Forex Hari Ini Indonesia: Rupiah Menanti Keyakinan Konsumen Mei di Tengah Pelemahan USD/IDR


Berikut adalah yang perlu diketahui untuk perdagangan Rupiah pada Rabu, 10 Juni:

Dolar AS sempat menguat setelah data tenaga kerja AS yang lebih solid dari perkiraan membuat pasar kembali menimbang arah kebijakan Federal Reserve. Indeks Dolar AS (DXY) menembus batas psikologis 100 pada Jumat untuk pertama kalinya sejak awal April, setelah naik 0,65%. Namun, dorongan tersebut tidak berlanjut mulus. Sejak Senin, DXY berbalik melemah dan bergerak di sekitar 99,98 pada sesi Asia Rabu.

Data Nonfarm Payrolls AS Mei menunjukkan ekonomi AS menciptakan 172.000 pekerjaan, jauh di atas ekspektasi 85.000. Angka ini memperkuat pandangan bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama. Meski begitu, turunnya DXY setelah lonjakan awal memberi sinyal bahwa pasar belum sepenuhnya yakin Dolar akan membangun tren penguatan baru, terutama menjelang rilis inflasi AS yang menjadi katalis utama berikutnya.

Rangkaian data AS pada Selasa juga tidak memberi arah yang benar-benar tegas bagi Dolar. Rata-rata 4 minggu perubahan ketenagakerjaan ADP turun ke 29 ribu dari sebelumnya 35,75 ribu, mengindikasikan pasar tenaga kerja swasta mulai kehilangan momentum. Sebaliknya, penjualan rumah lama Mei naik 3,2% secara bulanan, jauh lebih kuat dibandingkan kenaikan 0,7% pada bulan sebelumnya. Kombinasi data yang tidak seragam ini membuat pelaku pasar cenderung menahan posisi besar sambil menunggu data IHK AS hari ini.

Di pasar domestik, USD/IDR diperdagangkan di sekitar Rp17.880,3 pada Rabu pagi, turun 36,4 poin atau 0,20%. Pergerakan ini menunjukkan Rupiah masih berupaya menjauh dari area tekanan ekstrem, setelah USD/IDR sempat menyentuh kisaran 18.200-an pada awal pekan. Dalam perdagangan pagi, pasangan mata uang ini bergerak di rentang Rp17.874,5-Rp17.988,3, menandakan Rupiah masih mencoba mempertahankan posisi di bawah Rp18.000. Namun, pemulihan tersebut belum sepenuhnya kuat karena USD/IDR masih berada jauh di atas zona 17.500-17.700 yang sebelumnya menjadi area penting sebelum lonjakan terbaru.

Dukungan bagi Rupiah datang setelah Bank Indonesia kembali mengambil langkah di luar jadwal dengan menaikkan suku bunga sebelum RDG berikutnya. Keputusan ini dibaca sebagai sinyal bahwa BI mulai bersikap lebih tegas dalam menjaga stabilitas nilai tukar, terutama setelah USD/IDR sempat menembus 18.200. Langkah tersebut membantu meredakan kekhawatiran pasar dalam jangka pendek, tetapi pelaku pasar masih mencermati apakah penguatan Rupiah dapat berlanjut di tengah ketidakpastian eksternal yang belum mereda.

Hari ini, perhatian pasar domestik tertuju pada Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Mei. Data ini memang bukan penggerak utama Rupiah, tetapi tetap penting untuk melihat daya tahan konsumsi rumah tangga di tengah tekanan nilai tukar, suku bunga tinggi, harga minyak global, dan ketidakpastian eksternal. Bagi Rupiah, harga minyak yang bertahan di level tinggi ikut menjadi risiko karena dapat memperbesar beban impor energi, menambah tekanan inflasi, dan membatasi ruang pemulihan daya beli.

Pada April, IKK Indonesia naik tipis ke 123,0 dari 122,9 pada Maret, tetap berada di zona optimistis karena masih di atas level 100. Jika IKK Mei bertahan kuat, pasar dapat menilai konsumsi domestik masih memiliki bantalan di tengah tekanan eksternal. Namun, penurunan tajam dapat menambah kekhawatiran bahwa tekanan ekonomi mulai memengaruhi kepercayaan konsumen. Dalam kondisi seperti itu, Rupiah masih berisiko rentan selama Dolar AS belum benar-benar melemah dan USD/IDR masih bergerak di level yang relatif tinggi meski telah menjauh dari puncak tekanan sebelumnya.

Indikator Ekonomi

Keyakinan Konsumen

Survei Konsumen yang dilakukan oleh Bank Indonesia mencerminkan perubahan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi dibandingkan dengan satu bulan sebelumnya. Laporan tersebut mencakup Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) untuk menggambarkan gambaran akurat terkait sentimen konsumen di negara ini.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jun 10, 2026 03.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: -

Sebelumnya: 123

Sumber:


Bagikan: Pasokan berita

Informasi mengenai halaman-halaman ini berisi pernyataan berwawasan untuk masa mendatang yang melibatkan risiko dan ketidakpastian. Pasar dan instrumen yang diprofilkan di halaman ini hanya untuk tujuan informasi dan tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi untuk membeli atau menjual sekuritas. Anda harus melakukan riset secara menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. FXStreet tidak menjamin bahwa informasi ini bebas dari kesalahan, galat, atau salah saji material. Juga tidak menjamin bahwa informasi ini bersifat tepat waktu. Berinvestasi di Forex melibatkan banyak risiko, termasuk kehilangan semua atau sebagian dari investasi Anda, dan juga tekanan emosional. Semua risiko, kerugian dan biaya yang terkait dengan investasi, termasuk kerugian total pokok, merupakan tanggung jawab Anda.

Ikuti kami di Telegram

Dapatkan pembaruan semua berita

Gabung Telegram

Berita Terkini


Berita Terkini

Pilihan Editor

Euro Turun Tipis di Bawah 1,1550 saat AS Melancarkan Serangan Pembelaan Diri terhadap Iran

Euro Turun Tipis di Bawah 1,1550 saat AS Melancarkan Serangan Pembelaan Diri terhadap Iran

Pasangan mata uang EUR/USD kehilangan momentum ke dekat 1,1540 selama awal perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Ketegangan baru di Timur Tengah setelah serangan AS ke Iran menekan Euro (EUR) terhadap Dolar AS (USD). Para pedagang bersiap menghadapi data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan Mei yang akan dirilis nanti pada hari Rabu.
Keyakinan Konsumen Indonesia Mei 2026 Sebesar 120,9 yang Lebih Rendah dari 123,0 Sebelumnya

Keyakinan Konsumen Indonesia Mei 2026 Sebesar 120,9 yang Lebih Rendah dari 123,0 Sebelumnya

Keyakinan Konsumen Indonesia untuk bulan Mei 2026 berada di 120,9 yang lebih rendah dari 123,0 pada bulan April dan prakiraan 124,0. Indeks tetap berada di level optimis karena di atas 100, seperti dicatat oleh Bank Indonesia.

Emas Amati $4.100 dan IHK AS saat Ketegangan AS-Iran Meningkat

Emas Amati $4.100 dan IHK AS saat Ketegangan AS-Iran Meningkat

Emas berada di bawah tekanan jual yang intens, mempercepat penurunannya untuk dua hari berturut-turut pada hari Rabu. Logam mulia ini terus memperbarui terendah tiga bulan di bawah $4.200 saat para pedagang dengan antusias menantikan data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis nanti hari ini.
Bitcoin tetap rentan, Ethereum melemah lebih lanjut, XRP memberi sinyal penurunan lebih lanjut

Bitcoin tetap rentan, Ethereum melemah lebih lanjut, XRP memberi sinyal penurunan lebih lanjut

Bitcoin, Ethereum, dan Ripple masih berada di bawah tekanan di pertengahan minggu, karena pasar mata uang kripto (cryptocurrency) yang lebih luas kesulitan untuk mengumpulkan momentum pemulihan setelah koreksi besar minggu lalu. BTC berusaha keras di bawah $62.000, ETH terus melemah di bawah $1.650, sementara indikator momentum XRP tetap condong ke arah penurunan lebih lanjut

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui untuk hari Rabu, 10 Juni

Berikut adalah yang perlu Anda ketahui untuk hari Rabu, 10 Juni

Indeks Dolar AS (DXY) diperdagangkan dengan nada hati-hati di sekitar wilayah 99,90 pada hari Selasa karena para investor memposisikan diri menjelang laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat (AS) yang sangat dinantikan pada hari Rabu, dengan inflasi diperkirakan naik pada bulan Mei

MATA UANG UTAMA

INDIKATOR EKONOMI

ANALISA