• Emas merosot di bawah US$4.100 karena ekspektasi suku bunga lebih tinggi lebih lama membebani permintaan.
  • Pasar memprakirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pekan depan sebelum menaikkannya lagi pada bulan Desember.
  • Secara teknis, XAU/USD menguji support batas bawah Bollinger Band seiring tekanan jual meningkat.

Emas (XAU/USD) turun ke bawah US$4.100 pada hari Kamis seiring dengan menguatnya kembali Dolar AS (USD), sementara kekhawatiran akan inflasi yang dipicu oleh harga energi—akibat ketegangan di Timur Tengah—memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama. Saat berita ini ditulis, XAU/USD diperdagangkan di kisaran US$4.059, level terendahnya sejak 5 Agustus.

The New York Times melaporkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel telah menyusun rencana untuk serangan baru terhadap Iran setelah pemilu paruh waktu AS, yang berpotensi menargetkan infrastruktur energi negara tersebut.

Sementara itu, ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi terus meningkat, dengan adanya laporan mengenai serangan baru terhadap ladang minyak Shaybah dan Bandara Internasional King Fahd di Arab Saudi. Departemen Luar Negeri AS juga telah memerintahkan pegawai pemerintah yang tidak menduduki posisi darurat beserta anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi.

Berita geopolitik terkini telah memicu kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut terhadap pasokan energi di Timur Tengah, yang mendorong kenaikan harga minyak. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kembali menguat mendekati level US$100, naik 1,40% pada hari ini dan diperdagangkan di dekat level tertinggi dalam lima minggu terakhir.

Guncangan energi yang terus berlanjut telah mendorong inflasi melampaui target bank sentral di berbagai negara ekonomi utama, sehingga mendorong para pengambil kebijakan untuk menaikkan biaya pinjaman. Suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik logam mulia—yang tidak berimbal hasil—meskipun secara tradisional aset ini dianggap sebagai safe haven dan lindung nilai terhadap inflasi. Semakin lama konflik berlangsung, semakin lama pula bank sentral mungkin perlu mempertahankan kebijakan moneter yang restriktif.

Para pedagang kini menantikan pertemuan Federal Reserve (The Fed) pekan depan, di mana bank sentral AS secara luas diprakirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah setelah menaikkannya sebesar 25 basis poin (bp) pada bulan September. Pasar akan mencermati petunjuk mengenai jalur suku bunga The Fed, saat para pedagang memperhitungkan satu kenaikan suku bunga lagi pada bulan Desember, dengan CME FedWatch Tool menilai peluangnya di 89%.

Namun, ekspektasi hawkish ini hanya memberikan dukungan terbatas bagi Dolar AS dan imbal hasil obligasi Pemerintah AS dalam jangka pendek, dengan keduanya terkoreksi dari level tertinggi baru-baru ini saat kekhawatiran atas investasi terkait AI membebani ekuitas dan mendorong permintaan terhadap obligasi pemerintah.

Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, diperdagangkan di sekitar 101,66 setelah menyentuh level terendah tiga minggu di 101,45. Imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun acuan berada di sekitar 5,06%, turun 1% secara harian.

Meskipun mengalami penurunan baru-baru ini, imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap tinggi, dan ditambah dengan penguatan Dolar AS serta prospek suku bunga yang lebih tinggi, Emas kemungkinan akan tetap melemah, dengan setiap pemulihan kemungkinan akan menarik minat jual baru.

Analisis Teknis: XAU/USD Menguji Batas Bawah Bollinger Band

Pada grafik harian, XAU/USD menguji batas bawah Bollinger Band di sekitar US$4.069, sementara harga masih bergerak di bawah Simple Moving Average (SMA) 20 periode yang membentuk garis tengah Bollinger Band di sekitar US$4.153. Kondisi ini mempertahankan kecenderungan bearish dalam jangka pendek.

Relative Strength Index (RSI) bergerak di kisaran atas 30-an, mengindikasikan tekanan jual masih membayangi harga. Sementara itu, Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih sedikit berada di wilayah positif, tetapi mulai berbalik turun, menunjukkan bahwa momentum pemulihan belakangan ini semakin memudar, bukannya menguat.

Di sisi atas, resistance awal berada pada SMA 20 periode di sekitar US$4.153, disusul batas atas Bollinger Band di US$4.237. Penembusan berkelanjutan di atas kedua level tersebut berpotensi membuka jalan bagi kenaikan menuju US$4.400, kemudian level psikologis US$4.500.

Sebaliknya, support terdekat berada pada batas bawah Bollinger Band di sekitar US$4.069. Penembusan yang jelas di bawah level tersebut dapat menyeret harga Emas menuju level psikologis US$4.000, disusul area terendah Juni di sekitar US$3.950.

(Analisis teknis dari berita ini ditulis dengan bantuan alat AI. Pelajari lebih lanjut.)

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Emas Tergelincir di Bawah US$4.100 saat Guncangan Energi Timur Tengah Perkuat Prospek Hawkish Fed

Emas Tergelincir di Bawah US$4.100 saat Guncangan Energi Timur Tengah Perkuat Prospek Hawkish Fed

Emas (XAU/USD) tergelincir ke bawah US$4.100 pada hari Kamis, meskipun Dolar AS (USD) melemah dan imbal hasil (yield) obligasi Pemerintah AS mengalami penurunan. Logam mulia ini kesulitan menarik minat pembeli karena kekhawatiran akan inflasi yang dipicu oleh harga energi—akibat ketegangan di Timur Tengah—memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.
USD/IDR: Rupiah Turun ke Rp18.045 akibat Lonjakan Minyak meski Dolar AS Lesu

USD/IDR: Rupiah Turun ke Rp18.045 akibat Lonjakan Minyak meski Dolar AS Lesu

Tekanan terhadap nilai tukar Rupiah Indonesia (IDR) berlanjut pada perdagangan Kamis, 22 Oktober 2026, di mana kurs ditutup melemah 0,25% atau 45 poin ke level Rp18.045 per USD dari posisi Rp18.000 pada hari Rabu.
Pratinjau The Fed: Ditahan pada Oktober, Kenaikan Dilanjutkan Nanti

Pratinjau The Fed: Ditahan pada Oktober, Kenaikan Dilanjutkan Nanti

The Fed memulai siklus pengetatan moneternya dengan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September. Namun, kami memprakirakan suku bunga akan tetap dipertahankan pada pertemuan pekan depan, sebelum kenaikan kembali dilanjutkan pada Desember.
Dogecoin Tetap Lemah Meski Ada Paus dan Kesepakatan Baru

Dogecoin Tetap Lemah Meski Ada Paus dan Kesepakatan Baru

Harga Dogecoin masih berada di bawah tekanan, diperdagangkan di bawah $0,081 meskipun sempat rebound moderat awal pekan ini. Data Santiment menunjukkan tanda-tanda akumulasi, dan pengumuman pada hari Rabu mengenai kemitraan Dogecoin Labs dengan Dogecoin Foundation menambah sentimen yang sedikit bullish. Sementara itu, metrik derivatif yang beragam dan indikator momentum yang melemah terus membatasi pemulihan koin meme tersebut.

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 22 Oktober:

Berikut yang perlu Anda ketahui pada Kamis, 22 Oktober:

Dolar AS berusaha keras untuk mendapatkan permintaan pada hari Kamis, dengan Indeks USD turun ke level terendah dalam tiga minggu di dekat 101,50. Kalender ekonomi AS akan menampilkan Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan dari Amerika Serikat dan data awal Keyakinan Konsumen Oktober dari Zona Euro.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA