- Harga CPO Malaysia melemah 0,22% ke RM4.469 per ton pada perdagangan Senin.
- Jatuhnya harga minyak mengurangi daya tarik CPO sebagai bahan baku biodiesel.
- Penguatan Ringgit ikut menekan, sementara harga masih bergerak dalam rentang konsolidasi.
Harga minyak sawit mentah (CPO) Malaysia dibuka melemah pada perdagangan Senin, 15 Juni 2026. Hingga sekitar pukul 13.52 WIB, harga turun RM10 atau 0,22% menjadi RM4.469 per ton, dari penutupan sebelumnya di RM4.479.
Sepanjang sesi, CPO bergerak terbatas di kisaran RM4.438-RM4.483 per ton. Pergerakan tersebut menunjukkan pasar belum memiliki arah yang kuat dan masih bertahan dalam rentang lebar sekitar RM4.370-RM4.720 yang terbentuk sejak pertengahan April.
Minyak Jatuh, Ringgit Menguat
Tekanan terutama datang dari pasar energi setelah WTI anjlok 4,80% ke US$80,81 per barel, sementara Brent turun 4,16% menjadi US$83,70. Harga minyak merosot setelah Amerika Serikat dan Iran mencapai kerangka perdamaian yang mencakup rencana pembukaan kembali Selat Hormuz. Perkembangan ini meredakan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan global.
Pelemahan minyak mentah menjadi sentimen negatif bagi CPO karena mengurangi daya saing minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel. Di saat yang sama, Ringgit menguat 0,20%, dengan USD/MYR turun ke 4,0495. Mata uang Malaysia yang lebih kuat membuat CPO menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Permintaan dan Risiko Cuaca Batasi Penurunan CPO
Tekanan terhadap CPO turut tertahan oleh tanda-tanda membaiknya permintaan. prakiraan dua surveyor kargo menunjukkan ekspor produk sawit Malaysia pada 1-10 Juni meningkat 3,5%-4,9% dibandingkan periode yang sama pada Mei. Malaysia juga menurunkan harga referensi CPO untuk Juli, meski tarif bea ekspornya tetap sebesar 10%.
Risiko cuaca ikut memberi penopang bagi harga. Menteri Ekonomi Malaysia memprakirakan El Niño dapat memangkas hasil komoditas utama negara tersebut sekitar 8%-10% tahun ini. Sementara itu, impor minyak sawit India naik 7% pada Mei menjadi 549.356 ton, tetapi masih berada di bawah rata-rata bulanan karena pengolah lebih banyak membeli minyak kedelai yang lebih murah.
Ekspor dan Cuaca Menahan Tekanan Harga
Dalam waktu dekat, arah CPO masih akan ditentukan oleh pergerakan harga minyak, nilai tukar Ringgit, dan perkembangan permintaan ekspor. Selama harga bertahan di atas level RM4.438 per ton, peluang pengujian kembali area RM4.483 hingga RM4.500 masih terbuka. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus level RM4.438, CPO berisiko bergerak menuju area bawah kisaran perdagangan di sekitar RM4.370 per ton. Di sisi fundamental, peningkatan ekspor serta potensi gangguan produksi akibat cuaca tetap menjadi faktor yang dapat menopang harga dan membatasi pelemahan lebih lanjut.
Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.
Berita Terkini
Pilihan Editor
EUR/USD Pertahankan Pelemahan Dekat 1,1450 di Tengah Penguatan Dolar AS
EUR/USD tetap merah di dekat 1,1450 di sesi Eropa hari Jumat. Pasangan mata uang ini kehilangan posisi karena Dolar AS (USD) terus mendapatkan manfaat dari prospek kebijakan hawkish Federal Reserve (The Fed) dan pembatalan negosiasi antara AS dan Iran di Swiss.
USD/JPY Bertahan dari Pullback di 161,80 karena Pernyataan Hawkish BoJ
Pasangan mata uang USD/JPY bertahan di atas 161,00 pada sesi Eropa hari Jumat, setelah mundur dari level tertinggi sejak Juli 2024 yang dicapai sehari sebelumnya. Komentar hawkish BoJ dan Risalah April menegaskan ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut, mengimbangi data IHK Nasional Jepang yang lebih lemah dan mendukung Yen Jepang seiring kekhawatiran intervensi yang mengemuka.
Harga Emas Anjlok ke Terendah Satu Minggu; $4,100 Kembali Terlihat
Harga emas terus melemah sepanjang sesi Asia, dan menyentuh terendah mingguan baru di sekitar wilayah $4.122-$4.121 dalam satu jam terakhir. Dolar AS mempertahankan bias bullishnya di dekat level tertinggi sejak Mei 2025 di tengah sikap hawkish The Fed AS, yang terlihat melemahkan logam kuning yang tidak berimbal hasil ini selama tiga hari berturut-turut.
GBP/USD memantul kembali ke 1,3200 setelah data Penjualan Ritel Inggris yang kuat
Pasangan mata uang GBP/USD menarik para pembeli baru dan rebound ke level 1,3200 di awal sesi Eropa pada hari Jumat. Data Penjualan Ritel Inggris yang lebih kuat dari prakiraan memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan bagi Pound Inggris dan pasangan mata uang ini di tengah lingkungan politik Inggris yang kacau.
Berikut yang perlu Anda ketahui pada hari Jumat, 23 Juni
Dolar AS mendapat manfaat dari sentimen pasar yang menghindari risiko pada awal hari Jumat dan memperkuat kenaikannya selama minggu ini terhadap mata uang utama lainnya. Pada paruh kedua hari ini, Penjualan Ritel bulan April dari Kanada akan menjadi satu-satunya data yang ditampilkan dalam kalender ekonomi.