- Kami memprakirakan Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan Oktober, sejalan dengan konsensus pasar. Saat ini, pasar memperhitungkan probabilitas kenaikan suku bunga sebesar 15–25%.
- Sebagian besar anggota inti Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) telah mengisyaratkan bahwa mereka dapat menunggu hingga Desember sebelum kembali menaikkan suku bunga, meskipun beberapa anggota menilai pengetatan perlu dilakukan lebih cepat. Kami memprakirakan akan ada 2–3 suara yang mendukung kenaikan suku bunga.
- Kami memprakirakan FOMC akan menaikkan suku bunga secara bertahap, masing-masing sebesar 25 basis poin pada Desember 2026 dan Maret 2027, dengan risiko yang cenderung mengarah pada kenaikan lebih lanjut. EUR/USD berpotensi menguat tipis dan kurva imbal hasil obligasi pemerintah AS (UST) dapat kembali menanjak pada Rabu malam. Namun, dalam jangka waktu 6–12 bulan, kami memprakirakan EUR/USD akan turun menuju 1,10.
The Fed memulai siklus pengetatan moneternya dengan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan September. Namun, kami memprakirakan suku bunga akan tetap dipertahankan pada pertemuan pekan depan, sebelum kenaikan kembali dilanjutkan pada Desember. Proyeksi suku bunga (dot plot) September menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed hanya mendukung satu kenaikan tambahan sepanjang 2026.
Meskipun Ketua The Fed Warsh belum banyak memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan, Wakil Ketua Williams, Jefferson, dan Bowman sama-sama mengisyaratkan perlunya menunggu lebih banyak data sebelum kembali menaikkan suku bunga. Menurut kami, pertimbangan utama mereka adalah kondisi keuangan yang telah mengetat secara signifikan sejak September. Jika Warsh memiliki pandangan serupa, hanya diperlukan dukungan beberapa anggota tambahan yang memiliki hak suara untuk mempertahankan suku bunga. Waller masih melihat perlunya kenaikan suku bunga lebih lanjut, tetapi fleksibel mengenai waktunya. Sementara itu, Kashkari sebelumnya menyatakan bahwa hanya diperlukan satu kenaikan tambahan pada 2026, meskipun pernyataan tersebut disampaikan sebelum rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) terbaru.
Kami menilai pengetatan moneter lebih lanjut masih diperlukan. Karena itu, kami mempertahankan prakiraan dua kenaikan suku bunga tambahan, masing-masing pada Desember dan Maret. Kejutan kenaikan inflasi belakangan ini terutama mencerminkan lonjakan harga energi, yang seharusnya tidak terlalu direspons oleh The Fed. Namun, inflasi inti turut meningkat tipis. Risiko penurunan di pasar tenaga kerja masih terbatas, sementara prospek pertumbuhan ekonomi tetap kuat. Estimasi terkini (nowcast) The Fed Atlanta menunjukkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal ketiga sebesar 3,5% secara kuartalan yang disetahunkan dan disesuaikan secara musiman (q/q SAAR), ditopang oleh pertumbuhan konsumsi dan investasi yang kuat. Kedua komponen tersebut dipandang The Fed sebagai indikator yang lebih baik untuk mengukur momentum pertumbuhan ekonomi yang mendasari dibandingkan angka PDB riil itu sendiri.
Sejumlah anggota FOMC yang memiliki hak suara, terutama Hammack dan Logan, telah menyerukan pengetatan moneter yang lebih cepat. Kami menilai keduanya berpotensi menyatakan perbedaan pendapat (dissent) dan memberikan suara untuk menaikkan suku bunga, seperti yang mereka lakukan pada Juli. Sementara itu, anggota lainnya, yakni Barr, Cook, dan Paulson, cenderung mengambil sikap lebih netral dan belum memberikan pandangan mengenai waktu kenaikan suku bunga berikutnya. Powell sendiri belum memberikan pernyataan sejak mengundurkan diri dari jabatan ketua.
Jika The Fed mempertahankan suku bunga dan Warsh tetap membatasi panduan kebijakannya, imbal hasil obligasi pemerintah AS berpotensi turun tipis, sementara kurva imbal hasil dapat kembali menjadi lebih curam. Keputusan untuk menahan suku bunga saat ini akan memperkuat kemungkinan bahwa kenaikan berikutnya hanya dilakukan setiap tiga bulan. Skenario tersebut sebagian besar telah tercermin dalam harga pasar, tetapi akan semakin mengurangi probabilitas kenaikan suku bunga pada Januari. EUR/USD berpotensi menguat tipis. Namun, selama Warsh tetap menegaskan komitmennya terhadap stabilitas harga, kami akan memandang kenaikan tersebut sebagai pergerakan sementara. Kami memprakirakan EUR/USD akan bergerak menuju 1,10 dalam 6–12 bulan mendatang.
Analisa Terkini
Pilihan Editor
Emas Tergelincir di Bawah US$4.100 saat Guncangan Energi Timur Tengah Perkuat Prospek Hawkish Fed
USD/IDR: Rupiah Turun ke Rp18.045 akibat Lonjakan Minyak meski Dolar AS Lesu
Pratinjau The Fed: Ditahan pada Oktober, Kenaikan Dilanjutkan Nanti
Dogecoin Tetap Lemah Meski Ada Paus dan Kesepakatan Baru
Harga Dogecoin masih berada di bawah tekanan, diperdagangkan di bawah $0,081 meskipun sempat rebound moderat awal pekan ini. Data Santiment menunjukkan tanda-tanda akumulasi, dan pengumuman pada hari Rabu mengenai kemitraan Dogecoin Labs dengan Dogecoin Foundation menambah sentimen yang sedikit bullish. Sementara itu, metrik derivatif yang beragam dan indikator momentum yang melemah terus membatasi pemulihan koin meme tersebut.
Valas Hari Ini: Dolar AS Lanjutkan Penurunan karena Imbal Hasil AS Terus Melemah
Dolar AS (USD) kesulitan mendapatkan permintaan pada hari Kamis, dengan Indeks USD turun ke level terendah dalam tiga minggu di dekat 101,50. Kalender ekonomi AS akan menampilkan data mingguan Klaim Pengangguran Awal dari Amerika Serikat (AS) dan data awal Indeks Kepercayaan Konsumen Oktober dari Zona Euro.