Pembelian Obligasi Pemerintah AS oleh Tiongkok Hantam Imbal Hasil AS

Emas Rebound saat Laporan Pembelian Obligasi Pemerintah AS oleh Tiongkok Hantam Imbal Hasil AS

Emas melanjutkan rebound sebelumnya dari terendah satu minggu US$4.073, mempercepat momentum pemulihannya menembus US$4.100 pada hari Kamis di Asia. Kenaikan ini kemungkinan akan berlanjut menjelang data Penjualan Ritel dan Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) AS.
Sentimen analis Bitcoin, XRP melonjak saat pembeli Solana mencapai 91%: CryptoQuant

Sentimen analis Bitcoin, XRP melonjak saat pembeli Solana mencapai 91%: CryptoQuant

Sentimen analis terhadap Bitcoin, Ethereum, Solana, BNB, dan XRP telah berbalik bullish sejak Juli, karena lima mata uang kripto teratas pulih lebih cepat dan lebih kuat dibandingkan selama fase pasar 2022-2023, menurut CryptoQuant.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 15 Oktober:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 15 Oktober:

Dolar AS (USD) tetap berada di bawah tekanan jual pada hari Kamis dan mengembalikan kenaikan yang dibukukannya menyusul data inflasi yang panas, seiring imbal hasil obligasi pemerintah AS turun tajam. Pada hari ini, kalender ekonomi AS akan menampilkan data Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan, bersama dengan data Indeks Harga Produsen (IHP atau PPI) September dan Penjualan Ritel.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA