Harga Emas Antam Turun ke Rp2,95 Juta, Emas Global Melemah di Tengah Konsolidasi Pasar


  • Emas Antam 1 gram turun ke sekitar Rp2.956.000, terkoreksi Rp17.000 dari posisi Rabu.
  • Emas dunia bergerak di sekitar USD4.900 per ons, tertekan penguatan dolar dan ekspektasi kebijakan The Fed.
  • Pasar emas memasuki fase konsolidasi, dengan perhatian pada data tenaga kerja AS dan dinamika geopolitik global.

Harga emas batangan Antam kembali bergerak terkoreksi pada perdagangan Kamis. Berdasarkan pembaruan terbaru, emas Antam ukuran 1 gram diperdagangkan di sekitar Rp2.956.000 per gram, turun sekitar Rp17.000 dibanding harga Rabu yang tercatat Rp2.973.000 per gram. Pergerakan ini menunjukkan harga masih berada dalam fase penyesuaian setelah volatilitas tajam beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, harga emas sempat mengalami koreksi dalam setelah mencetak rekor tertinggi Rp3.168.000 per gram pada akhir Januari, sebelum kembali menguat pada Rabu. Dinamika saat ini mencerminkan fase konsolidasi, dengan pelaku pasar masih mencermati pergerakan dolar AS, ekspektasi kebijakan suku bunga global, serta sentimen permintaan domestik yang turut memengaruhi arah harga emas.

Sementara itu, harga emas dunia melemah pada perdagangan Kamis setelah sebelumnya mengalami volatilitas tinggi. Emas diperdagangkan di sekitar USD4.904 per ons saat berita ini ditulis, turun dibanding sesi sebelumnya seiring penguatan dolar AS serta meningkatnya kehati-hatian pasar terhadap arah kebijakan suku bunga global.

Pergerakan emas masih dipengaruhi kombinasi faktor eksternal, terutama ekspektasi kebijakan moneter The Fed, dinamika dolar AS, serta sentimen permintaan safe haven. Perkembangan geopolitik juga turut diperhatikan, khususnya upaya diplomasi antara Amerika Serikat dan Iran yang membantu meredakan sebagian kekhawatiran risiko kawasan, sehingga tekanan terhadap aset safe haven seperti emas sedikit berkurang. Di sisi lain, fokus pasar kini bergeser ke rangkaian data ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan rilis Kamis, termasuk laporan lowongan kerja JOLTS yang sempat tertunda serta klaim awal tunjangan pengangguran mingguan, yang dipantau sebagai petunjuk tambahan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Meski sempat mencatat rally kuat hingga rekor tertinggi baru pada akhir Januari, harga emas saat ini cenderung memasuki fase konsolidasi sambil menunggu kejelasan arah kebijakan moneter dan perkembangan data ekonomi global berikutnya.

Emas Terkoreksi ke Sekitar USD 4.900, Fase Konsolidasi Masih Berlanjut

Grafik Harian Emas (XAU/USD)
Grafik Harian Emas (XAU/USD)

Harga emas kembali terkoreksi pada perdagangan Kamis, diperdagangkan sedikit di atas USD 4.900 setelah gagal mempertahankan momentum pemulihan dari sesi sebelumnya. Pelemahan ini menandakan fase konsolidasi masih berlanjut setelah volatilitas tinggi yang terjadi usai rally tajam akhir Januari.

Secara teknis, area USD 4.990-5.000 kini kembali menjadi hambatan terdekat setelah sebelumnya sempat ditembus, sementara zona USD 4.750-4.800 terlihat sebagai penopang awal yang menjaga harga dari penurunan lebih dalam. Jika tekanan berlanjut, area sekitar USD 4.570 berpotensi menjadi penopang berikutnya. Di sisi atas, rentang USD 5.200-5.300 masih menjadi hambatan kuat yang perlu ditembus untuk membuka peluang pemulihan lebih kuat.

Indikator Relative Strength Index (RSI) yang bergerak turun ke kisaran 55 menunjukkan momentum beli mulai mereda, meski belum sepenuhnya beralih menjadi tekanan jual dominan. Kondisi ini mengindikasikan pasar masih dalam fase penyesuaian, dengan arah berikutnya sangat dipengaruhi sentimen dolar AS, ekspektasi kebijakan suku bunga global, serta dinamika geopolitik yang masih berkembang.

Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

EUR/USD: Dolar AS akan Tertekan Hingga Ketidakpastian Mereda

EUR/USD: Dolar AS akan Tertekan Hingga Ketidakpastian Mereda

Pasangan mata uang EUR/USD kehilangan lebih banyak nilai di minggu pertama Februari, menetap di sekitar 1,1820. Pembalikan kehilangan momentum setelah pasangan tersebut mencapai puncaknya di 1,2082 pada bulan Januari, tertinggi sejak pertengahan 2021.

Emas: Volatilitas Terus Berlanjut di Ruang Komoditas

Emas: Volatilitas Terus Berlanjut di Ruang Komoditas

Setelah kehilangan lebih dari 8% untuk mengakhiri minggu sebelumnya, Emas (XAU/USD) tetap berada di bawah tekanan jual yang berat pada hari Senin dan turun menuju $4.400. Meskipun XAU/USD melakukan rebound yang tegas setelahnya, ia gagal untuk stabil di atas $5.000.

GBP/USD: Pound Sterling Menguji Support Kunci Menjelang Pekan Besar

GBP/USD: Pound Sterling Menguji Support Kunci Menjelang Pekan Besar

Pound Sterling (GBP) berbalik arah terhadap Dolar AS (USD), dengan GBP/USD kehilangan hampir 200 poin dalam koreksi dramatis

Bitcoin: Yang Terburuk Mungkin Sudah Lewat

Bitcoin: Yang Terburuk Mungkin Sudah Lewat

Harga Bitcoin (BTC) pulih sedikit, diperdagangkan di $65.000 pada saat berita ini ditulis pada hari Jumat, setelah mencapai level terendah $60.000 selama sesi perdagangan awal Asia. Sang Raja Kripto tetap berada di bawah tekanan sejauh minggu ini, mencatatkan tiga minggu berturut-turut dengan kerugian melebihi 30%.

Tiga skenario untuk Yen Jepang menjelang pemilihan mendadak

Tiga skenario untuk Yen Jepang menjelang pemilihan mendadak

Survei terbaru menunjukkan kemenangan dominan untuk blok yang berkuasa pada pemilihan mendadak Jepang yang akan datang. Semakin besar mandat Sanae Takaichi, semakin khawatir para investor akan implementasi yang lebih cepat dari pemotongan pajak dan rencana belanja.

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA